
Di salah satu gubuk kecil di Sekte Teratai, seorang pria terlihat berdiri seperti patung, matanya tertutup dan tubuhnya tidak bergerak.
Irama napasnya begitu pelan tapi stabil.
Anak tersebut tetap berada dalam posisi patung selama beberapa saat sebelum perlahan-lahan membuka matanya. Dalam tatapan yang tajam, tubuh anak itu tiba-tiba berubah buram seperti bayangan dan bergerak dengan kecepatan yang menakjubkan.
Dalam sekejap, anak itu berpindah posisi dari tempatnya semula. Orang biasa bahkan tidak akan bisa mengerti apa yang sedang terjadi. Kecepatannya bergerak terlalu cepat untuk ditangkap oleh mata orang biasa.
Yang bisa mereka lihat hanyalah siluet buram yang bergerak seperti angin.
“Jarak yang bisa ditempuh di tingkat dasar sekitar dua meter yahh..”
Xu Feng segera memahami kemampuan dari Teknik Langkah Bayangan setelah mencoba mempraktikkannya. Meski jarak yang bisa ditempuh hanya dua meter dari posisinya semula, kemampuan ini sudah terbilang sangat menakutkan.
Bahkan seorang kultivator tahap dua akan kewalahan mengikuti kecepatan gerakan seperti itu. Seperti yang disebutkan sebelumnya, perbedaan kekuatan antara kultivator yang memiliki teknik dan yang tidak seperti langit dan bumi.
“Langkah Bayangan hanya di ranah dasar dan sudah membawa peningkatan sebesar ini, pantas saja setiap kultivator mati-matian mencari dan mempelajari teknik sebanyak yang mereka bisa.”
Xu Feng berseru dalam hatinya. Dia akhirnya memahami seberapa penting sebuah teknik untuk menunjang kemampuan bertarung seseorang.
Tok..Tok..Tok
Suara ketukan tiba-tiba membangunkan Xu Feng dari pikirannya. Dia membuka pintu dan yang menyambutnya adalah seorang pria gemuk dengan wajah yang lucu. Bola matanya sebesar kelereng dan pipinya begitu tebal.
Dia mengusap wajahnya menggunakan lengannya yang kotor dan matanya yang bulat menyipit setelah melihat Xu Feng.
“Terimakasih Dewi, kau berhasil kembali dengan selamat! Aku pikir cerita persaudaraan kita sudah berakhir sejak kau memutuskan untuk pergi ke Hutan Seribu Malam!”
Pria gemuk itu terisak bahagia setelah melihat saudaranya baik-baik saja dan tanpa sadar melemparkan tubuhnya ke arah Xu Feng.
“Enyah!”
Xu Feng segera menghindar dan mendorongnya menjauh hingga terjatuh, dia merasa sedikit kesal.
“Cobalah untuk berhenti melakukan hal-hal aneh seperti itu dasar babi gemuk. Aku sudah lelah mengingatkanmu berkali-kali.”
Xu Feng mengeluarkan kutukan yang kasar tetapi nada dalam suaranya tidak seperti sedang memaki kesal seseorang.
“Hei hei ini menyakitkan kau tahu. Bisakah sekali-kali kau tidak menggunakan kekuatanmu?”
Pria gemuk itu meringis kesakitan sambil bangkit dari tanah. Dia menepuk-nepuk celananya yang berdebu dan mengumamkan sesuatu yang tidak jelas
“Kekuatan apa? Gao Gao, kau seharusnya bersyukur aku tidak menggunakan pedang untuk menebas kepala mu!”
Xu Feng tertawa terbahak-bahak melihat tampilan Gao Gao yang murung. Mereka berdua telah menjadi sahabat sejak kecil dan berada di desa yang sama sebelum bandit menghancurkan tempat tinggal mereka.
__ADS_1
Hubungan di antara mereka bahkan sudah seperti saudara kandung.
”Berhenti membual, pedang usangmu itu bahkan tidak akan bisa menembus daging ku!”
Gao Gao membusungkan dadanya tinggi-tinggi, seolah merasa bangga dengan tubuh gemuk yang dia miliki. Ketika dia melihat baju Xu Feng yang penuh dengan sobekan, rasa penasaran mengambil alih dirinya
“Apa yang sudah kau alami di Hutan Seribu Malam? Kondisimu sangat tragis.”
Xu Feng tersenyum tipis dan memutuskan untuk menceritakannya. Jika tidak, tuhan tahu seberapa lama gemuk ini akan menganggunya untuk itu.
Tentu saja, Xu Feng hanya mengarang cerita dan tidak mengatakan yang sebenarnya.
“Jadi begitu, kamu bertemu dengan serigala besi dan memutuskan untuk melarikan diri ya..”
Gao Gao menghela napas dan berbicara dengan berat, lalu menggelengkan kepalanya tak berdaya. Dia terlihat sangat emosional.
Xu Feng entah bagaimana merasa bahwa Gao Gao yang hanya pendengar lebih menghayati cerita yang dia buat daripada dirinya yang adalah pengarangnya.
“Umm ya kira-kira begitu. Omong-omong untuk apa kau kesini?”
Xu Feng segera bertanya untuk menghindari berlarut-larut dalam topik itu.
