
Aisyah dan Dani kembali ke apartemennya...dengan muka-muka lelah yang seharian beraktivitas. Aisyah pergi ke kamar mandi duluan ternyata ia mendapati datang bulan. dengan berat hati dan bingung harus bagaimana bilang pada suaminya.
Aisyah : "kak Dani"(berbicara di balik kamar mandi)
Dani : "ya de, perlu apa?" (menempelkan telinganya pada pintu kamar mandi)
Aisyah : "hhmmmhhmmm...itu, punten ambilin pembalut di kresek tadi belanja"
Dani : "khehe...nih de (sambil senyam senyum) ikut masuk nih?" (becandain istrinya sendiri)
Aisyah : "eikhh jangan kak...jangan malu"
setelah keluar kamar mandi, Aisyah terlihat pias wajahnya. mungkin karena penyakitnya anemia, sehingga ketika datang bulan mempengaruhi pada penyakitnya.
Dani : "ko Ade pucet banget?"
Aisyah : "Aisyah gak papa kak(sambil senyum) udah sana mandi ka...solat"
Dani pun membersihkan dan mempersiapkan diri untuk menunaikan solat isya. sedangkan Aisyah sedang duduk tersungkur di sofa menahan perutnya dengan bantal yang ada di sofa. setelah solat Dani menengok Aisyah sedang merintih kesakitan. di tidurkan lah Aisyah di pangkuan Dani...tangan Dani mengelus-elus perut Aisyah yang sakit sambil muraja'ah (mengulang) hapalan surah dan bersholawat hingga Aisyah terdiam dari rintihan sakitnya. Dani pun menyelesaikan hapalannya lalu Aisyah mengigau kangen pada ibunya yang menyebut-nyebut ibunya dengan keringat dingin. Dani pun panik melihat keadaan Aisyah. dengan sangat lembut Dani membangunkan Aisyah dengan mengelus-elus pipinya yang merah itu. Aisyah langsung terbangun dengan nafas tersengal. Dani auto memberi minum untuk Aisyah. untuk menenangkan dirinya.
Aisyah : "ibu datang ke sini kak...tapi hanya bicara sama kamu...aku panggil-panggil beliau malah pergi"
__ADS_1
Dani : "udah udah...kirim al-fatihah de buat beliau"
Aisyah : hanya meneteskan air mata
Dani : "jangan terlarut dalam kesedihan ya de...selalu kirim doa untuk ibu...sungguh aku beku jika melihat tangisan mu de"
aisyah : "terimakasih ya kak...sudah nenangin Aisyah...Aisyah tuh merasa gadis yang merana, lalu ikut hidup pada kak Dani yang menularkan merana pada hidup Aisyah."
Dani : "ssstttt...jangan bicara yang tidak-tidak...kenapa pikiranmu selalu kau penuhi dengan negative thinking" (sambil nyentil jidat Aisyah)
Aisyah : "aduuhh....kak Dani" (muka cemberut)
Aisyah : "lapaar" (menjauhkan wajahnya dari Dani)
Dani : "eikhhh, Ade tadi di restoran belum kenyang?"
Aisyah : "uuppsss...gak kak...udah kenyang banget" (lari ke dapur)
Dani : "mau ke mana de?"
Aisyah : "di kulkas gak ada susu....kak, Aisyah boleh ga keluar sebentar?"
__ADS_1
Dani : "mau ngapain de...ayo tak anter"
Aisyah : "Aisyah perlu susu ketika datang bulan karena menguras tenaga"
Dani : "ya udah Ade istirahat aja...mas aja yang beli"
Aisyah : " terimakasih banyak"
Dani : "udah gih sana ke ranjang"
Aisyah pergi ke sofa untuk tidur, ia malah lebih nyaman di sofa... sofa nya yang cukup lebar mampu menopang badan aisyah yang ramping. Aisyah pun ketiduran lalu di bangunkan oleh Dani yang menyuruhnya untuk minum susu. lalu Aisyah kembali ke posisi tidurnya, namun Dani merasa geram akhirnya di gendong lah Aisyah untuk ke ranjang...Aisyah pun tak sadar itu.
ketika tengah malam Aisyah terbangun karena merasakan sakit perut...saat membuka mata Aisyah terkejut mendapati dirinya di atas ranjang sembari di peluk Dani, gerakan Aisyah yang uring-uringan membangunkan Dani.
Dani : "kamu sakit perut lagi"
Aisyah : hanya mengerang kesakitan
dani : "ya udah sini sholawatin lagi perutnya"
BERSAMBUNG🌸
__ADS_1