Pendekar Agung

Pendekar Agung
Ch.11 - Meninggalkan Sekte Teratai (2)


__ADS_3

“Saudara Feng, kemana tujuan kita?”


Gao Gao bertanya dengan rasa ingin tahu. Matanya yang sebesar bola menatap Xu Feng dengan penuh antisipasi. Baginya, kepergian mereka merupakan awal dari petualangan baru.


“Itu.. Aku masih belum memutuskannya. Yang terpenting adalah menjauh dari jangkauan kota Batu Hitam.”


Xu Feng menggelengkan kepalanya dan menjawab dengan nada pelan.


“Aku benar-benar tidak mengerti keputusanmu. Apa yang salah? Apa yang terjadi sebenarnya?”


Tanya Gao Gao, masih bersemangat.


“Tidak sekarang.. Nanti saja.”


Xu Feng hanya bisa tersenyum dan menepuk pundak Gao Gao. Orang ini benar-benar menganggap semuanya sebagai hal yang baru. Rasa penasarannya benar-benar tinggi.


“Ayo.. Kita harus bergegas!”


Dengan dorongan sederhana, mereka bergegas pergi.


Beberapa jam kemudian mereka meninggalkan kota Batu Hitam dan memasuki hutan belantara. Pepohonan tinggi dan rembun berdiri di sepanjang kedua sisi jalan.


Pada awalnya mereka masih sering bertemu dengan rombongan pelancong dan pedagang. Namun semakin mereka menjauh, semakin sedikit pula orang-orang yang mereka temui.


“Saudara, aku sudah kelelahan..”


Kata Gao Gao lemah. Dia menjulurkan lidahnya dan bernapas terengah-engah. Tubuhnya yang berlemak benar-benar sebuah kutukan untuk perjalanan panjang seperti ini.


“Ahh aku semakin merindukan seekor tunggangan, akan lebih baik jika itu adalah Kuda Putih”


Mata Gao Gao kembali menyala. Impian barunya menyalakan semangatnya.


“Tapi itu mahal dan langka..”


Kepalanya tertunduk, impiannya datang dan pergi secepat itu.


“Anda..”


Xu Feng ingin tertawa melihat pria gemuk itu berbicara dengan dirinya sendiri. Dia tidak bisa mengikuti pola pikirnya.


“Jangan khawatir.”


Xu Feng menepuk pundaknya. Dia memberitahunya bahwa suatu saat nanti dia akan memberinya tunggangan yang luar biasa.


“Sungguh?”


Mata Gao Gao berkilat dengan kegembiraan. Dia tidak ragu tentang apa yang Xu Feng katakan. Dia selalu percaya padanya.


“Sungguh..”


Xu Feng mengangguk.


“Tapi pertama-tama cepatlah naik ke Tahap Pertama!”


Xu Feng memberikan syarat, menyebabkan tubuh pria gemuk itu bergetar.

__ADS_1


“Ini.. Apakah syaratnya bisa diganti?”


Gao Gao bertanya ragu.


“Hehehe maka lupakan saja janjiku”


Xu Feng memalingkan muka. Mengenai hal ini, dia sedikit tidak berdaya. Gao Gao sebenarnya terbilang jenius karena mempunyai bakat Lingkar Tiga, tapi anak itu sangat malas dalam berlatih.


Dia selalu berseru bahwa impiannya adalah menjadi pedagang dan membangun rumah lelang yang terkenal. Kultivasi adalah hal terakhir yang ingin dia lakukan.


Dari sudut pandang dunia ini, pikiran Gao Gao sangat aneh.


“Baiklah..”


Gao Gao menyerah. Untuk tunggangan impiannya, dia siap menempuh neraka yang disebut berlatih. Itu tekadnya.


Waktu semakin larut dan tidak ada lagi siapa pun yang mereka temui dalam perjalanan. Matahari sudah terbenam ketika mereka menemukan sebuah penginapan kecil di sudut persimpangan jalan.


Sebuah plakat kayu dengan tulisan ‘Bambu Kuning’ tergantung di atas pintu masuk penginapan.


Ada beberapa kereta kuda yang terparkir di halaman penginapan, sepertinya milik beberapa pedagang yang berkelana.


Di salah satu sudut terdapat kereta yang sangat mencolok dari yang lain. Eksterior gerbang didekorasi dengan indah dan terlihat mahal. Tunggangannya bukanlah kuda biasa melainkan dua binatang iblis bintang satu, Rusa Salju Dewasa!


Penampilan dari kereta itu jelas menunjukkan status pemiliknya.


Keduanya tidak bisa tidak melirik kereta itu selama beberapa saat.


“Kita akan menghabiskan malam disini”


“Apa kau serius? Kita bahkan tidak memiliki sepeserpun tael perak”


“Tenang saja, aku punya beberapa hal yang berguna.”


