Pendekar Agung

Pendekar Agung
Ch.16 - Desa Huo


__ADS_3

Matahari berada di tengah ketika mereka sampai di Desa Huo. Aktivitas di dalam desa berada di puncaknya. Suara bising dan teriakan di terdengar di sepanjang jalan.


“Silahkan mampir! Jamur ini baru saja dipanen, dijamin rasa dan khasiatnya baik..”


“Senjata baja dari Kota Batu Hitam yang jauh! Kualitas di atas rata-rata dan stok terbatas. Ayo tunggu apa lagi!”


“Ikan segar, Ikan segar! Baru ditangkap pagi ini oleh nelayan..”


Berbagai pedagang berteriak dan berusaha menarik pelanggan ke tokonya. Beberapa menggunakan cara yang unik untuk menarik minat pembeli.


“Desa ini benar-benar hidup.” Gao Gao berseru.


“Hal ini wajar mengingat tempat ini merupakan desa yang berada di perbatasan antara Kota Batu Hitam dan Kota Daun Jatuh. Secara alami menjadi tempat persinggahan yang strategis untuk para pedagang dan pelancong dari kedua wilayah ”


Xu Feng mengangguk menanggapi. Dia menghela napas lega. Desa ini akan menjadi desa terakhir dimana pengaruh Kota Batu Hitam ada. Lebih jauh lagi dan dia akan memasuki wilayah Kota Daun Jatuh. Kekhawatirannya seharusnya akan berkurang saat itu.


“Itu dia..”


Xu Feng menunjuk penginapan yang berdiri di depannya. Pada plakatnya tertulis ‘Penginapan Huo Tan’.


Xu Feng lalu masuk dan memesan dua kamar. Dia juga memesan hidangan makan siang. Keuangannya saat ini melimpah karena dalam perjalanan dia membunuh beberapa binatang iblis yang mereka temui dan menjualnya.


Kantong kainnya saat ini terlihat sangat gemuk yang berisi sekitar 200 tael perak. Beberapa orang di penginapan bahkan sedikit serakah menatap kantong kain Xu Feng.


“Hidangan apa yang anda inginkan?”


“Sop daging sapi, daging ayam bakar dan beberapa botol bir. Siapkan semuanya untuk dua orang. ”


Xu Feng menunjuk dirinya dan Gao Gao.


“Bersama dengan harga sewa menginap, totalnya 10 tael perak pak.”


Respsionis itu berbicara dan segera terkejut ketika Xu Feng mengeluarkan kantong kain dari sakunya dan menarik beberapa tael perak.


Dia mau tidak mau bertanya dalam hati ada berapa banyak tael perak di dalam kantong kain yang hampir meledak tersebut.


Resepsionis wanita itu segera mencondongkan tubuhnya dan berbisik di telinga Xu Feng. Dia mencoba mengingatkan bahwa tempat ini merupakan daerah yang berada di dua perbatasan wilayah sehingga ramai setiap harinya dan sangat menguntungkan. Itu secara alami mengundang perhatian berbagai kekuatan. Arus bawah di Desa Huo tidak setenang permukaannya.

__ADS_1


Wilayah gelap di tempat ini bukanlah sesuatu yang bisa diatasi oleh dua anak muda biasa. Sebagai penduduk asli desa, dia tidak ingin dua pemuda di depannya menjadi korban keserakahan di Desa Huo.


“Baik..”


Xu Feng sebenarnya tidak peduli namun masih mengucapkan terima kasih. Tidak banyak yang bisa menyakitinya sekarang. Satu-satunya sosok yang kemungkinan bisa membahayakannya adalah Patriark Klan Huo yang juga dikabarkan berada di Tahap Ketiga.


Huo Teng, Seorang pengendali yang cukup terkenal!


Ada pun mereka yang berada di Tahap Keempat, kecil kemungkinan Xu Feng bertemu sosok seperti itu. Orang-orang seperti itu telah memegang status atau jabatan tertentu di setiap kota, mereka tidak mempunyai waktu untuk berkelana ke mana saja.


“Saudara, apa yang wanita resepsionis katakan kepada mu?”


Gao Gao merendahkan suaranya ketika mereka menemukan satu meja yang kosong dan duduk.


“Bukan hal yang penting.”


Xu Feng melambaikan tangannya. Dia sengaja tidak memberi tahu Gao Gao agar tidak menakutinya.


“Hoo..” Gao Gao menyipitkan matanya dan tersenyum menarik.


