
hari yang sangat membahagiakan dan membanggakan bagi mahasiswa yang selesai studinya dan akan melanjutkan studi nya. di mana mereka mengenakan kebaya dengan anggunnya dan kaum adamnya dengan gagah menggunakan kemeja putih sucinya. namun tidak untuk Aisyah, ia malah bersedih karena ketika temannya di dampingi oleh orang tuanya ia hanya seorang diri kecuali walinya dari pondok yang ia tinggali, dan juga sepupunya. uwa nya sudah lanjut usia, sehingga sulit untuk melakukan perjalanan jauh. maka dalam acara wisuda hari ini Aisyah hanya di dampingi sepupunya dan teman-temannya. gak mau melewatkan kesempatan emas ini, Rian langsung memesan bucket bunga yang ukuran besar dan di dalamnya di selipi coklat. dan ia juga menyimpan rapih sebuah cincin di balik jasnya.
ketika Aisyah maju ke depan untuk menerima penghargaan, karena mendapat IPK sempurna. saat sambutan orang-orang yang di dalam gedung pun pecah akan tangisan. bagaimana ia berjuang hidup saja sudah begitu keras apalagi sampai berdiri di sini sebagai wisudawan yang sudah bergelar. ia selalu menyampaikan betapa rindu dan terimakasihnya kepada orangtua. orang-orang di dalam gedung reflek memeluk orang tuanya masing-masing setelah mendengar sambutan dari Aisyah.
__ADS_1
Aisyah sudah tidak kuat menahan air matanya, meski di depan tadi ia sudah berderai air mata.
Rian pun langsung mencari Aisyah yang lari dari panggung entah ke mana. ia merasa terenyuh akan sambutan Aisyah. karena Rian pun hanya memiliki seorang nenek. namun ia tidak menemukan Aisyah. Rian pun bertanya kepada dewi, temannya Aisyah. Dewi memberitahu kalau Aisyah berdiam diri di tepi danau kampus, namun setelah di danau Rian tidak menemukan siapa pun. Rian pun bertanya kembali kepada dewi. dan Dewi memberi ide untuk melihat lokasi Aisyah dari hp nya. lalu Dewi pun memberi titik lokasi kepada Rian.
__ADS_1
"ayah ibu, ini Aisyah sudah memakai toga ini ijazahnya ayah ibu...semua ini hanya lah untuk kalian ...Aisyah rindu...Aisyah pengin foto senyum di wisuda aisyah...foto bareng sama ayah ibu...namun itu tidak mungkin...Aisyah hanya ingin bertemu sama ayah ibu meski dalam mimpi ...mari kita saling berbagi kebahagiaan meski dalam mimpi. " Aisyah menangis sejadi-jadinya.
Rian pun tak berani untuk langsung menemui Aisyah. setelah Aisyah kelihatan sedang berdoa. baru lah Rian mendekati Aisyah. dengan mengelus pundaknya. Aisyah pun terkejut. namun mereka sudah berteman Aisyah pun bersikap biasa saja. Rian pun mengurungkan niatnya untuk melamar Aisyah dengan melihat keadaan Aisyah yang sangat bersedih. Rian hanya menawarkan pulang pada aisyah. Aisyah menjawab dengan hanya menunduk yang sedang menghapus air matanya. Aisyah berjalan seperti orang sempoyongan dan tak lama ia terjatuh pingsan dan langsung di sanggah oleh rian, Rian pun panik dan khawatir, ia langsung membawa ke dalam mobilnya dengan kecepatan tinggi Rian mencari rumah sakit terdekat. dalam perjalanan Rian sempat membenarkan hijab Aisyah yang menutup wajah kemerah-merahannya. dan memandang wajah Aisyah yang membuatnya jatuh hati. sesampainya di rumah sakit, ia langsung membawa Aisyah ke keranjang roda.
__ADS_1
"hanya waktu pingsan begini Syah, kamu bisa dalam genggamanku...jika kau bangun kau pasti marah dan memukuliku" (batin Rian ketika membawa Aisyah dengan kedua tangannya)