
sepanjang jalan pulang rian termenung ternyata tania seseorang misterius juga.
itukan rumahnya pak rahman jaya. pemilik perusahaan tambang minyak bumi. apa ia putrinya? tapi kenapa kalau ia putrinya bekerja di perusahaanku?. banyak tanda tanya di benak rian.
**
kembali ke rumah pak dani dan ibu aisyah yang sedang menikmati makan malam. dani mengutarakan sesuatu rencananya.
"de, tadi rapat di kampus membahas liburan untuk dosen guna mempererat silaturahim". dani mengatakannya dengan sedikit ragu.
"lalu? " aisyah menanggapi dengan santai.
"dengan mengajak keluarganya, namun kuotanya hanya istri dan anaknya satu ". masih dengan ragu mengatakannya.
"waaahhhh asyik mas, " aisyah langsung berdiri mengangkat tangannya seperti "horee".
"tapi satu kursinya udah di minta sama temen mas, jadi berdua saja". merasa takut mengecewakan istrinya.
"memang kita kan belum di beri momongan, tentu hanya berdua". aisyah sedikit menunduk.
aku kira kau akan ajak sepupumu. tapi syukurlah kalau ia tak berfikir kesana. gumam dani merasa bahagia. akhirnya bisa berduaan dengan istrinya.
dani : "berangkatnya lusa de, hari minggu"
aisyah : " apa aja yang di perlukan ketika liburan mas? "
dani : "seperti biasanya aja de, mungkin hanya menginap semalam sampai dua malaman saja"
aisyah : "ok mas"
dani : "ouh ya de, apa kamu udah mendingan? kalau masih sakit perutnya mending gak usah ikut aja"
__ADS_1
aisyah : "aku sudah baik-baik saja mas"
suara aisyah yang sangat menenangkan membuat dani terdiam dan tak mengoceh lagi.
dani : "ouh ya de, tapi mas itu punya ide"
aisyah : "apa mas? "
dani : "tempat liburannya itu pantai yang deket rumahnya mamah de"
aisyah : "bagus mas"
dani : "kamu gak keberatan? "
aisyah : "tidak lah mungkin menyimpan rasa pada orangtua mas"
dani : "tapi kan? "
dani : " menantu yang baik" (mengelus kepala aisyah)
aisyah : "sering lah berkunjung ke rumah mamah ya mas. ade tau hampanya hidup tanpa mereka"
dani : "makasih ya de, ingatkan aku de"
aisyah : "ya udah aisyah mau nyimpan piring kotor ke bawah ya mas" (sambil beranjak keluar)
dani : "jangan lama-lama" (muka melas)
aisyah : "ok" (sambil mengedipkan mata genit)
"belajar darimana kaya gituan de, awas aja ke cowo-cowo lain kamu menggoda begitu". dani mercau.
__ADS_1
aisyah hanya senyum mendengar suaminya meracau gak jelas.
kok aku kaya geli sendiri. kenapa aku ini sekarang astagfirullah. gumam aisyah.
di dapur aisyah yang mencuci piring sambil senyum senyum di buyarkan oleh kedatangan bibi yang menghampirinya.
bibi : "lagi seneng ya nyah? "
aisyah : "eikhh bibi " (kaget)
bibi : "biar sama bibi aja cuci piringnya. ini kan pekerjaan bibi "
aisyah : "gak papa bi, "
bibi : "non fat gak sungkan nyuruh saya kok nyonya baik begini"
"bibi itu tugasnya bantuin aisyah bi, bukan semua pekerjaan di tanggung sama bibi. tapi karena aisyah akan kewalahan sendiri ngurus rumah jadi minta bantuan ke bibi. kalau saya mampu pasti saya kerjakan sendiri bi. bibi juga perlu istirahat cukup". begitu lah pemaparan aisyah.. ekek.
kalau majikannya kek gini betah. mau bertahun-tahun juga. gumam bibi.
**
sesampainya di rumah, rian langsung ingin menemui neneknya.
nenek pasti tau diapa sosok tania. beliau seperti akrab sampai tania ingin menemaninya. gumam rian.
namun sesampainya di kamar nenek, ia mrlihat neneknya sudah tertidur. sehingga ia mengurungkan niatnya.
siapa tania?
BERSAMBUNG
__ADS_1