penantian indah

penantian indah
BAB 35


__ADS_3

uwiwuiwwww (suara ambulan yang sedang melaju cepat)


dua orang kekasih sesurga berbaring di rumah sakit ...dengan keadaan Dani sangat parah sehingga ia tak sadarkan diri sedangkan Aisyah hanya luka-luka.


Aisyah : "sus, di mana yah orang yang di bawa bersamaku ke sini?"


suster : "dia ruangan sebelah mba...tapi kondisi sangat lemah dan belum sadarkan diri"


Aisyah reflek tanpa berpikir panjang tanpa merasakan sakitnya, langsung pergi menemui suaminya...


mas Dani...?(suara Aisyah kedua kalinya manggil mas)


lalu Aisyah memegang tangannya untuk pertama kalinya dan mendoakan Dani dengan memegang erat tangannya. memandangi wajah Dani yang memar. tak hentinya Aisyah sholawatin suaminya agar sadar hingga larut malam Aisyah tak lepas mendoakan dani.


keesokan harinya, Aisyah yang tidur dengan posisi duduk sembari memegang tangan Dani....di bangun kan lah Aisyah oleh dokter yang akan memeriksa keadaan Dani. dokter menyatakan kalau kepalanya selalu berdarah sehingga ia perlu darah. Aisyah auto "saya jadi donornya dok".


Aisyah mengirim pesan kepada orangtua Dani dengan penuh lembut dan permohonan maaf yang tulus karena tak bisa merawat anaknya, Dani.


selang beberapa hari ibu tia dan suaminya menunggu anaknya sadar akhirnya terkabul...hari ini Dani telah sadar dan langsung menanyakan keadaan istrinya, Aisyah.

__ADS_1


Dani : "mah, Aisyah mana?"


ibu tia : "hhmmm..."


Dani : "kenapa mah?"


ibu tia : "menantu kesayangan sedang kritis dan lemah"


Dani : "astaghfirullah... (meneteskan air mata) apa dia paling parah dari Dani mah?"


ibu tia : "dia baik-baik saja dari kejadian itu....kamu yang melemah hingga yang mendonorkan darah selama ini kepadamu adalah istrimu sendiri"


akan ku berikan apa yang aku miliki untukmu...cintaku padamu masih amatiran jika hanya raga ini yang aku persembahkan...jika tuhan memanggilku aku akan menunggumu di sisi-Nya...nanti, di sana di mana tempat aku menantimu lagi suamiku...dunia ini terlalu sebentar menunggumu...aku akan menantimu di kehidupan selanjutnya...


bahagia lah suamiku (surat yang berada di bawah vas bunga kamar Aisyah)


baru kali ini iya meloy kaya cewe meraung menangis kepada ibunya...ia tak mau Aisyah menuliskan surat itu...ia baru 3 bulan menikah...kenapa harus dalam penantian panjang lagi.


Dani langsung menyobek surat dari Aisyah dan optimisnya Dani ia tiap hari menunggu Aisyah dengan membaca ayat suci Alquran dan tiada henti-hentinya bersholawat....lalu berdongeng di dekat telinga Aisyah,

__ADS_1


de Aisyah, nanti kita pergi ke Mekkah melihat Ka'bah ke makam rosululloh...kau rindu rosululloh bukan?...ayo kita berangkat bersama...


setelah pulang kita pergi ke pantai lalu kita menghabiskan waktu bersama...


terus kamu ngidam aku kebingungan nolongin ngidaman kamu....aku jadi tau manja-manjanya kamu dari wanita yang tangguh dan periang sepertimu...(dani bercerita dengan tangisan dan tawaan akan khayalnya masa depan bersama Aisyah)


di tepuk lah pundak Dani oleh ibunya, ia di suruh untuk istirahat karena beberapa hari ini ia sangat intensif menunggu istrinya.


ibu tia : "dan? istirahat lah"


Dani : "kasihan Aisyah sedang sendiri Bu di sana"


ibu tia : "ada ibu yang nunggu di sini ia pasti merasa di temani kok"


Dani : "jangan Bu, aku tak mau ibu kelelahan"


ibu tia : "biarkan Dani saja"


Dani yang sangat menyayangi wanita tak ingin melihat ibu dan istrinya kenapa-napa

__ADS_1


BERSAMBUNG🌸


__ADS_2