
dani dengan refleksnya mengambil telepon yang di pegang aisyah dan ia mendengar isak tangis dari suara yang menelpon. ia yang menelpon adalah sepupunya aisyah yakni fatimah. memberitahukan bahwa ibunya atau uwanya sudah meninggal. dani terkejut histeris. dan langsung menutup teleponnya dan membopong aisyah ke kamar.
ketika menaiki tangga aisyah merengek di turunkan dengan memukul dada bidangnya dani namun dani tak menghiraukannya toh ia tak merasakan sakit karena pukulan istrinya itu sudah takk ada tenaga. sesampainya di kamar dani menurunkan istrinya dengan pelan di atas ranjang. namun aisyah bangun dan langsung memegang erat tangan dani.
aisyah : "mas, ke uwa yuk mas" (sambil menangis)
dani : "udah malem de, besok pagi buta kita berangkat yah"
aisyah hanya memasang ekspresi kecewa tanpa menjawab pernyataan dari dani. lalu ia langsung beringsut ke bawah selimut untuk tidur dan dani pun menyusulnya dengan memeluk istri tercintanya.
baru juga beberapa jam mereka terlelap, dani merasakan ada kekosongan dan kehampaan udara sehingga ia memaksakan membuka mata ternyata ia melihat seseorang bermukena sedang menghadap kiblat. dengan rasa malu dani membalikkan badan menghadap ke nakas. ia merasa sangat bersalah juga bingung yang menahan aisyah untuk pulang ke kampung halamannya. namun kini dani sangat tak tega mendengar isak tangis aisyah yang selalu memanjatkan doa untuk uwa dan kedua orangtuanya.
ya Alloh, ampunilah dosa-dosanya tempatkan di sisiMu...semoga amal ibadahnya di terima oleh Alloh.
aisyah kangen banget ke ibu bapa... dan sekarang uwa menyusul ibu
__ADS_1
kalian pasti sudah bahagia di sana ya bu...
(isak aisyah)
tak henti-hentinya aisyah memanjatkam doa hingga akan menjelang subuh. dani pun bangun karena suara ayam berkokok sudah nyaring, tanda sebentar lagi waktu subuh.
ia langsung beranjak ke kamar mandi membersihkan diri dan bersiap untuk solat. setelah keluar dari kamar mandi dani melihat sepertinya aisyah sudah selesai berdoa.
dani : "maafin mas ya de"
dani : "kamu jadi terjaga semalaman... kamu gak tidur sama sekali kan de"
aisyah: "maafin aku mas sedang rindu sekali ke uwa ke ibu bapa saja"
dani : "yang ada juga maafin aku de... kita gak bisa pulang kampung tadi malem"
__ADS_1
aisyah : "kan sekarang rindoNya ada pada ridho mas pula, suamiku"
dani : "ya udah sekarang solat berjamaah dulu ya.. khehe"
akhirnya mereka solat berjamaah lalu menyiapkan diri dan bekal untuk pergi ke kampung halamannya. otomatis dani ijin tidak bisa mengisi pembelajaran terlebih dahulu di kampus pokoknya semua jadwal apapun di cancel. ia memfokuskan untuk istrinya terlebih dahulu.
di sepanjang jalan dani memeluk aisyah agar berhenti untuk menangis...sampai aisyah tertidur karena dani mengelus-elus kepala aisyah yang membuat ia terlelap dan terbenam di dada dani.
sesampainya di depan rumahnya dan langsung menatap rumah uwanya yang masih ramai orang dan terpasang bendera kuning di jalan depan rumah uwanya. aisyah sudah sangat lunglai sehingga dani memapahnya. tangis aisyah pecah ketika teriakan dari dalam rumah uwanya. ya siapa lagi kalau bukan fatimah sepupunya berlari menuju aisyah dan langsung memeluk dengan sangat erat, yang akhirnya mereka menangis bersama.
fatimah : "mba, mamah mba"
aisyah : "ikhlaskan mba... " (sambil mengelus punggung fatimah)
BERSAMBUNG
__ADS_1