penantian indah

penantian indah
episode 68


__ADS_3

masih di rumah tania yang penasaran siapa yang telah mengiriminya bunga.


"kayanya kamu gak jadi ikut ayah ke kantor tan." pak rahman masih meledek.


"kok gitu yah?, kan tania udah memutuskan untuk membantu ayah di kantor". masih suasana cemberut.


"lanjutkan saja kamu buat mengenal rian ". dengan senyum pak rahman mengatakannya.


"kenapa yah? "


"kamu berhasil nak". sambil beranjak pergi


"jadi gimana yah " tania ikut berdiri.


"ayah berangkat yah"


tania merasa keheranan dengan ucapan ayahnya. membuat ia tambah merenung di kamarnya.


**


menjelang siang sudah waktunya makan siang begitu juga bapak rian di tengah padatnya meeting ia perlu mengisi asupan untuk on kan lagi tenaga dan pikirannya.


di ruang kerjanya rian merebahkan badannya di sofa dan mengambil nafas dengan berat seperti sangat lelah untuk hari ini tanpa di bantu oleh sekretarisnya ya iya itu tania.


*kok aku jadi kepikiran ma tuh anak. khawatir juga.


hemmm


apa nanti sepulang dari kerja ke rumahnya ya?. eikh gak gak. jangan jangan, masa boss ke bawahannya sih. lagi pula hubungannya gak sedekat itu.

__ADS_1


kata-kata nenek juga terngiang-ngiang nih di telinga.


argh, kenapa aku jadi tidak terkendali seperti ini*.


**


di pusat perbelanjaan kota atau mall nya kota itu suasananya begitu ramai saat sore hari apalagi malam.


di tengah ramainya mereka juga ada pasangan so sweet yaitu pak dani dan ibu aisyah tanpa fatimah, kgakagak.


tadi fatimah di ajak ke mall ia menolak. mungkin karena kesal kali ya pak dani dan ibu aisyah akan liburan.


selalu bergandengan tangan mengelilingi mall.


aisyah : "apa gak berlebihan mas kita begini? " (sambil malu-malu)


dani : " gak. sama istri inih " (mengeratkan gandengan)


dani : "aku akan memamerkannya"


mendengar jawaban suaminya aisyah pun menempel pada dani sambil mengelus tangan dani. sambil nunjuk-nunjuk toko ingin di kunjungi.


aisyah : "ke foodmart mas, buat keperluan bekal besok"


dani : "ok istriku" (sambil nyubit hidung aisyah)


aisyah : "ya udah mas ambil keranjang aku masuk duluan wkwkwk" (sambil mendorong dani)


dani : "ikh kok jadi nakal yah sekarang. baiklah" (*tapi tetap tersenyum meski kesal atas jail istrinya yang telah mendorongnya)

__ADS_1


ke mana ia pergi, kok cepat sekali*. sambil celingak-celinguk mencari aisyah ternyata di jajaran makanan ringan.


aisyah : "mas, kita kan cuman paling dua maleman kali ya. berarti gak usah banyak-banyak belinya"


dani : "kata siapa?. kita akan liburan lama"


aisyah : "lama? "


dani : "yah lama, aku pengen maen lama sama kamu yang"


aisyah : "ya udah" (senyum malu sambil ambil tiga snack lagi di masukkan ke keranjang dan meninggalkan dani"


dani : "yang tunggu. kenapa di tinggal lagi"


untungnya suara dani lirih mengucapkan sayang. kalau keras mungkin akan jadi pusat perhatian dan langsung mengejar aisyah.


dan akhirnya sudah di kasir dan keluar dari foodmart. lalu jalan lagi dan langkah dani tethenti menabrak aisyah yang berhenti mendadak.


dani : "eikh de, mas mau nyimpen barang dulu ya"


aisyah : "mamang suruh masuk aja mas, bisa ga?


dani : "bener juga ya, ya mas nelfon mamang dulu"


belum juga selesai nelpon aisyah sudah masuk di sebuah apotik. setelah menyerahkan barang ke mamang dani pun menyusulnya masuk.


aisyah : "mas, apa kita perlu ini? " (ekspresi polos)


dani : "sepertinya perlu " (senyum nakal)

__ADS_1


ternyata dani senyum nakal dan mungkin pikiran sedikit mesum dengan polosnya aisyah menunjuk testpack.


BERSAMBUNG


__ADS_2