
Pertarungan di antara Xue San dan Xue Tong kembali berlanjut, mereka bertukar pukulan hingga beberapa puluh kali, keduanya tidak menahan diri dan mengeluarkan semua kekuatan mereka.
Semangat juang mereka yang tinggi bahkan mempengaruhi pemuda yang lain.
“Teknik yang menarik..”
Xu Feng sedikit tertarik ketika pertarungan menjadi lebih lama, dia menemukan bahwa Teknik Pedang Angsa Putih mencapai keseimbangan yang hampir sempurna dalam dua aspek.
“Pelindung, anda ingin mempelajari teknik ini juga?” Xue Song menatap Xu Feng penasaran, dia menyadari ketertarikan Xu Feng terhadap teknik klannya.
“Tidak, aku sudah punya teknik pedang.”
Xu Feng menggelengkan kepala, meski tertarik, dia tidak ada niat mempelajari teknik pedang lain selain Teknik Pedang Surgawi. Xu Feng merasa hanya akan membuang-buang sumber daya, menggumuli dua ilmu pedang sekaligus juga tidak terlalu berpengaruh, terutama ketika dia sudah menguasai ilmu pedang tingkat tinggi.
Xue Song sedikit kecewa mendengarnya, dia awalnya berharap Xu Feng mau mempelajarinya. Mengingat bakat Xu Feng, mencapai alam master dan bahkan mungkin alam sempurna dari teknik itu bukan hal yang tidak mungkin, Xue Song berharap ketika saat itu tiba, dia dapat menerima pencerahan dari Xu Feng.
Namun sebelum Xue Song kecewa lebih jauh, Xu Feng tiba-tiba bertanya tentang teknik lain yang dimiliki oleh Klan Xue.
“Pelindung, ada tiga teknik di klan, selain dari Teknik Pedang Angsa Putih, kami juga punya Teknik Meringankan Tubuh dan Teknik Tubuh Baja.”
Xue Song menjelaskan bahwa teknik itu merupakan satu-satunya warisan berharga yang masih bertahan, dan juga merupakan pilar terakhir Desa Xue.
“Hm!?” Alis Xu Feng terangkat, dia tidak berharap Desa Xue akan memiliki Teknik Meringankan Tubuh yang terkenal, itu disebut sebagai salah satu teknik terbaik di antara banyak teknik.
Banyak kultivator yang sudah mengakuinya karena kegunaan dan kepraktisannya, baik dalam bertarung maupun dalam perjalanan panjang.
“Jika anda ingin, aku bisa membawamu melihatnya.”
Ding Xiang memahami ekspresi di wajah Xu Feng, dia segera mengajukan diri namun menerima penolakan dari Xu Feng dan berkata untuk tidak perlu terburu-buru.
Di sisi lain, pertarungan antar dua pemuda menjadi semakin sengit. Kekuatan antara Xue San dan Xue Tong seimbang, hampir sulit mengetahui siapa yang akan menang. Xue San lincah seperti belut, begitu licin dalam menyerang dan mencari titik lemah sedangkan Xue Tong stabil seperti gunung, tidak peduli apa yang datang, semuanya dihentikan begitu saja.
__ADS_1
“Dua karakterisitik yang berbeda, mereka mampu menggunakan Teknik Pedang Angsa Putih dalam caranya masing-masing.” Xu Feng menilai, dia sendiri mengakui kehebatan dan pemahaman mereka tentang suatu teknik.
“Xue San, kau kuat seperti biasanya.” Xue Tong menyeringai ketika mereka berpisah dan mengambil waktu sejenak.
“Hahaha Xue Tong, kau juga tidak mengecewakan.”
Xue San tertawa dan mengembalikan pujian, dia adalah tipikal orang yang tidak terlalu suka pujian, baginya itu hanya akan menjadi penghambat suatu saat nanti.
Namun berbeda dari Xue Tong, napas Xue San sedikit tidak stabil, dia sepertinya sudah mulai kelelahan.
“Gerakan yang mewah, tapi juga menghabiskan stamina.”
Xu Feng memahami alasan kelelahan Xue San, gerakan selincah itu tentu menguras staminanya dengan cepat. Berbeda dari Xue Tong yang hampir sederhana, tapi dibalik kesederhanaan itu mengandung suatu kepraktisan dan tidak membuang tenaga.
“Pemenangnya akan ditentukan sebentar lagi..” Ucap Xu Feng.
