penantian indah

penantian indah
episode 66


__ADS_3

pagi ramai akan ucapan selamat pagi begitu juga fatimah menyapa sepupunya di meja makan. mereka mengenakan baju santai karena dani sudah libur kampus sedangkan aisyah belum dapat job wawancara lagi.


setelah makan biasanya mereka mengobrol santai untuk menambah keakraban.


aisyah : "mba fat, besok aisyah sama mas dani mau liburan"


fatimah : "kok gak di ajak" (pasang muka sedih)


Dani : "ini dalam kegiatan kampus dalam rangka mempererat silaturahim antar dosen" (wajah datar)


Aisyah : "gak papa kan mba? "


Fatimah membalas dengan senyuman tapi hatinya dongkol.


Ntar kalau dia ikut, di kira beristri dua saya. Gumam dani jengkel.


**


Di rumah sebelah pun sama dalam nuansa kehangatan sarapan yakni tuan rian dengan neneknya.


Nenek : "tumben ian, sarapan sama nenek" (sambil senyam senyum)


Rian : "iyah, kangen nenek"


nenek : "nih cu, sarapan yang banyak yah" (sambil menyimpan roti di piring rian)

__ADS_1


rian : "makasih nek"


suasana menjadi hening karena fokus makan meniminalisir obrolan. setelah selesai makan duluan nenek membuka perbincangan dengan cucu nya yang masih menghabiskan sarapannya.


nenek : "kamu kapan nikah?, umur nenek udah bonus loh".


mendengar pertanyaan neneknya rian tersedak dan langsung mengambil air minum.


setelah tenang rian mencoba menjawab.


rian : "nenek jangan bicara begitu" (mata berkaca-kaca)


nenek : "mengusik rumah tangga orang lain itu gak baik cu. jangan sampai melakukan tindakan hina itu ya cu. "


nenek : " tania sudah cerita semuanya ke nenek cu"


akh sial. awas kau tania, kau berkhianat pada bosmu. akan ku beri pelajaran nanti. gumam rian dengan muka marah tapi menoleh ke sembarang arah.


melihat ekspresi rian. nenek pun menasehatinya lagi.


"jangan marahi tania cu. nenek sendiri yang minta. nih ya cu, aisyah itu wanita baik tania juga baik tapi aisyah itu sudah memilih pilihannya. kamu harus terima itu". dengan intonasi pelan nenek menasehati rian.


"ya nek, aku tidak ngapa-ngapain tania dan mencoba melupakan aisyah". rian sambil beranjak pergi tak lupa mencium tangan nenek.


**

__ADS_1


sesampainya di kantor riann langsung mencari sekretarisnya. tapi ia tak menemukan tania. lalu muncul pesan di hpnya, ternyata pesan dari tania bahwa ia tak bisa masuk kerja hari ini di karenakan sakit.


dia tahu an sekali ya, kalau mau di hukum sama saya. ok gak papa, bisa besok. pokoknya harus ngasih pelajaran. berani-beraninya ia menceritakan semua ke nenek. nada gerutunya sendiri.


tuhkan jadi lupa, kan mau nanya sosok tania ke nenek. argh jadi kata-kata nenek terngiang-ngiang mulu. masih menggerutu.


rian yang kalut dalam memikirkan masalahnya terbuyarkan oleh staffnya yang mengetuk pintu, lalu di persilahkan masuk. ia memberi tau bahwa 15 menit lagi meeting.


rian menjawab singkat. "ok"


saat staff ingin menutup pintu, rian menghentikannya.


"eu eum...tolong pesankan bunga di selipi pesan get well soon". sedikit aneh rian dengam ucapannya.


staff menjawab, "untuk siapa pak? "


"untuk sekretaris saya, jangan cantumkan pengirimnya siapa yah". tegas rian.


"baik pak". staff nya tersenyum aneh. ekek.


sejak kapan ya pak rian perhatian sama karyawannya. biasanya beliau hanya mengirim ke jurnalis itu. kalau kaya gitu seperti manusia biasa gak dingin. staffnya tersenyum bahagia kayanya melihat perubahan sikap bossnya.


kok saya jadi perhatian ma sekretaris saya sendiri. rian keheranan sendiri.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2