penantian indah

penantian indah
BAB 26


__ADS_3

kamar yang begitu megah dengan tema modern estetik...kini hancur berantakan guci-guci ratusan juta pun pecah...terdapat pemuda murung merunduk di pojok memegang kepalanya. ia sangat frustasi. hingga teriakannya membangunkan seseorang di sebelah. ialah Rian, ia sangat kecewa wanita yang ia kagumi lama telah di lamar orang lain. neneknya pun menghampiri ke kamar cucunya yang tak terkunci ;


nenek : "ya ampunnn....cu...kenapa berantakan begini nenek takut..kamu tuh kenapa? (sambil mendekati Rian)


Rian : tak menjawab


nenek : " bercerita lah pada nenek...kau kan hanya punya nenek di sini...nenek sangat khawatir terhadapmu"


Rian : "nek..." (hanya memeluk)


nenek : "ya sudah tenangkan dirimu dulu nanti kalau udah mendingan kalau udah tenang kamu baru bercerita ke nenek yah"


hingga malam pun tiba, waktunya makan malam Rian tidak turun ke ruang makan. nenek pun khawatir, ia menyuruh pembantunya membawa makanan ke kamar cucunya, pembantunya terkejut dan berteriak kepada neneknya,


"nek, den Rian panas tinggi nyah" (teriak pembantu sambil berlari ke kamar nenek)


"ya udah bi panggilin pak supir bantuin saya bawa Rian ke rumah sakit" (perintah nenek)


"baik nyah" (tutur pembantu)

__ADS_1


di larikan lah Rian ke rumah sakit dengan VVIP, nenek sangat khawatir, wanita lansia itu selalu berdoa ketika cucunya sedang di periksa oleh dokter. setelah dokter keluar dari ruangan. nenek sangat antusias menanyakan cucunya kepada sang dokter, dan dokter mengutarakan bahwa cucu nenek sedang mengalami depresi berat, jadi fisiknya melemah karena tidak mendapat asupan apapun. saran saya, coba nenek pertemukan pasien dengan seseorang yang selalu pasien sebut. agar sedikit menghilangkan depresinya meski tidak total.


"memangnya cucu saya menyebut-nyebut siapa dok?" (nenek bertanya)


"kalau saya tidak salah dengar itu Aisyah" (ujar dokter)


"ouh gadis itu yang pernah menyelamatkan saya dok dan juga pernah di tabrak oleh cucu saya dok" (penjelasan nenek)


"ouh ya mungkin gadis itu, yang selalu ia sebut-sebut" (ujar dokter)


"apakah saya boleh menengok cucu saya dok?" (nenek memohon)


"ya silahkan nek" (dokter mempersilakan)


namun karena nenek sudah lansia ia sudah mudah sekali lelah, nenek meminta tolong kepada sekretarisnya Rian untuk menunggu bosnya di rumah sakit dan meminta data tentang Aisyah.


**


keesokan harinya, nenek mencari-cari Aisyah demi cucunya tercinta. sampailah di sebuah perkampungan, supir pun menanyakan rumah Aisyah hingga sampai lah di depan rumah sederhana. Aisyah pun terkejut melihat nenek yang ia tolongi dahulu tau rumahnya , dari dalem rumah Aisyah spontan berteriak ;

__ADS_1


Aisyah : "nenek" (sambil menghampiri lalu mencium tangan nenek)


nenek : mantes aja cucu saya depresi berat anaknya baik banget ginih (gumam nenek)


Aisyah : "nenek? kenapa? jelek yah rumahnya...hehe" (sambil menuntun nenek ke dalem rumah)


nenek : "gak kok nak...nenek tuh pangling aja ke kamu nak" (sambil senyum)


Aisyah : "duduk nek, nanti tak panggilin uwa saya"


nenek : "ayah ibu mu ke mana nak?"


Aisyah : "sudah bahagia di sana nek" (mata berkaca-kaca)


nenek : "maaf ya nak, nenek Ndak tau"


Aisyah : "ya gak papa nek"


tak lama uwanya menghampiri nenek dan Aisyah yang membawa minuman. nenek pun mengutarakan maksud kedatangannya jauh-jauh dari kota ke tempat Aisyah tinggal. Aisyah pun sangat terkejut mendengar cerita nenek.

__ADS_1


*bagaimana kelanjutannya yah? setelah Aisyah tau keadaan Rian begitu gara-gara dia dan bagaimana ekspresi Dani jika mengetahui nya?


BERSAMBUNG🌸


__ADS_2