penantian indah

penantian indah
BAB 12


__ADS_3

sesampainya Aisyah di rumahnya ia langsung menuju rumah uwa nya yang rumahnya bersebelahan ;


tokk...tokk..tokk


Aisyah : "assalamualaikum wa"


uwa : "waalaikumussalam, mashaa Alloh Aisyah...masuk nak masuk" (membuka pintu dan menuntun Aisyah untuk masuk ke dalam)


Aisyah : "makasih wa, wa apa kunci rumah ibu di uwa?"


uwa : "itu di pinggir televisi nak" (sedikit berteriak karena uwa sedang menyiapkan minuman untuk Aisyah)


Aisyah : "saya ambil ya wa"


lalu uwanya muncul dari arah dapur dengan membawa nampan ;


uwa : "kamu mau tidur di rumahmu sendiri? kalau makan ke sini aja...jangan malu-malu....maaf ya nak uwa belum sempet jenguk kamu ke pondok..soalnya di kebun lagi musim panen".


Aisyah : "ya wa, biar gak horor rumahnya..hehe...euum wa?" (ekspresi malu bertanya)


uwa : (paham akan ekspresi Aisyah) sok ngomong aja nak..jangan sungkan-sungkan...sekarang itu uwa tuh wali kamu nak"


Aisyah : "uwa, kemaren udah acara perpisahan sekolah...nah terus Aisyah dapet surat undangan dari perguruan tinggi."


uwa : "maafin uwa ya ga bisa Dateng acara perpisahan kamu... Alhamdulillah...hebat sekali kau nak, pasti orang tuamu di sana bangga padamu...hanya saja uwa tak bisa bantu banyak untuk membiayai mu...soalnya tahun ini juga anak uwa, Fatimah masuk SMA, jadi perlu biaya yang lumayan...maafin uwa ya Aisyah"


Aisyah : "ya gak papa wa...terima kasih ya wa..terimakasih banyak"

__ADS_1


uwa : "kau lah putriku juga Aisyah..."


**


sudah seminggu aisyah menunggu konfirmasi dari pak Irwan...dan ternyata malam ini ia mendapat SMS dari pak Irwan, besok untuk menemuinya.


keesokkan harinya, Aisyah menemui pak Irwan kembali ;


Aisyah : "assalamualaikum pak".


pak Irwan : "waalaikumussalam, Aisyah?"


Aisyah : "ya pak,"


pak Irwan : "Alhamdulillah kamu mendapat beasiswa...kamu udah ada kan buku tabungan dan kartunya?"


pak Irwan : "baguslah, karena Senin besok sudah penerimaan mahasiswa baru..kamu berarti berangkatnya besok Minggu ya"


Aisyah : "ceper banget ya pak, berarti hari ini saya harus bilang kepada uwa...untuk meminta pamit saya dari pondok"


ketika bersalaman kepada pak irwan, Aisyah melihat sesuatu di belakangnya;


Aisyah : "pak Irwan?... ko dalam kotak arsip itu kaya nama Dani, temen saya?"


pak Irwan : "ya itu emang punya Dani Syah...dia udah berangkat dari dua hari yang lalu"


Aisyah : "haaahhh ...secepat itukah ia pergi...aduuh hati ini seperti tersayat beling...ternyata penantiannya di mulai sekarang bukan menunggu ia mengungkapkan perasaannya" (dalam batinnya)

__ADS_1


pak Irwan : "kamu kenapa Syah?"


Aisyah : "gak papa pak... assalamualaikum ya pak"


pak irwan : "waalaikumussalam".(sambil menggeleng-gelengkan kepala melihat sikap Aisyah yang langsung aneh)


Aisyah pun pulang ke pondoknya.,.. untuk membereskan barang-barangnya karena ia akan mukim (tak tinggal lagi di pondok) ;


Neneng : "kamu mau mukim sekarang Syah" (tatapan bingung dengan berkaca-kaca)


Aisyah : "ya gak sekarang neng., mungkin besok neng..."


Neneng : "kamu mau kuliah di jogjakarta?"


Aisyah : "ya Syah, aku mendapat undangannya di situ... ntar dulu, Diah mana?"


Neneng : "Diah juga udah mukim Syah, pas kamu masih di rumah." (dengan muka murung)


Aisyah : "ya ampun tuh anak kurang ajar banget...pamitan mukim tapi ga pamitan ke aku...hiks hiks" (air mata pun jatuh)


Neneng : "dia nitip salam ke aku buat kamu dan minta maaf...gak bisa menemuimu... dia juga mukimnya dadakan Syah...katanya dia mau di jodohkan oleh orang tuanya".


Aisyah : "haaahh...yang bener aja?" (mengusap air mata)


Neneng : "bener Syah, katanya ia mau di jodohkan sama santri sih"


Aisyah : "ya udah, kita doakan Diah semoga ia selalu bahagia dan akan bahagia bersama suaminya..aamiin"

__ADS_1


BERSAMBUNG 🌸


__ADS_2