penantian indah

penantian indah
Episode 73


__ADS_3

Tanpa di sadari dani, aisyah menyandung batu karena selalu memandang tangannya yang saling bergadandengan. Mungkin jika itu di ceritakan pada dani akan menurunkan harga diri wanita kali ya..wkwk.


Tangan yang mengalung di leher dengan menenteng sendal swallow. Tangan dani pun menopang tubuh kecil di punggungnya. Dagu asiyah tergesek-gesek tengkuk dani yang membuatnya ia sedikit geli.


Aisyah : “maaf ya mas…”


Dani : “kamu kan gak salah apa yang harus di maafkan”


Aisyah : “kan udah ngerepotin mas”


Dani : “yang ada mas seneng kali, menggendong kamu”


Aisyah : “nanti tak pijitin deh punggungnya”


Dani : “haha…emang udah berani megang tubuh saya”


Aisyah : “yah kan mas nya pake baju”


“Pemandangannya indah juga ya mas, aku baru pertama kali bermalam di pantai begini. Tapi ngomong-ngomong yang lainnya ke mana mas?”. Aisyah yang terus menyeloteh.

__ADS_1


“yang lainnya lagi sibuk bikin dede” goda dani sambil memalingkan wajahnya ke belakang membuat wajah mereka saling bertemu sangat dekat,


Aisyah langsung membenamkan wajahnya ke punggung dani.


Aisyah : “apaan sih mas, becanda nih”


Dani hanya tersenyum nakal sembari memandang ke depan agar aisyah tak tau wajahnya yang sudah seperti kepiting rebus memberanikan diri mengucapkan seperti itu. Sesampainya di kamar aisyah pun menepati janjinya


yakni memijiti suaminya, dani. Ia pun terlelap oleh sentuhan aisyah.


Keesokan harinya semua rekan-rekan dan dani mengemasi barang-barangnya karena liburan sudah selesai. Tapi dani izin untuk tidak ikut rombongan karena ia ingin ke rumah orang tuanya dahulu yang ternyata tidak terlalu jauh dari tempat liburannya ini.


Dani : “ayo naik de, kita sunmori an”


Aisyah : “bukannya jauh rumah mamah mas”


Dani : “iyah paling dua jam lah”


Aisyah : “hhmm, mantes nyuruh ade pake celana”

__ADS_1


Dani : “hehe, biar safety de kalau pake celana”


Dani memakaikan helm ke aisyah dengan rapi lalu menyubit hidungnya karena gemes sendiri dengan istrinya. Lalu Aisyah naik motor di belakang dengan memegang pundak dani untuk menopangnya. Setelah duduk dani mencari tangan aisyah untuk berpegangan ke pinggangnya.


Aisyah : “iih mas daani”


Dani : “takut kamu jatuh”


Meski pendengaran mereka kurang jelas karena memakai helm sepertinya pembicaraan mereka tetap asyik. Asiyah berusaha memahami perkataan dani dengan menyimpan wajahnya di pundak dan dani setiap berbicara menoleh ke pinggir agar terdengar oleh aisyah. Mereka membicarakan apapun yang di lihatnya sepanjang jalan dan dani menjadikan lelucon setiap apa yang mereka lihat membuat mereka tertawa Bersama apalagi aisyah tak bisa menahan tawanya. Sesekali di lampu merah dani mengelus lutut aisyah. Mungkin itu bentuk sikap perhatian kali ya. Dan aisyah pun membalasnya dengan menggelitiki perut dani dengan tangannya yang tersimpan di dalam jaketnya.


Tiba-tiba…


Ada sebuah mobil mencegat motor mereka, karena dani mengendarai dengan kecepatan tinggi membuat ia menabrak mobil yang menghadangnya dan mereka pun terjatuh. Kepala mereka pun terbentur ke jalan aspal.


Meski memakai helm karena benturan itu keras dani dan aisyah merasakan sedikit pusing. Pandangannya yang masing remang-remang sudah ada orang-orang yang memakai hitam-hitam di hadapan mereka.


 


terima kasih readers

__ADS_1


__ADS_2