Pendekar Agung

Pendekar Agung
Ch.34 - Menilai Situasi


__ADS_3

“Kalian sepertinya sangat murah hati mau berkunjung ke tempat ini..” Xu Feng melirik wajah para perwakilan satu per satu, dan tatapannya sering tertuju lama pada perwakilan tiga desa yang Xue Gong sebut.


“Terimakasih karena telah meluangkan waktu.” Xu Feng bebicara dengan samar-samar yang menyebabkan setiap perwakilan jatuh ke dalam pemikiran mendalam dan mencoba memaknai apa maksud kalimatnya.


“Senior Xu, tidak! Pelindung Xu, apakah kita akan memulai upacaranya?”


Xue Lan segera mengubah caranya memanggil Xu Feng, apa yang dia katakan adalah konfirmasi untuk para perwakilan yang kebanyakan masih menganggapnya sebagai rumor. Lagipula siapa yang mau bergabung dengan desa yang telah menurun dan miskin?


Xu Feng mengangguk pelan sebelum duduk di kursi paling depan, di dua sisinya berdiri Tetua Xue Gong dan Ding Xiang.


Xue Lan segera berjalan menuju peron dan menghadap ribuan penduduk Desa Xue.


“Semuanya, tolong dengarkan!” Xue Lan berteriak, dia menggunakan energinya sebagai pejuang tahap kedua agar suaranya dapat di dengar oleh semua orang.


“…” Suara bising di antara penduduk menghilang, mereka semua menengadah ke pagoda, menunggu apa yang akan keluar dari mulut Xue Lan.


“Dua hari yang lalu desa kita mengalami kejadian yang tragis..” Xue Lan pertama-tama mulai bercerita tentang serangan Binatang Iblis, dia begitu fasih bercerita dan menambah beberapa bubuk agar dapat menarik simpati setiap orang.


“Kemudian seorang ahli datang dan..” Xue Lan kemudian melanjutkan dengan kedatangan Xu Feng, menceritakan bagaimana dia mengalahkan semua Binatang Iblis sendirian.


Semuanya diceritakan begitu rapi dan detail, Xue Lan bahkan menghabiskan waktu seharian untuk menemui orang-orang yang menyaksikan secara langsung pertarungan Xu Feng dan membuat pidato tentangnya.


Pidatonya menggerakkan hati orang-orang dan rasa terimakasih kepada Xu Feng.


“Sekarang desa kita telah aman dan aku juga ingin mengumumkan bahwa masa-masa dimana desa kita mengisolasi diri sudah berakhir! Mari sambut penyelamat kita dan sekaligus orang yang akan menjadi penjaga desa kita di masa depan, Pelindung Xu Feng!” Xue Lan mengatakan semuanya dalam satu tarikan napas.


Hening…


Semua penduduk terdiam selama beberapa saat karena terkejut sebelum salah satu penduduk bersorak dan membungkuk sambil meneriakkan kata


“Salam Pelindung Xu!”

__ADS_1


Teriakannya menyadarkan gerombolan massa, mereka segera mengikutinya membungkuk dan berteriak keras


“Salam Pelindung!”


Suara yang menggelegar terdengar di Desa Xue, menakuti hewan kecil dan burung-burung di sekitarnya. Mereka tidak keberatan sama sekali, Xu Feng adalah penyelamat mereka dan keberadaannya juga akan melindungi mereka ke depannya, tidak ada keluhan sedikit pun di hati para penduduk.


“Salam.”


Xu Feng berdiri dan menangkupkan tangannya, dia tidak akan berpidato dan hanya menampilkan wajahnya sebagai tindakan formal sekaligus sebagai konfirmasi bahwa dia secara resmi diangkat dan dikenali oleh penduduk sebagai pelindung Desa Xue.


Dia telah melebur ke dalam Klan Xue dengan begitu mulus.


“Salam Pelindung Xu!” Para perwakilan juga berdiri dan memberi hormat, bahkan jika ada kontradiksi di antara desa mereka dan Desa Xue, mereka perlu memberi wajah pada Xu Feng.


Xu Feng mengangguk sederhana dan duduk kembali di kursinya. Upacara hanya sesederhana itu, para penduduk sudah bubar dan memulai aktivitas mereka masing-masing.


Hanya orang-orang yang ada di pagoda yang belum bubar, alasannya karena para perwakilan membawa hadiah dan menyerahkannya kepada Xu Feng.


