
Daya ingat perempuan itu kuat, ia dapat mengingat
memori-memori yang di anggap penting menjadikan kenangan yang selalu tersimpan
sampai kapan pun.
Di sepanjang perjalanan aisyah hanya terpaku pada
pemandangan luar. Dalam benaknya seperti sedang memutar film belasan tahun ke
belakang. Jalan yang menjadi saksi bisu bagaimana ia tumbuh. Adegan ia sedang
di bonceng oleh ayahnya di sepeda kayuh dengan bersorak ria menceritakan apapun
yang mereka di lihatnya. Perkataan-perkataannya masih jelas mengiang di telinga
aisyah.
“aisyah putri bapak paling cantik di dunia, putri yang
kuat dan tangguh karena aisyah punya ayah superman”dengan gaya lenggang seorang
ayah.
“aisyah bangga menjadi putri superman. Aisyah telah
melewati tantangan yang begitu besar pak. Bapak pasti sedang ketawa yah sama
ibu liat aisyah menjadi putri dewasa yang tangguh” batin aisyah.
Dani melihat istrinya dari kemarin seperti sedang melamun
saja. Ia pun mencoba menepuk pundak aisyah untuk menyadarkan dari lamunannya.
Dani : “de?”
Aisyah : “euh iya mas? Udah sampe?”
Dani : “belum, kamu lagi ngelamunin apa?
Aisyah : “ngga mas” (memasang senyuman manis)
__ADS_1
Dani : “aku bersedia mendengarnya” (mendekat ke aisyah)
aisyah : “bukan hal penting mas”
Dani : “apa kau trauma dengan apa yang telah terjadi padamu
de?”
Aisyah : “ouah ngga mas”
Dani pun hanya mencoba merangkul aisyah agar ia merasa
sedikit ketenangan. Lima belas menit kemudian, akhirnya mereka sampai di tempat
pemakaman umum.
Aisyah langsung membersihkan pusara orang tuanya dari
dedaunan kering dan rumput-rumput yang mulai melebat. Setelah itu, dani pun
memimpin doa.
Mereka tak langsung beranjak pergi, dani memberi waktu
“pak ibu, maafkan aisyah baru menjenguk bapak ibu. Karena
bapak ibu yang mengajarkan kesabaran aku mendapat buah yang begitu dahsyat. Menanti
adalah memori yang sangat indah, kini aku tau bu, menanti itu adalah kesabaran.
Mas dani bak buah kesabaranku selama ini”
Setelah bercerita dengan panjang lebar, dani yang di
belakang aisyah tak bisa menahan senyumnya mendengar cerita aisyah. Ketika aisyah
membalikkan badan akan beranjak pergi dani langsung mengelus kepala aisyah ambil
senyam-senyum salting.
Aisyah : “mas kenapa senyam-senyum sendiri?”
Dani : “ga kok de biasa aja”
Aisyah : “di godain sama kunti?”
__ADS_1
Dani : “kgakagak, mana keliatan kunti di siang bolong”
Aisyah : “ouh apa mas tadi nguping yaa? Perbuatan nguping
tuh gak baik”
Dani : “mas Cuma dengar angin yang berderu dan
burung-burung berkicau”
Dalam perjalanan pulang aisyah melihat jajan-jajanan dulu
waktu ia kecil. Itu seperti menaikkan moodnya sehingga memberhentikan mobil. Dani
pun terkejut dengan sikap aisyah yang tiba-tiba minta berhenti.
Aisyah : “pak pak ujang, berenti dulu yaa”
Supir : “iyah non”
Dani : “kenapa de?”
Aisyah : “rambut nenek mas”
Dani : “rambut nenek?”
Aisyah : “gulali yang di sisir jadi kaya rambut. Aku mau
beli”
Aisyah pun langsung turun dari mobil dan berlari menuju
tukang gulali. Ia pesan hingga tiga bungkus. Ketika akan membayar ia lupa
dompetnya ga ke bawa di mobil. Ketika membalikkan badan sudah ada dani di
belakangnya dan langsung membayarnya.
Dani : “makasih yah pak” (ucapnya pada pedagang)
Dani pun menggandeng aisyah ke mobil.
“kok tanganmu kaya besaran de?” ucap dani merasa aneh.
"aku lagi program menaikkan berat badan. ucap aisyah.
__ADS_1