“Oh benar, aku melihat di papan misi kalau sekte ingin merekrut beberapa orang sebagai tim untuk memasuki Hutan Seribu Malam. Tujuannya untuk memperoleh beberapa inti binatang iblis fana bintang satu“
“Aku membutuhkan poin kontribusi sehingga aku memutuskan untuk bergabung. Saudara, apa kau ingin ikut?”
“Dan satu hal lagi…”
“Jangan mengambil misi ini! Intuisiku memberi perasaan yang tidak enak!!”
Wajah Xu Feng berubah serius dan menatap Gao Gao sungguh-sungguh. Dia tentu saja khawatir Gao Gao bertemu dengan para kultivator jahat.
Meski Gao Gao bingung, dia masih mengikuti keinginan Xu Feng. Dia jarang melihat sahabatnya seserius itu dan karenanya dia memilih untuk mengikuti sarannya.
Xu Feng mengangguk lega dan membicarakan beberapa patah kata lagi dengan Gao-Gao sebelum beranjak pergi dari gubuknya.
Prioritas utamanya adalah untuk mencari informasi mengenai siapa yang merencanakan pembunuhannya.
Dan Ciao Yi merupakan targetnya. Bagaimanapun, orang yang memberitahunya rumor adalah pria kasar itu. Dia pasti tahu sesuatu.
Tapi sebelum itu, Xu Feng mengambil sebuah pedang. Pedang itu adalah satu-satunya senjata cadangan Xu Feng dan kondisinya sangat buruk. Tapi setidaknya itu lebih baik daripada tidak sama sekali.
Xu Feng kemudian menyusuri area luar, mencoba mencari keberadaan Ciao Yi. Namun setelah beberapa jam, dia masih belum menemukan keberadaannya.
Dia sudah menyelusuri setiap sudut di area luar dan mengunjungi tempat tinggal Ciao Yi, tapi keberadaan pria itu seolah menghilang begitu saja.
__ADS_1
Satu-satunya tempat yang belum dikunjungi Xu Feng adalah aula misi.
“Sepertinya aku perlu membaca daftar murid yang mengambil misi hari ini..”
Ketika Xu Feng hendak menuju aula misi, dia tiba-tiba melihat seseorang yang agak familiar. Butuh beberapa saat bagi Xu Feng untuk mengenalinya.
“Bukankah dia adalah salah satu pengikut Ciao Yi? Sepertinya aku tidak perlu repot-repot ke aula misi.”
Xu Feng menyeringai dan segera menghampiri pria itu. Tidak ingin membuang waktu, Xu Feng langsung melepaskan aura kedua alam fana, yang menyebabkan murid-murid di sekitarnya segera merasakan tekanan.
Mereka semua menatap Xu Feng dengan kagum dan hormat. Di area luar, mereka yang mencapai tahap kedua alam fana sudah dianggap kuat. Tidak banyak murid luar yang berhasil menerobos belenggu dan maju ke tahap dua. Semua yang bisa, sudah dianggap berbakat.
“Kamu, kamu.. Bagaimana bisa?”
Pria itu, Ya Lan, menatap Xu Feng tidak percaya. Sesaat setelah dia merasakan aura dari seorang pejuang tahap kedua alam fana, dia segera mencari tahu asalnya.
Hanya saja, dia tidak menduga bahwa orang yang mengeluarkan aura itu merupakan seseorang yang dia kenal.
Tapi baru beberapa hari berlalu. Bagaimana bisa pria ini tiba-tiba berada di tahap kedua alam fana? Ya Lan tidak mengerti, dan dia bahkan tidak punya banyak waktu untuk berpikir karena Xu Feng sudah berdiri di depannya.
“Pergi ke mana bos mu?”
Xu Feng tidak bertele-tele dan langsung masuk ke dalam intinya.
“Umm senior, bos siapa yang anda maksud?”
Ya Lan menelan ludah dan sedikit gugup. Seorang pejuang tahap kedua bukanlah sesuatu yang bisa dia singgung.
“Berhenti membuang waktuku! Kau sudah tau siapa yang aku maksud!”
Xu Feng mengerutkan kening dan melepaskan auranya secara penuh, membuat Ya Lan linglung dalam sesaat. Meski perbedaan di antara mereka hanya satu tahap, tekanan yang kuat masih membebani Ya Lan yang adalah kultivator tahap pertama.
Perbedaan setiap tahap bukanlah lelucon.
“Aku akan mengatakannya! Aku akan mengatakannya!”
“Ciao Yi tidak ada di sini. Dia mengambil misi pagi-pagi sekali dan menuju Hutan Seribu Malam. Dan dia sepertinya tidak akan kembali hari ini.”
Ya Lan langsung bersujud dan berteriak memohon ampun. Keringat dingin sudah membasahi dahinya. Dia menumpahkan semuanya dengan jujur karena tidak ingin menjadi target kemarahan pejuang tahap kedua.
“Kamu lebih baik patuh seperti itu.”
Xu Feng mendengus dingin dan segera meninggalkan Ya Lan yang masih dalam keadaan bersujud. Pria itu tidak lagi berguna, sehingga Xu Feng tidak peduli lagi dengan keberadaannya.
Adapun balas dendam, Xu Feng bahkan tidak memikirkannya sama sekali. Bakat pria itu sangat buruk, tahap pertama mungkin sudah menjadi batasnya.
__ADS_1
Apa gunanya peduli pada semut?