Xu Feng menunjuk kantong kain di pinggangnya dan melanjutkan dengan seringai menggoda


“Juga, kau masih punya beberapa batu spiritual..”


Mendengar itu, Gao Gao memutar matanya dan hampir berteriak. Dia hanya bisa menggertakkan giginya .


“Sialan, anda bahkan ingin menyia-nyiakan batu spiritual hanya untuk penginapan..


“Ini adalah satu-satunya hartaku untuk membuka usaha impianku!!”


Xu Feng pura-pura tidak mendengarnya dan berjalan menuju penginapan. Dari belakangnya, Gao Gao mengikuti tanpa daya dan hanya bisa menggerutu.


Meski jauh dari kota dan berada di hutan belantara, penginapan itu menjadi ramai karena kedatangan banyak tamu. Para pedagang dari berbagai tempat membuat suasana di penginapan itu penuh kehidupan di malam yang dingin.


Ketika Xu Feng dan Gao Gao melangkah masuk, kedatangan mereka menarik perhatian. Bagaimanapun, pakaian yang mereka pakai sangat lusuh dan terlihat seperti pengemis. Kecuali fakta bahwa keduanya membawa pedang.


Membandingkannya, para pedagang merupakan orang kaya dan pakaian mereka terlihat rapi dan bersih. Perbedaan seperti itu membuat keduanya terlalu mencolok di penginapan itu.


Xu Feng menghiraukan bisikan-bisikan di sekitarnya dan berjalan menuju meja resepsionis. Pelayan yang bertugas merupakan seorang wanita berumur 20-an. Wajahnya terlihat biasa-biasa saja dan tidak terlalu menarik kecuali lekuk tubuhnya yang lumayan menggoda.


“Permisi..”

__ADS_1


Xu Feng ingin memesan kamar namun segera diinterupsi oleh suara dingin wanita itu


“Kami tidak memberi makan pengemis!”


Suaranya membawa ketidakpedulian. Dia menatap Xu Feng dari atas ke bawah tanpa minat sebelum memanggil penjaga.


“Bawa mereka berdua keluar!!”


Xu Feng mengerutkan kening namun tidak mengatakan apa-apa. Dia menatap ke arah dua penjaga penginapan dan sedikit terkejut akan aura tahap pertama mereka.


“Sepertinya penginapan ini mempunyai sedikit latar belakang..”


Xu Feng sampai pada suatu kesimpulan. Dia tidak ingin memulai konflik baru dengan kekuatan yang tidak diketahui.


“Permisi nak..”


Salah satu penjaga tua menatap Xu Feng dengan rumit sebelum menghela napas dan menunjuk pintu masuk penginapan. Dia mencoba selembut mungkin.


Dia sepertinya bersimpati pada Xu Feng namun tidak berani melanggar peraturan.


“Kalian! Kami bukan pengemis!”


Gao Gao berteriak kesal dari belakang.


“Kamu..”


Penjaga muda terkejut sesaat dengan teriakan Gao Gao dan menghunus pedangnya. Dia ingin bergerak namun segera dihentikan oleh penjaga tua, menyebut bahwa tidak perlu bertindak berlebihan.


Penjaga muda itu sedikit tidak puas, keduanya mempunya posisi yang sama, tidak ada keharusan mematuhinya. Dia memandang Gao Gao dengan kejam.


“Bagus bagus, pengemis sepertimu sepertinya tidak lagi mengetahui tempatmu”


Gao Gao menghiraukan penjaga muda itu dan hanya mendengus dingin.


Dia sebaliknya menatap punggung Xu Feng. Dia sudah tahu bahwa Xu Feng berada di Tahap Kedua ketika mereka sedang dalam perjalanan ke tempat ini.


Kultivator Tahap Kedua sudah membawa beberapa status kemana pun mereka pergi. Itu bukan lagi hal yang bisa diabaikan kebanyakan orang.


Julukan pejuang tidak diberikan secara cuma-cuma.


“Saudara..”


Xu Feng memahami maksud Gao Gao.


“Lupakan saja.”


Xu Feng menghela napas dan melemparkan kantong kain yang ada di pinggangnya ke meja resepsionis.


“Aku ingin menukar ini dengan tael perak.. Seharusnya lebih dari cukup untuk membayar biaya penginapan.”


Tindakannya yang sederhana menyebabkan setiap orang tercengang. Bukan karena kantong kain yang dia lemparkan, melainkan karena aura yang dia pancarkan ketika melemparkan kantong itu.


“Bagaimana bisa?”


Para pedagang yang menikmati pertunjukkan terkejut dan berkeringat dingin. Dada mereka sesak seolah ada sebuah batu yang menekan tubuh mereka. Mereka hanyalah orang biasa, tekanan seperti itu membuat mereka sulit untuk bernapas.

__ADS_1


__ADS_2