
dengan penuh perhatian dan kesabaran Rian menunggu dan merawat Aisyah.
ketika tengah malam, Aisyah baru sadar dari pingsannya lalu ia melihat sekelilingnya ia baru sadar sedang berada di rumah sakit, lalu ia merasa perih pada tangannya ternyata tangannya di pegang erat oleh Rian. dan rian tertidur di samping Aisyah dengan posisi duduk. dengan terpaksa Aisyah memegang pundak Rian lalu di tepuk-tepuk untuk membangunkannya. Rian pun terkejut ia langsung duduk biasa dan mendengar rintihan Aisyah ia pun menanyakan keadaannya. Aisyah hanya menunjukkan dengan matanya bahwa tangan yang di infus sudah berdarah.
astaghfirullah (ucap dani). ia pun langsung memanggilkan suster untuk memperbaikinya. karena sudah berdarah sulit untuk di perbaiki...terpaksa tangannya yang sebelahnya. Rian pun merasa sangat bersalah. setelah suster pergi, Aisyah memberanikan berbicara kepada Rian;
Aisyah : "kak Rian pulang aja ke rumah...biar nanti aku kontek Dewi buat besok nunggu ke sini"
Rian : "sepecundang itukah saya, meninggalkan orang yang kesakitan sepertimu?"
Aisyah : "aku baik-baik saja...besok juga mau pulang saja"
Rian : "gak bisa ....aku sudah tau....kalau kamu itu punya riwayat kurang darah sehingga mudah lemas"
Aisyah : "ya sudah, tapi ka Rian istirahat nya di sofa ya"
__ADS_1
Rian pun pergi ke sofa lalu merebahkan badannya di sofa...selang tiga jam... terdengar ada pecahan gelas Rian pun langsung bangun, dan melihat Aisyah sudah di bawah ranjang. ia langsung mengangkat Aisyah dan mendudukkan di ranjangnya, Rian pun keheranan kok bisa;
Rian : "kok kamu bisa jatuh dari ranjang? kalau mau minum atau apa panggil saja aku...aku bisa mendengarnya walau dalam keadaan tertidur"
Aisyah : "saya pingin wudhu solat"
Rian : "ya sudah tak ambilin airnya, kamu di sini saja"
Rian pun membantu Aisyah solat
Aisyah : "boleh"
setelah selesai solat, mereka pun berdoa
ya Alloh semoga kaya gini akan seterusnya ...dia menjadi ma'mum ku selamanya yang selalu berada di sisiku...aamiin (doa Rian)
__ADS_1
setelah solat, Aisyah pun berkata berterimakasih pada Rian... Aisyah anggap kak Rian seperti kakak sendiri kaya saudara sendiri...
deg...suara dada Rian...tanda kecewa...ternyata Aisyah sudah menganggap ia hanya kakak
Rian pun ijin pada Aisyah untuk pergi kerja ...udah kaya suami istri aja ya...tapi ya aslinya jauh...
Rian menyiapkan bodyguard di luar ruangan Aisyah...agar tidak bisa kabur lagi...setelah kepergian Rian tak lama Dewi datang untuk membesuk aisyah. Dewi pun bercerita panjang plus lama.
ia memberitahu bahwa di luar sana ada bodyguard yang sedang berjaga di luar, Aisyah pun merasa terpenjara..lalu Dewi bercerita bahwa kemaren ketika wisuda Rian tuh bawa bucket bunga gede banget buat Aisyah. Aisyah hanya merasa keheranan mendengar cerita Dewi...kayanya Dewi menghayal.
**
Dani mengambil studi lagi selama dua tahun. kemungkinan dua tahun ke depan ia baru balik lagi ke tanah air dan tinggal kembali di sini.
ternyata ia sedang mempersiapkan sesuatu untuk seseorang yang selalu di sebut dalam doanya. ya Aisyah, rasa ini masih sama utuh dari dahulu kala...pengin banget aku ngontek atau ngirim pesan ke dia...apalah daya nomernya saja tidak punya...alasan apa biar aku bisa nomer dia...ke siapa juga...akkhhh rindu ini menyiksa"
__ADS_1