
Sorakan bergema begitu keras dari penduduk Desa Xue, mereka telah diberitahu bahwa seorang ahli datang membantu mereka dan mengalahkan gerombolan Binatang Iblis.
Orang-orang yang menyaksikan pertarungan Xu Feng dari tembok kota menyebarkan berita itu di setiap sudut desa untuk meredakan kepanikan di hati setiap orang.
Ribuan orang mengalir keluar melalui gerbang desa seperti semut, mereka secara pribadi ingin menemui penyelamat mereka.
“Ini..”
Huo Tin tertegun ketika melihat apa yang terjadi di depan matanya, dia awalnya mengejar Xu Feng secepat mungkin karena khawatir tapi sepertinya kehadirannya tidak diperlukan, pemuda itu menyelesaikan semua masalah sendirian.
“Dia yang membunuh semua Binatang Iblis ini??”
Tetua keenam yang berada di sampingnya melongo menatap ratusan mayat Serigala Besi yang tergeletak di tanah. Apa yang membuatnya semakin terkejut adalah semua mayat berada dalam kondisi yang sama, kepala mereka semua terlepas.
“Semua potongan begitu halus, sepertinya mereka semua mati hanya dalam sekali tebasan. Apakah ini kekuatan sejati Senior Xu?”
Huo Tin bergumam tidak percaya, bagaimana bisa ada teknik pedang yang sedemikian menakutkan itu? Apalagi dia tahu bahwa ilmu pedang Xu Feng baru berada di tingkat dasar karena sebelumnya Xu Feng memberi tahunya sendiri ketika mereka melakukan sparing sederhana di Desa Tao.
Tingkat dasar apa! Huo Tin mengutuk dalam hati, dia yakin ilmu pedang Xu Feng seharusnya sudah berada di tingkat lanjutan, atau mungkin master.
Memikirkan itu menyebabkan bulu tubuh Huo Tin merinding, pemuda seperti apa yang bisa mencapai tingkat tinggi suatu teknik di usia yang sangat muda.
“Masa depan Desa Xue sangat cerah..”
Huo Tin mau tidak mau merasa iri, jenius seperti itu dapat dipastikan akan menjadi ahli yang sangat kuat di masa depan, siapa pun yang berada dalam lindungannya hanya akan hidup dalam kemakmuran dan kemasyhuran.
“Tuan ahli, terima kasih banyak!”
Xue Song memimpin ribuan orang dan berdiri di depan Xu Feng, dia bersujud dan membenturkan kepalanya tiga kali ke tanah, semua penduduk desa di belakangnya juga ikut bersujud.
“Terima kasih!!” Ribuan orang berteriak bersamaan, teriakan mereka menggelegar melalui udara.
__ADS_1
Suasana saat itu sangat khusyuk, banyak penduduk tidak lagi mampu menahan air mata mereka dan menangis tersedu-sedu. Xu Feng pada dasarnya menarik mereka dari gerbang kematian.
Banyak dari mereka yang telah kehilangan anggota keluarga dalam serangan Binatang Iblis, penderitaan dan kondisi tanpa harapan yang sudah mereka lalui itu adalah mimpi buruk setiap orang.
Perasaan dicekik dan dijemput oleh kematian secara perlahan adalah hal terakhir yang ingin mereka alami lagi.
“Terima kasih, terima kasih..” Xue Song, pemimpin tim pemburu yang telah melihat banyak hal juga tidak lagi kuasa menahan air matanya.
Tepat di depan matanya, dia melihat putra satu-satunya tewas dicabik oleh Serigala Besi.
Jika bukan karena tanggung jawab yang dia emban, Xue Song hampir menerjunkan diri dalam gerombolan Binatang Iblis karena amarah dan balas dendam.
Dia hampir menjadi gila jika bukan karena saudara-saudara seperjuangannya menampar pipinya dan menyadarkannya dari pikirannya yang bodoh.
Orang tua itu terus-menerus menundukkan kepalanya dan menggumamkan kalimat terima kasih tanpa henti. Suaranya sangat serak dan pilu, dia menangis seperti anak kecil, orang tidak bisa membayangkan kesedihan seperti apa yang sedang dialami hatinya.
“Kalian..”
