penantian indah

penantian indah
BAB 16


__ADS_3

kicauan burung di angkasa sudah menyapa wajah dani yang sedang semangat menimba ilmu di negri timur tengah.


hari baru semangat baru...ok you are perfect Dani...cukup...jangan terus memikirkan Aisyah...selalu meningkatkan untuk mengkualitaskan diri dan....simpan dulu Aisyah...semangat


(Dani berbicara pada diri sendiri di depan cermin)


pagi ini ia akan menemui dosen pembimbingnya, untuk merevisi tugasnya yang salah agar nilai bisa di perbaiki.


Bismillahirrahmanirrahim...untuk mengawali hari ini.... (ucap Dani di depan pintu ruangan dosennya)


Dani : "assalamualaikum"


dospem : "waalaikumussalam..."


lalu Dani duduk dan berbincang dengan bahasa Arab...bahasa di negri sana...masalah bahasa Dani sudah mahir jadi ia tak akan kesulitan untuk berkomunikasi hanya saja, seperti mahasiswa biasa ia pun pernah salah mengerjakan tugasnya.


**


mentari pagi juga menghampiri kamar VVIP di suatu rumah sakit...menyelimuti wajah sayup yang sedang berbaring di ranjang. sudah prosedur setiap pagi dokter chek setiap pasiennya;


dokter : "selamat pagi"


Rian : "pagi dok"

__ADS_1


dokter : "saya periksa dulu ya istri bapaknya"


Rian : (mendengar perkataan dokter Rian senyam-senyum sendiri) "silahkan dok, bagaimana dok keadaannya?"


dokter : "bapaknya jangan putus asa, pasien pingsan yang lama seperti ini...terkadang harus sering mendengar sesuatu...maksud saya ajak bicara seperti halnya ia sadar"


Rian : "baik dok"


tiba-tiba hp Rian berdering, namun Rian pun tak menghiraukannya. setelah dokter selesai memeriksa...Rian baru mengecek hp nya...baru saja mau di ambil dari sakunya sudah berdering kembali, ternyata itu dari sekretarisnya yoga ;


triinggg...triinggg


Rian : "hallo"


Rian : "ouh ya ok...siapkan segalanya ya..saya segera berangkat"


yoga : "baik pak"


Rian pun menitipkan Aisyah kepada pembantunya, jika Aisyah sadar langsung telepon saya ya bi (ucap Rian).


hari pun semakin siang dan bersuhu panas, bibinya Rian atau ART nya membilas Aisyah dengan handuk basah begitu lembut. ketika mengelap tangannya ART itu merasakan tangannya aisyah bergerak. ART itu langsung memanggil suster dan Alhamdulillah bahwa pasien bernama Aisyah sudah sadar. ART itu pun langsung menelpon majikannya pa Rian, sayangnya di telepon berkali-kali namun tidak di angkat. sehingga ia mengirim pesan bahwa non Aisyah sudah sadar.


ketika sampai ruangannya Rian langsung mencari hp nya, karena setiap meeting ia suka lupa membawa hp nya. lalu ia mengecek hp nya ternyata ada lima panggilan dari ARTnya dan ada pesan singkat yang berisikan bahwa non Aisyah sudah sadar. Rian pun langsung bergegas ke rumah sakit, dan langsung menanyakan kepada bibi pembantunya.

__ADS_1


Rian langsung memandang aisyah yang sedang tertidur...Aisyah merasakan ada seseorang di sampingnya, sehingga ia membukakan matanya dan Aisyah terkejut... Rian pun langsung menenangkannya dengan memegang tangannya Aisyah;


Rian : "jangan banyak gerak dulu ya Syah"


Aisyah : "astaghfirullah" (menghempaskan tangan Rian yang memegang tangannya)


Rian : "ouh ya, maaf maaf...jangan takut...saya gak ngapa-ngapain kamu"


Aisyah : (ekspresi takut)


Rian : "jangan takut, yang mengurusmu bibi saya"


Aisyah : "terimakasih bi"


Rian : "loh kamu kok terimakasihnya ke bibi sih ...ke saya nggak?"


bibi : (hanya tertawa) "ya non sama-sama...tapi nak Rian nih yang membawa dan menunggu selama di sini non"


Aisyah : "terimakasih kak rian...maaf sudah merepotkan"


Rian malah salah tingkah setelah Aisyah mengucapkan terimakasih.


BERSAMBUNG🌸

__ADS_1


__ADS_2