“Apakah dia memberitahumu mengenai layanan berjasa?”


“Berhenti menyemburkan omong kosong!”


Dia berbicara kesal. Anak ini terkadang tidak bisa mengontrol mulutnya dengan benar ketika berada di depan umum, membuat Xu Feng sedikit tidak berdaya.


“Permisi pak, makanan anda...”


Beberapa saat kemudian seorang pelayan membawa pesanan mereka. Xu Feng tidak repot-repot dan segera mencicipinya. Dia sudah lapar karena belum makan sejak pagi.


Keduanya menghabiskan makan dalam diam. Gao Gao bahkan tidak kenyang dan memesan beberapa hidangan lagi. Dia hanya berhenti ketika perutnya sudah kembung dan merasa sulit untuk bernapas.


“Saudara, apa yang akan kita lakukan selanjutnya?”


Gao Gao bersendawa dan bertanya sedikit terbata-bata. Dia merasa susah berbicara karena terlalu kekenyangan.


“Biarkan aku menanyakan beberapa hal terlebih dulu..”

__ADS_1


Xu Feng berdiri dan menghampiri meja resepsionis. Dia lalu melemparkan dua tael perak sebelum menanyakan informasi yang berguna.


Resepsionis wanita mengambil tael perak sambil tersenyum dan memuntahkan setiap hal yang dia ketahui. Namun hanya ada satu informasi berguna yang Xu Feng temukan, setidaknya untuk dirinya sendiri.


“Mengenai Balai Pengumuman yang anda katakan.. Di mana letaknya?”


Mendengar pertanyaan Xu Feng, wanita tersebut menjelaskan bahwa Balai Pengumuman berada tidak jauh dari penginapan.


“Cukup belok kanan setelah keluar dari penginapan, jaraknya hanya sejauh 300 meter. Anda akan segera menemukannya.”


Resepsionis menjelaskan. Xu Feng kemudian mengangguk sebelum berjalan Gao Gao. Dia ingin mengajaknya namun Gao Gao menggelengkan kepalanya dan menyebut bahwa dia akan tinggal di penginapan untuk berkultivasi.


Selama lima belas hari terakhir, dia telah mengembangkan sifat pelatihan yang ketat. Dengan bakatnya dan akumulasi kultivasi selama di Sekte Teratai, dia merasa sudah di ambang terobosan ke Tahap Pertama.


Xu Feng secara alami senang mendengar kabar baik itu. Dia mengucapkan beberapa nasihat berdasarkan pengalamannya sebelum berjalan menuju Balai Pengumuman.


"Ohh.. "


Xu Feng menaikkan alisnya dan mencibir dingin ketika merasakan tatapan serakah dari beberapa orang saat keluar dari penginapan. Dia tentu tidak akan bersikap lunak jika mereka mencoba mengambil tindakan.


“Keserakahan membutakan hati..”


Xu Feng menggelengkan kepalanya dan terus berjalan. Tidak lama kemudian dia tiba di sebuah gedung bertingkat dua. Bangunannya tidak terlalu besar dan tidak terlalu ramai. Bagaimana pun, Balai Pengumuman tidak cocok bagi kebanyakan orang.


Kedatangan Xu Feng tidak menarik perhatian. Ketika masuk, Xu Feng langsung menuju ke papan pengumuman.


“Ini terlihat sangat kosong, hanya ada beberapa kertas pemberitahuan di sana.”


Xu Feng menelusuri setiap kertas pengumuman namun kebanyakan tidak cocok dengannya; Ada desa yang ingin mempekerjakan seorang pejuang Tahap Kedua untuk mengusir binatang iblis yang sering mengintai ladang petani, ada karavan pedagang yang mencari pengawal, ada orang kaya yang mencari seorang guru kultivasi untuk anaknya.


Semuanya tidak cocok dengan apa yang dia inginkan. Ketika Xu Feng hampir menyerah, dia melihat satu kertas pemberitahuan yang berada di sudut papan pengumuman.


“Hmmm??”


Alis Xu Feng terangkat dan hatinya tergerak. Dia segera membacanya dan hampir berseru gembira.


“Ini dia!”

__ADS_1


Xu Feng segera mencabut kertas itu dan membawanya ke meja pendaftaran. Petugas pria yang berjaga hanya menatap Xu Feng sesaat sebelum mengambil kertas tersebut. Namun gerakannya berhenti tiba-tiba ketika melihat isi dari kertas itu.


“Apakah anda tidak salah mengambil kertas pengumuman anak muda?”


__ADS_2