penantian indah

penantian indah
Episode 70


__ADS_3

 


 


Di sepanjang perjalanan semua orang enjoy dan menikmati perjalanannya begitu pula dengan aisyah dan dani. Dengan refleks dani menahan dahi aisyah yang hampir terbentur kursi di depannya tak itu saja ketika aisyah nunduk-nunduk mengantuk dani menyenderkan pada pundaknya sambil mengelus kepalanya.


Karena di bus itu membawa pasangan halalnya masing-masing. Sehingga berbagai keuwuan punbervarian. Ada yang asyik dengan buah hatinya, asyik bergurau berduaan dan ada yang di tinggal tidur seperti dani.


Tiba-tiba bus seperti bergoyang karena sedang melewati jalan yang hampir rusak, itu membuat aisyah


terbangun di mimpinya ia seperti sedang dalam keadaan gempa.


Gempa..gempa..gempa . asiyah mengigau


Dani pun tak bisa menahan tawanya melihat aisyah mengigau begitu.


Aisyah : “astagfirullah gempa” (membuka matanya)


Dani menutup mulutnya untuk menahan tawa. Aisyah pun menyadari ada yang menertawainya langsung menoleh ke sampingnya.


Aisyah : “ih mas dani ngetawain aku yah?”


Dani : “gak de gak kok… mas mana berani ngetawain kamu”


Aisyah melepas nafas dengan kasar.

__ADS_1


***


Setelah enam jam perjalanan akhirnya sampai di suatu lokasi tempat pariwisata yang sangat indah pandangannya. Terdengar jelas deburan ombak dan bentangan air. Semua wisatawan sangat antusias akan tempat ini. Mereka langsung turun dari bus dan berlari menuju pasir pantai.


Aisyah yang masih setengah nyawa pun ikut turun lari ke pantai. Ia langsung berteriak pada wajah eloknya laut dari pantai. Seakan-akan melepas segala yang melelahkan dan masalah yang selalu meresahkan. Terasa lega di dada dan kepala. Dani hanya berdiri mematung di belakangnya ikut menikmati pantai dengan wajah dinginnya. Melepas


penatnya dengan membuang nafasnya dengan kasar.


Aisyah : “mas, indah banget pantainya”


Dani : “indahan kamu kali”


Aisyah : “hah..? (membalik badan menghampiri dani). Sejak kapan mas jadi tukang ngegombal begini?”


Dani : “saya jujur kok” (beranjak pergi)


Dani : “ayo ke penginapan dulu buat chek in”


Aisyah : “yah tungguin…main tinggal aja” (mengejar dani)


Dani jalan terus sambil tersenyum dan mempercepat jalannya biar aisyah menyusulnya.


***


Sesampainya di kamar aisyah langsung menjatuhkan dirinya di ranjang sedangkan dani masih memasukkan kopernya dan aisyah.

__ADS_1


Dani : “apa kamu gak mau liat ini?”


Aisyah : “liat apa mas?”


Dani : “sini makanya”


Aisyah : “modus nih kayanya”


Dani hanya terssenyum melihat aisyah beranjak dari ranjangnya memaksakan menghampirinya. Dan aisyah ternganga dengan view dari kamar ini. Dari jendela kamar terpampang jelas indahnya sunset pantai.


"Ouuwaaaaaaah…indah banget, aku baru kali ini liat


sunset…ternyata indah banget. Bener yah kata orang-orang senja itu sangat indah"  Takjub aisyah


Tiba-tiba dani memeluk aisyah dari belakang. Sikap tiba-tiba seperti itu belum terbiasa bagi aisyah sehingga ia terkejut dan langsung melepas pelukan itu.


"Aduh..maaf mas…refleks..aisyah masih geli kalau di peluk apalagi tiba-tiba." Menunduk sambil meminta maaf


Apa dia menolakku? Aku kan udah mencoba untuk bersikap romantic dan perhatian seperti manusia normal lainnya.  Gimana mau punya anak di peluk aja gak mau apalagi kalau di…astagfirullah apa yang kamu


pikirin dan.  Gumam dani sambil memijit dahinya yang tidak pusing tapi pikirannya sudah travelling jauh


Apa yah yang sedang di pikirkan mas dani…apa dia sedang berfikir kalau aku wanita tidak normal atau apa . gumam aisyah


Setelah kalut dalam pikirannya masing masing mereka memanggil secara bersamaan.

__ADS_1


Aisyah : “mas”


Dani : “de”


__ADS_2