
malam yang menggeming itu menjadi saksi penantian mereka berdua bagaimana saling menahan diri dari nafsu. aisyah merengek minta di bukakan kain yang menutup matanya dengan gaya menggoyang-goyangkan tangan suaminya. dani pun tertawa melihat sikap aisyah, wanita tangguh nan kuat itu ternyata bisa manja juga. dan aisyah hanya menampakkan sikap manjanya pada suaminya.
lilin-lilin yang menyala bak kunang-kunang malam. pohon dan bunga taman memancarkan indahnya yang di sorot oleh lampu taman. bayang dani dan aisyah tergambar indah di kertas rumput hijau. gaya dani kini yang lebih berani mencandakan istrinya, pura-pura ada sesuatu yang membuat aisyah takut hingga aisyah memegang tangan dani tambah erat dan dani mengelus kepala aisyah.
dani : "awas sayang khumairo.... takut ada yang memegang pundakmu dari belakang" (sambil ketawa-tawa)
aisyah : "mulai deh di candain " (wajah lipat, ekspresi kesal)
dani : "ko becanda sih de, mas hanya mengingatkan"
aisyah : "ya udah buka kainnya sekarang yah"
dani : "tunggu dulu... kita kan belum sampai ke tempat tujuan"
aisyah : "orang cuma ke taman kok kaya lama banget"
dani : "kaya kamu de... aku jauh-jauh mencari jodohku ternyata sudah di dekatku"
aisyah : "ouh brarti aisyah bukan yang di harapkan oleh mas dani? "
dani : "tentu tidak de... bukan begitu "
aisyah : "terus? " (ekspresi sedikit marah)
dani : "ngambek nieeehhh" (sambil nyubit hidung aisyah)
aisyah : "sakit mas" (sambil memegang hidungnya yangdi cubit oleh dani)
__ADS_1
dani : "abis ekspresi ade marah tuh gemesin"
aisyah : "mas, buka yah kainnya...ade kaya pusing kalau kelamaan"
dani : "astagfirullah maaf de... sini sini duduk dulu"
aisyah : "duduk? "
dani : "yah sayang" (membisikkan di telinga aisyah)
aisyah duduk di kursi yang begitu istimewa yang di siapkan dari tadi siang oleh suaminya.
aaaaa....mashaa alloh (aisyah terkejut dengan suprise yang di siapkan oleh dani)
aisyah langsung beranjak dari duduknya dan berdiri di hadapan dani lalu jongkok menyimpan wajahnya di tangan dani yang menengadah. dengan pasang wajah imut.
dani : "mashaa alloh... kau lah perhiasan mas de... perhiasan yang amat begitu megah...aku malu harus bersyukur bagaimana lagi pada tuhanku yang telah menakdirkan ade untuk bersama mas"
mereka pun menagis terharu... pada takdir yang telah menyatukan mereka.
aisyah : "ya udah mas... ayo makan"
dani : "euummm de... sebebnarnya ada sesuatu yang ingin mas sampaikan ke ade" (wajah murung)
aisyah : berwajah khawatir dan takut juga gelisah "kenapa mas? "
dani : " ini ada sesuatu untuk ade"
__ADS_1
aisyah : "apa nih mas? aku takut" (wajah takut dan ragu-ragu membuka kotaknya)
dani : "buka aja sayang... bukan apa-apa kok"
aisyah : " kunci? kunci rumah mas? "
dani : " kunci yang terkandang di garasi"
aisyah : "mashaa alloh.... motor? "
dani : "euummm kayanya? "
aisyah tidak yakin pada ekspresi dani, sehingga ia langsung mengecek sendiri ke garasi. dani pun mengikutinya.
aisyah : "cuma ada motor mas dani" (wajah bingung)
dani : "coba ade pencet kuncinya" (berbicara dari arah belakang aisyah)
aisyah : "eikhh kok mobil yang bunyi mas? " (wajah keheranan sambil nunjuk mobil yang berbunyi)
dani : "maaf ya de" (dengan suara lirih sehingga aisyah tidak bisa mendengarnya)
aisyah : "bodoh kali aisyah mas... ga bisa bedain kunci mobil sama motor"
dani : "jangan bicara gitu khumairohku"
aisyah : "makasih ya mas... terimakasih banyak " (*sambil memeluk dani)
__ADS_1
BERSAMBUNG 🌺*