“Pelindung Xu, kalau begitu kami izin pamit untuk kembali ke desa masing-masing.”


Salah satu perwakilan sedikit ragu sebelum maju dan memberi hormat. Mereka tentu saja tidak berniat untuk tinggal di Desa Xue, kabar ini sangat penting dan mereka perlu menginformasikannya secepat mungkin.


“Silahkan, bukan masalah besar.” Xu Feng melambaikan tangannya dan menunjuk Xue Lan, ” Tetua Xue Lan, tolong antar tamu kita.”


Xue Lan mengangguk dan segera mengantar kepergian para perwakilan.


“Apakah hal yang bagus membiarkan mereka pergi begitu saja?”


Gao Gao bertanya dengan sedikit aneh, menurutnya momen ini adalah hal yang bagus untuk menggali informasi tentang siapa saja yang bertanggung jawab atas berbagai serangan mendadak terhadap Desa Xue dulu.


“Biarkan saja, mereka tidak akan memuntahkannya begitu saja kecuali menggunakan kekerasan yang hanya akan memicu kemarahan, kita belum mampu bertarung dengan banyak desa sekaligus.”

__ADS_1


Xu Feng menghela napas ringan dan menjelaskan, dia merasa saudaranya terlalu menilai segala hal dengan begitu sederhana.


“Belum lagi keberadaan Geng Mata Satu yang membunuh Patriark, aku yakin mereka tidak akan tinggal diam setelah kabar ini tersebar. Meskipun mereka tidak akan berani bertindak secara terbuka karena takut atas respon Kota Daun Jatuh, bukan tidak mungkin mereka melakukannya secara sembunyi-sembunyi.”


Xue Gong menambahkan dan berbicara tentang penilaiannya yang segera menyebabkan semua orang menyadari betapa seriusnya masalah mereka.


“Jadi, mengumumkan keberadaan Senior Xu ke dunia luar adalah hal yang salah?” Ding Xiang mau tidak mau bergumam khawatir, dia awalnya berpikir kondisi mereka akan lebih baik setelah Xu Feng bergabung tapi sepertinya justru akan semakin bertambah buruk.


“Hehe siapa yang bilang begitu?” Xu Feng tertawa kecil dan melanjutkan, “Kematian ayahmu dulu pasti sudah memicu kemarahan para petinggi di Kota Daun Jatuh, mereka tentu tidak akan membiarkan Geng Mata Satu melakukan hal yang sama lagi. Jika tidak, dimana wajah mereka sebagai penguasa wilayah nantinya?”


Xu Feng tersenyum lebar, dia percaya pada penilaiannya. Bayangkan saja, Patriark suatu desa terbunuh oleh bandit di wilayah kekuasaan mereka, bukankah ini menandakan bahwa petinggi itu tidak berguna dalam mengelola sebuah wilayah?


Dan jika kejadian itu terjadi kedua kalinya di desa yang sama, dimana wajah dan martabat mereka? Apalagi mereka adalah orang-orang yang sombong.


Mereka tentu tidak akan membiarkan kejadian tersebut terulang untuk memperbaiki reputasi dan kehormatan mereka.


“Aku bahkan yakin Kota Daun Jatuh sudah lama mengirim pasukan untuk mencari tahu markas Geng Mata Satu, hanya saja mereka mungkin belum berhasil menemukannya.” Pada titik ini Xu Feng berhenti sesaat agar mereka dapat mencerna apa yang dia katakan.


“Jadi aku ragu Geng Mata Satu masih punya kekuatan untuk fokus pada kita. Itulah kenapa aku setuju pada Tetua Xue Lan untuk membuat upacara ini.” Xu Feng menyelesaikan semua kalimatnya.


“Aku tidak memikirkannya sejauh itu..”


Xue Gong dan Huo Tin saling menatap dengan takjub, mereka tidak percaya penilaian dan keberanian dalam mengambil pilihan ini datang dari seorang pemuda.


“Sepertinya Desa Xue benar-benar beruntung!” Huo Tin terkekeh pelan, dia sungguh semakin iri dengan keberuntungan desa ini.


“Jadi seharusnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan?” Ding Xiang bertanya buru-buru.


“Betul, aku juga yakin desa-desa lain tidak akan berani mengambil tindakan lagi.”


Xu Feng menjawab namun matanya tidak berani menoleh ke arah Ding Xiang, dia hanya memasang wajah lurus dan menatap udara kosong di depannya.

__ADS_1


__ADS_2