
pada pertengahan tahun ini, Aisyah memulai hidupnya...dengan seorang diri di kota nya...karena Aisyah orang pegunungan dan kini kuliah di tengah-tengah kota yang penuh keramaian. Aisyah ke terima di jurusan jurnalistik. ia tinggal di pondok dekat dengan kampusnya. karena dia sudah nyaman dengan kehidupan pondok an.
pada hari pertama Aisyah ke kampus masih merasa asing karena tidak ada yang di kenal. dia langsung menuju stand daftar ulang pada jurusannya yaitu jurnalistik. setelah daftar ulang dan check in pastinya kan mendapat buku panduan acara yang akan di adakan jurusannya dan kampus. lalu Aisyah berjalan lagi ke stand-stand UKM, dan ia memilih UKM lembaga dakwah Islam dan UKM yang mendukung pada jurusannya yaitu UKM jurnalistik.
ketika di stand Aisyah berkenalan dengan Dewi namanya. akhirnya Aisyah mempunyai teman baru. Dewi pun seorang diri seperti Aisyah.
Aisyah : "hai..." (sambil senyum ramah)
Dewi : "hai juga...kamu jurusan jurnalistik juga?
Aisyah : "Iyah...boleh kenalan?" (sambil menyodorkan tangan)
Dewi : "aku Dewi...nama kamu siapa?"
Aisyah : "aku Aisyah...mhehe...kamu tinggal di mana?
Dewi : "aku tinggal sekitar kampus...itu yang mau menuju pantai... kalau kamu?
Aisyah : "aku dari desa jadi aku mondok sekitar kampus".
__ADS_1
Dewi : "mashaa Alloh...orang Solehah nih" (dalam bathinnya)." ya udah ayo kita jalan-jalan sekitar kampus.
**
suasana di kairo lumayan cerah menepis wajah tampan dan bersinar itu siapa lagi kalau bukan dani. ia mengambil jurusan syariah wal qonun. di sini, beda dengan di Indonesia, Dani sudah memulai kuliahnya bersama dosen-dosen profesional. dan lingkungan yang ambisi jadi kebanyakan individualis. Dani pun ikut ikatan mahasiswa Indonesia yang kuliah di Kairo.
truuttt...truuttt
ibu tia : "nak, gimana kuliah kamu di sana?"
Dani : "Alhamdulillah lancar ma,"
Dani : "inshaa Alloh mah, minta doanya ajah ya ma, assalamualaikum"
ibu tia : "waalaikumussalam,"tuh anak yah ga tau mamahnya kangen aja, mungkin dia sibuk (dalam bathinnya).
ibu tia yang hanya memiliki satu anak yakni Dani saja. dia merasa sangat kesepian penuh dengan kesendirian di rumahnya. secara suaminya jarang pulang, yang pulangnya hanya seminggu sekali atau sampai-sampai sebulan sekali itu pun hanya sebentar hanya beberapa hari saja. ayahnya Dani berprofesi sebagai hakim yang tempat pekerjaannya di pengadilan, sehingga sibuk di luar. namun bisnisnya pun tak kalah saing yang di miliki oleh bapaknya Dani. wajar saja, kebutuhan Dani itu sangat bahkan lebih dari terpenuhi. karena ia hanya anak mata sewayang keluarga sempurna itu.
**
__ADS_1
"ya Alloh, sedang apa yah Dani di sana ? Tuhan tolong sampaikan rinduku padanya. semoga kau di sana menjadi orang yang sukses. aku menjaga perasaan ini sampai jodoh kita telah datang masing-masing. sulit bagiku untuk melupakanmu...butuh waktu yang lama dan usaha yang keras untuk melakukan itu."
lamunan Aisyah pun buyar ketika Dewi menepak bahunya. dan menyodorkan air kepada Aisyah. mereka yang sedang duduk di tepi danau;
Dewi : "kamu ngelamunin apa?"
Aisyah : "aku gak ngelamunin apa-apa kok"
Dewi : "terus kamu pasti lagi mikirin sesuatu ya?"
Aisyah : "kalau sedang merindukan seseorang tuh harus gimana sih?"
Dewi : "ya ngomong aja...kontek orangnya lakh"
aisyah : "mereka sudah di alam bahagia" (senyum menuju langit)
Aisyah mengalihkan pembicaraannya dari apa yang di pikirkan tadi😆
BERSAMBUNG🌸
__ADS_1