“Senior Xu, anda tidak boleh membiarkan mereka terus bersujud seperti itu.”
Huo Tin tiba-tiba muncul di samping Xu Feng dan menepuk pundaknya yang segera menyadarkan Xu Feng dari pikirannya yang kosong.
Xu Feng mengangguk pelan dan menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan hatinya, dia menatap ribuan orang di depannya dan berteriak
"Semuanya! Tolong hentikan tindakan anda, desa masih membutuhkan bantuan anda, jangan biarkan mayat para pahlawan yang gugur menerima perlakuan seperti itu. Kita perlu memperlakukan mereka dengan hormat!”
Teriakan Xu Feng segera membangunkan mereka dari kesedihan, apa yang dia katakan benar, mayat keluarga mereka masih tergeletak dingin di sekitar desa.
“Tolong kremasi mereka sebagai penghormatan terakhir.” Xu Feng menambahkan, dia adalah jiwa yang berasal dari Bumi, penghormatannya terhadap setiap nyawa pahlawan lebih dari yang bisa dibayangkan oleh orang-orang di dunia ini.
Mereka adalah jiwa-jiwa yang tangguh dan tegar dalam menghadapi kematian untuk melindungi kehidupan di belakang mereka, sosok seperti itu layak mendapat rasa hormatnya.
__ADS_1
Setiap penduduk desa segera bangkit ketika mendengar ucapan Xu Feng, mereka berjalan terhuyung-huyung dan kembali ke desa dengan penuh kesedihan.
“Tuan..” Xue Song berdiri dengan susah payah, dia ingin mengatakan sesuatu namun segera diinterupsi oleh Xu Feng.
“Tidak perlu ada kata lagi!” Xu Feng melambaikan tangannya, “Aku ingin agar anda menemukan lahan yang kosong untuk menguburkan mereka, dan juga temukan pemahat terampil, aku ingin membuat sebuah monumen pahlawan untuk mereka yang sudah mati.”
Huo Tin tercengang mendengar itu, dia tidak berharap Xu Feng akan datang dengan pemikiran demikian.
Monumen pahlawan? Hanya orang-orang bergengsi yang layak mendapat penghormatan seperti itu, belum pernah dia mendengar ada orang yang berniat membangun monumen untuk rakyat biasa.
“Tuan, bukankah ini sedikit berlebihan?”
Xue Song bertanya dengan bingung, apa yang Xu Feng katakan berada di luar pemikiran umum dunia ini jadi wajar jika Xue Song merasa sedikit aneh.
“Tidak ada yang berlebihan, mereka layak untuk itu.” Xu Feng menjawab dengan nada serius, dia menekankan untuk tidak mempertanyakan lagi apa yang dia katakan.
“Baik tuan!” Xue Song mengangguk patuh. Meski dia bingung mengapa Xu Feng, orang dari luar desa mereka sangat memedulikan mayat anggota desanya, dia tidak bertanya lebih jauh lagi.
Xue Song tidak ingin mengecewakan keinginan penyelamat mereka. Rasa hormatnya terhadap Xu Feng naik begitu tinggi.
“Aku terkadang tidak bisa mengikuti pikiran anda..” Huo Tin menghela napas ketika menyaksikan kepergian Xue Song, pemuda itu sepertinya lebih rumit dari perkirannya.
“Setiap nyawa martir adalah berharga, anda tidak akan pernah bisa menghargainya selama belum mengalaminya.” Xu Feng menggumamkan kalimat terkenal yang pernah dia dengar dulu di internet, dia merasa bijak untuk sesaat.
“Hahaha setiap nyawa martir adalah berharga yah..” Huo Tin tertawa kering, dia jatuh dalam pemikiran yang mendalam. Dia mencoba memaknai kalimat Xu Feng.
Tidak lama kemudian, Gao Gao dan yang lainnya menyusul. Ketika mendengar apa yang terjadi dari mulut Huo Tin, semua orang menatap Xu Feng dengan takjub.
“Sudah kubilang! Kalian terlalu tidak percaya padanya!”
Gao Gao mencibir dari samping dan menunjuk-nunjuk Xu Feng, dia kesal jika ada orang yang tidak mempercayai saudaranya sepenuhnya. Apa sih susahnya percaya padanya?
__ADS_1