Xue Tong di sisi lain tertawa dan mulai mengambil insiatif dalam menyerang, dia segera menghampiri Xue San dan menebasnya dari samping. Xue San tidak bergeming, dia tanpa rasa takut menyambut serangan yang datang.
“Sekarang!” Mata Xue Tong berbinar, dia baru saja menangkap celah yang tidak sengaja dibuat oleh Xue San.
Dalam keyakinan teguh, Xue Tong tidak membiarkan kesempatan itu terbuang percuma dan segera mengayunkan pedangnya. Xue San tidak sempat bereaksi dan hanya bisa menatap pedang Xue Tong yang sudah ada di depannya.
“Aku menang..”
Xue Tong tersenyum ketika pedangnya kurang satu inci dari leher Xue San, dia akhirnya berhasil menyeimbangkan skor kemenangannya yang awalnya tertinggal satu dari Xue San.
“Hehehe jadi kita seimbang lagi yah..” Xue San tertawa kecil, ini adalah pertarungan mereka yang ke delapan puluh, dia tidak berharap keunggulan kemenangannya tidak akan bertahan lama.
“Staminamu menjadi semakin baik.” Xue San menghela napas ringan ketika Xue Tong melepas pedang dari lehernya, ada keinginan kuat di balik matanya.
Xue Song sangat puas atas persaingan di antara mereka, dia melihat kegigihan dan semangat untuk saling melampaui yang akan membawa hal baik pada diri mereka sendiri.
__ADS_1
“Penampilan yang luar biasa, kalian layak menyandang yang terbaik di desa.”
Xu Feng tersenyum dan menghampiri kedua pemuda itu yang segera menyebabkan wajah mereka memerah karena gembira.
Walaupun umur mereka berdua hanya satu tahun lebih muda dari Xu Feng, Xue San dan Xue Tong sebaliknya merasa seperti berdiri di hadapan Patriark mereka yang dulu, ada tekanan dan pancaran yang kuat yang berasal dari Xu Feng sehingga keduanya menghormati dan mengagumi Xu Feng terlepas dari umurnya.
“Tapi..” Xu Feng memandang Xue San dan mulai memberinya ceramah berdasarkan pengamatannya. Xu Feng menyadari bocah ini terlalu banyak menggunakan gerakan yang terlalu berlebihan yang hanya akan membebani tubuhnya dalam pertarungan.
“Daripada membuang tenagamu, cobalah untuk menyederhanakannya tanpa menghilangkan kekuatan di baliknya.”
Xu Feng kemudian memberinya contoh sederhana, dia melakukan berbagai gerakan yang hampir mirip dengan yang Xue San lakukan sebelumnya, namun dibalik semua itu semua gerakan mengalami perubahan di tangan Xu Feng.
Kelincahan dan kegesitan gerakan Xue San masih ada, tapi ada beberapa titik di mana Xu Feng menghilangkan atau mengganti gerakan yang tidak perlu untuk menyempurnakannya.
“Lihat? Seharusnya kau lakukan seperti ini.”
Xu Feng melakukan tebasan terakhir yang sederhana dan menciptakan udara yang meniup pakaian Xue San.
Xue San tercengang, dia tidak berharap gerakannya bisa dilakukan dengan cara seperti itu. Xue Tong di sisi lain iri, dia menatap Xu Feng dengan mata berbinar dan berharap memperoleh arahan yang sama.
“Terima kasih Pelindung!”
Xue San menangkupkan tangannya dengan gembira, dia mencoba meniru gerakan yang Xu Feng buat dan segera terkejut ketika menyadari perubahan seperti apa yang dibawanya.
Xue San merasa seperti setiap gerakannya tidak lagi menghabiskan banyak tenaga, setiap posisi dan kuda-kuda serta keakuratan tebasannya berada di titik yang tepat sehingga kekuatan di baliknya tidak hilang meski telah disederhanakan.
Xue San mau tidak mau terpesona, dia merasa ilmu pedangnya telah naik ke tingkat yang baru. Dia sepertinya melupakan semua yang ada di sekitarnya dan jatuh ke dalam keadaan fokus yang aneh. Xue San terus mengulangi setiap gerakan Xu Feng dan lambat laun menjadi semakin halus tanpa kaku sedikit pun.
“Hm!?” Alis Xu Feng terangkat naik sementara mulut Xue Song terbuka lebar, matanya bolak-balik antara Xu Feng dan Xue Song.
“Sial! Bocah ini akan menerobos ke alam dasar!” Xue Song mengumpat dalam hati, matanya terbelalak luar biasa ketika menyaksikan kejadian yang terjadi di depannya.
__ADS_1