
waktu terus berjalan, Aisyah sudah sibuk ngampus dan acara-acara kampus. dan Aisyah pun di sibukkan mengajar di pondok yang ia tinggali...ia mengajar anak-anak mengaji. lalu Aisyah juga menjadi guru privat bagi anak-anak yang akan menghadapi ujian. Aisyah tak menyia-nyiakan waktunya sedikit pun. karena dari kesibukannya ia mengais pundi-pundi rupiah untuk kesehariannya. karena biaya kampus telah di tanggung dengan beasiswa, jadi Aisyah hanya perlu untuk kebutuhannya pribadi.
ketika pagi hari, Aisyah akan pergi ke acara kampus...pas di jalan Aisyah melihat nenek-nenek sedang duduk sendiri seperti kebingungan...Aisyah auto menghampiri nenek itu dan menanyakan keadaannya. namun ketika di tanya oleh aisyah, nenek itu pingsan. membuat Aisyah bingung apa yang harus di lakukan olehnya pada nenek itu. ia meminta tolong pada orang sekitar namun nihil. ia pun langsung memberhentikan taksi dan membawa nenek itu ke rumah sakit.
sesampainya di rumah sakit, Aisyah langsung menelpon Dewi kalau dia tidak bisa ikut acara kampus. karena ada hal yang tak terduga.
dokter yang memeriksa nenek di dalam pun telah keluar. lalu Aisyah menanyakan keadaan nenek dan dokter berkata bahwa nenek sepertinya semalaman di luar rumah sehingga ia merasa kedinginan dan ia sekarang sakit demam tinggi dan kekurangan darah. mungkin nenek memiliki riwayat kekurangan darah. Aisyah pun menjelaskan kepada dokter bahwa ia hanya menemukan nenek tersebut di pinggir jalan. dokter pun terkejut, berarti ini bukan saudara non yah. Aisyah pun mengangguk. namun Aisyah menyodorkan tas milik nenek kepada dokter, lalu dokter menyerahkannya kepada susternya.
selang beberapa jam, ada seorang laki-laki datang menghampiri nenek yang Aisyah tunggu, perkiraan umur 27an. menggunakan jas rapih dan penampilannya yang casual sehingga enak di pandang.
"nneneekkkkk" teriak laki-laki tersebut
Aisyah : "assalamualaikum". (sambil menghampiri ranjang nenek)
"waalaikumussalam" jawab laki-laki itu.
__ADS_1
Aisyah : "bapak, saudaranya nenek ini?...kalau kaya gitu saya mau pamit ya pak" (melangkahkan kaki keluar)
"emang aku setua itu di panggil bapak...tunggu" (sambil menoleh ke arah aisyah?)
Aisyah : "fyuuhhh" (memberhentikan jalannya lalu menoleh ke arah sumber suara)
"aku Rian...bukan bapak Lo...bapak bapak" (nada sedikit kesal)
Aisyah : "maaf" (menundukkan kepala)
Aisyah : "saya pamit kak Rian, assalamualaikum" (sambil meninggalkan ruangan)
Rian : "hei, saya belum tau namamu...bahkan dia tak menjawab ucapan terimakasih saya...menarik juga nih cewe" (sambil tersenyum sinis)
Aisyah terburu-buru pergi ke rumah muridnya untuk mengajar private...sebelum itu Aisyah ke masjid dahulu untuk menunaikan sholat.
__ADS_1
**
beda suasana di kairo, di sana masih pagi cerah, namun tidak dengan wajah Dani, ia malah murung sambil menenteng beberapa kertas dan buku. tiba-tiba dari belakang ada yang menyapanya, dan Dani pun terkejut, Tania namanya;
Tania : "hei...wooyyy...murung aja"
Dani : "waalaikumussalam"(sedikit ketus)
Tania : "eikh ya, assalamualaikum ustadz..khaaha..kamu kenapa sih pagi-pagi udah murung aja?"
Dani : "gak lah...biasa aja" (auto sumringah, lalu meninggalkan Tania)
Tania : "eikhh..tunggu...mau ke mana?...nih kertas mu berjatuhan" (senyum ngejek)
ternyata ini yang membuat Dani murung, Tania melihat kertas berjatuhan tadi. tugasnya dapet nilai rendah. akhh ini bisa buat alat untuk ngedeketin Dani nih.
__ADS_1
BERSAMBUNG😆