penantian indah

penantian indah
EPISODE 81


__ADS_3

pagi itu, matahari seakan-akan lebih awal dari biasanya ia seperti memperpanjang masa bercahayanya di langit arab ini. Di awali dengan sarapan bersama, aisyah dan dani berencana pergi jalan-jalan mewujudkan impian


mereka sewaktu dulu.


Hampir satu bulan mereka menghabiskan waktu berkeliling di tanah arab itu. Setelah diskusi bersama, mereka memutuskan untuk kembali ke tanah air.


Mereka kembali pada akhir tahun, di mana di tanah air sedang beriklim dingin atau sedang musim hujan. Menyebabkan perjalanan mereka terlambat dari jadwalnya. Dengan berpakaian dingin seperti menggunakan mantel


dan sweater.


Akhirnya mereka pun sampai di bandara pada pukul 8 malam. Di sana ada sepasang suami istri yang sudah renta, iyah siapa lagi kalau bukan orang tua dani. Aisyah dan dani pun langsung berlari menghampiri orang tuanya


dan mencium tangannya.


Dani : assalamualaikum” (sambil melambaikan tangan)


Ayahnya yang masih memandang dari berbagai arah lalu Sang ibu yang melihatnya langsung memberi tau suaminya bahwa anaknya telah datang.


Ayah : “dannn” (mau memeluk anaknya)


Dani mencium tangan ayahnya langsung menerima pelukan ayah. Begitu pula dengan aisyah melakukan hal yang sama, kemudian mereka bergantian.


Mereka menuju parkiran, ayah sembari mengelus punggung dani.


“akhirnya nak, kau pulang” ucap sang ayah. Mereka sangat khawatir dengan anak semata wayangnya.

__ADS_1


“alhamdulillah, berkat doa ayah ibu” ungkap dani.


Ayah dan ibu tak berani menanyakan mengenai bagaimana mereka bertemu, kemudian selama ini kemana menantunya pergi. Mereka mengurungkan niatnya untuk menanyakan perihal tersebut.


Sekarang kalian istirahatlah, kalian pasti lelah dari perjalanan jauh” ungkap ibu. Sesampainya di rumah.


“akhirnya aku bisa menghirup aroma tanah basah dan katak-katak yang berbui di air” ungkap aisyah sembari menyandar di jendela melihat pemandangan luar.


“desa selalu menenangkan” jawab dani.


“mas, aisyah besok pengen menziarahi makam ayah ibu aisyah. Jarak dari sini kan lumayan dekat daripada rumah kita” ucap asiyah.


“mungkin istirahat dulu, de”ngeles dani.


“baiklah, maka sekarang istirahatlah” jawab dani.


Dani pun memeluk aisyah dari belakang, seakan-akan memberi kehangatan dan penguatan bagi aisyah.


______________________


Ayah dan ibu dani saling balas senyum smirk dan pandangan mereka seolah-olah berkata, di meja makan mereka melihat anaknya dengan rambut masih basah.


“perasaan tadi malem kita gak kehujanan”ujar ibu dalam hati.


Dani : “yah, dani izin pergi ziarah ke makam mertua”

__ADS_1


Ibu : “tapi bawa supir yaa jangan menyetir sendiri. Kamu kan baru dari perjalanan jauh takut masih lelah” (sambil senyam-senyum)


Dani merasa aneh kenapa dari tadi orang tuanya seperti sedang menahan tawa. Sedangkan aisyah wajahnya sudah seperti kepiting rebus menahan malu meski ia di tutupi hijab kepalanya. Karena aisyah paham kenapa mertua seperti sedang menahan


ketawa.


Setelah mereka pergi, ayah dan ibu pun tak bisa menahan


ketawa lagi.


“sepertinya kita akan mempunyai cucu yah” ungkap ibu.


“akhirnya yah bu” seperti merasa lega.


“makanya ayah harus semangat, rajin berobat agar cepat


sembuh. Biar bisa gendong cucu kita” nasihat ibu.


“tetap rahasiakan ini yah bu dari mereka” ucap ayah.


“ayah tidak mau mereka khawatirkan keadaanku. Aku tau


anakku sangat baik dan mendapat menantu yang baik pula. Mereka akan mengurusku


melebihi diri mereka jika mengetahui keadaanku saat ini”. Batin ayah.

__ADS_1


__ADS_2