penantian indah

penantian indah
Episode 72


__ADS_3

Awal peretemuan yang mengesankan sering kali membekas di memori seseorang. Apalagi yang di temuinya memiliki ketertarikan sendiri. Karena tertarik itu membuat seseorang merasa ingin mencari tau lebih jauh


dengan apa yang ia temuinya. Itu lah yang di miliki rian bagaimana kesan bertemu dengan aisyah sehingga menimbulkan benih-benih cinta yang sulit ia lupakan hingga kini. Cinta itu memang bukan lah suatu kejahatan namun tidak sedikit dari orang melakukan segala cara untuk mendapatkan yang membuat meraka mencintainya. Begitu pula dengan rian ia melakukan segala cara untuk mendapatkan cinta aisyah.


Rian || hallo\, aku ada tugas penting buat kalian. Aku akan mengirimkan alamatnya dan lakukan intruksi saya. [telepon berakhir]


Aku juga ingin membahagiakan dia…stay with me forever.


Tania masih ragu untuk mengetuk pintu ruangan rian. Namun ia memberanikan diri mengetuk dengan jari gemetar dan ada suara dari dalam ruangan. Di buka lah pintu.


Tania : “permisi pak rian, ini laporan keuangan untuk bulan lalu”


Rian : “simpen aja di meja”


Tania terkejut kemudian menggeleng-gelengkan kepala tercengan dengan keadaan ruangan rian yang berantakan. Berkas-berkas berserakan dan pecahan gelas, vas bunga terburai di lantai. Ia masih menghadap kaca menatap tajam luar ruangan dengan membelakangi tania. Tania berinisisatif memebereskan di lantai namun di cegah oleh rian.


Rian : “kenapa kamu belum pergi”

__ADS_1


Tania : “saya hanya memebreskan ini pak” (sambil memunguti serpihan gelas)


Rian : “gak perlu. Nanti tanganmu terluka. Biar nanti di beresin sama OB kantor aja”


Tania : “baik pak. Permisi”


Tania menutup pintu dengan sangat pelan seperti suara udara juga jangan sampaiterdengar. Karena singa belum selesai mengaum.


Sikapnya aneh. Kemaren sangat ramah sampai becandain saya. Tapi hari ini seprerti singa hutan sang raja rimba. Mimic mukanya saja sudah menakutkan. Aku jadi merasa bersalah kemarin telah mengabaikan keceriannya. Ternyata ia jarang ceria mukanya, huhu payah nih kau tania.


Gumam tania. “kamu kok jadi mikirin pak rian si tania. Hhmm” berbicara sendiri dan mengaburkan lamunannya. Ia bergegas kembali ke mejanya menyelesaikan pekerjaannya.


“gak biasanya pak rian begitu,,, biasanya candain saya atau basa-basi” herannya tania


”apaan si tania kayanya seharian ini kamu mikirin pak rian terus…sampai gak focus kerja” tania berbicara pada dirinya.


***

__ADS_1


Suasana malam di pantai tak kalah indah juga, bintang-bintang bertebaran bebas di angkasa dengan di iringi alunan suara ombak yang berderu. Tumblr lamp juga mmenghiasi bibir laut dengan kelap kelipnya cahayanya


menghiasai wajah imut itu, aisyah.


Menyusuri pantai dengan bergandeng tangan terasa seperti dekat ujung sampai ujung pantai lainnya. Aisyah yang masih gak nyangka telah di cintai oleh seseorang yang di cintainya tak luput pandangannya selalu terpaut oleh gandengan tangannya. Tak terasa ia tersandung oleh batu sampai sendal bermerk swallow putus. Aisyah pun mengaduh seketika itu.


Dani : “eih, kamu baik-baik saja de?


Aisyah : “ssth aduh…menyandung batu hehe”


Dani : “kamu yah ada-ada aja…teledor sih”


Aisyah : “maaf” (menundukkan kepala)


Dani : “ya udah ayo” (menunduk)


Aisyah : “mas mau ngapain?”

__ADS_1


Dani : “mau gendong kamu de”


Aisyah pun malu-malu kucing naik ke punggung dani.


__ADS_2