Pendekar Agung

Pendekar Agung
Ch.57 - Pil dan Senjata


__ADS_3

Keduanya menguasai Teknik Meringankan Tubuh yang terkenal dan sudah berada di alam lanjutan, berjalan di atas dedaunan adalah hal yang mereka kuasai setelah mencapai alam lanjutan sehingga tepat setelah memasuki hutan, keduanya segera melompat ke atas pepohonan dan bergerak seperti monyet yang lincah.


“Sungguh teknik yang merepotkan.”


Xu Feng mendecakkan lidah ketika mengejar pria berpedang, dia menyadari bahwa jarak di antara mereka semakin menjauh dari waktu ke waktu. Meski sudah berada di Tahap Kelima, mengejar seseorang yang mampu melompat di atas dedaunan pohon ketika dirinya berlari di tanah adalah tugas yang berat.


“Hahaha ternyata dia tidak sehebat yang aku kira.”


Pria berpedang menyeringai ketika jarak antara dirinya dan Xu Feng semakin jauh, dia awalnya sangat ketakutan ketika Xu Feng memilih untuk mengejarnya dan bukan pria bercambuk namun ketakutannya perlahan menghilang ketika dia menggunakan kefleksibela nya dalam melompat untuk memperpanjang jarak.


“Tunggu saja, aku akan kembali suatu saat nanti.”


Dia mendengus dingin dan diliputi amarah, dirinya tidak akan pernah hidup tenang jika tidak melakukan balas dendam. Namun, sebelum dia bisa berbahagia lebih lama, kecepatan Xu Feng tiba-tiba meningkat dan segera memperpendek jarak.


“Sialan!”


Pria berpedang mengutuk dalam hati ketika membalikkan kepala dan melihat Xu Feng yang sudah dekat, melihat gerakan yang familiar itu, dia segera tahu bahwa Xu Feng juga menguasai Teknik Meringankan Tubuh, apalagi dia menyadari bahwa ada teknik lain yang sedang digunakan oleh pemuda itu.


“Siapa yang sebenarnya sudah aku singgung?”


Ada nada ketakutan dalam suaranya, pemuda yang mencapai Tahap Kelima saja sudah membuka matanya, apalagi jika menguasai dua teknik gerakan sekaligus, baginya pemuda ini adalah monster sejati.


“Berhenti! Aku menyerah!”


Pria berpedang tiba-tiba menjatuhkan diri ke tanah dan berlutut, dia memohon dengan wajah gugup, tidak ada lagi peluang melarikan diri sejak Xu Feng menggunakan kedua tekniknya.


Swoshhh..


Xu Feng berhembus seperti angin dan pada saat berikutnya berdiri tepat di belakang pria itu, dia mengibaskan darah di pedangnya dan menyarungkannya. Pada saat yang sama, tubuh tak bernyawa dari pria berpedang jatuh ke tanah, matanya terbuka begitu lebar karena tak pernah membayangkan akan mati di perbatasan yang kecil.

__ADS_1


“Kau tidak pantas memohon agar hidup.”


Xu Feng berbicara dingin, dia sudah lama mendengar kekejaman yang pernah dilakukan oleh Tiga Pendekar Hitam, membunuh orang biasa dan tak bersalah sudah menjadi hobi mereka setiap harinya.


Xu Feng mendekati mayat dan mulai menggeledah setiap bagian tubuhnya, sama seperti Lu Wei sebelumnya, dia tidak menemukan apa pun kecuali cincin perunggu di tangan pria ini.


“Aku tidak menyangka Geng Mata Satu akan begitu kaya.”


Xu Feng mendecakkan lidah, dia sudah menjarah dua cincin penyimpanan, dukungan sumber daya Geng Mata Satu melebihi harapan Xu Feng. Bahkan Patriark desa tidak mempunyai artefak seperti cincin penyimpanan, tapi Geng Mata Satu justru membagikannya kepada anggotanya seperti permen.


“Hm!?”


Xu Feng sedikit terkejut ketika menemukan ada puluhan Batu Spiritual yang tergeletak di dalam cincin penyimpanan. Tiga Pendekar Hitam merupakan Kultivator Iblis, membawa Batu Spiritual yang tidak berguna bagi tubuh mereka adalah hal yang aneh menurut Xu Feng.


“Mereka sepertinya menjarahnya dari desa-desa yang telah mereka hancurkan dalam perjalanan ke sini.”


Xu Feng mencapai sebuah kesimpulan, lagipula tidaklah aneh jika ketiga maniak pembunuh ini memilih menghancurkan desa untuk bersenang-senang, Xu Feng justru akan ragu jika Tiga Pendekar Hitam tidak melakukannya.


Penasaran, Xu Feng menggunakan kesadarannya dan mengeluarkan botol tersebut dari cincin penyimpanan.


“Pil Penyembuhan Fana Kelas 1?”


Xu Feng mencium aroma harum yang berasal dari pil setelah membuka botol, pikirannya sedikit rileks dan tenang setelah menghirup aroma pil, dia benar-benar memperoleh jackpot yang besar kali ini.


Xu Feng menikmati aroma memabukkan yang datang dari pil selama beberapa saat sebelum menaruhnya kembali ke dalam cincin penyimpanan. Dia kemudian mengambil pedang di tangan mayat pria itu, warnanya yang hitam pekat dan berkilau menunjukkan bahwa pedang tersebut berbeda dari pedang biasa.


Xu Feng menyadari bobot dari pedang ini sangat besar, kira-kira hampir 50 kilo. Namun di tangan Xu Feng, pedang tersebut seringan kayu.


Xu Feng kemudian menyalurkan sedikit energi qinya menuju pedang dan seketika garis-garis rune yang kecil muncul di tubuh pedang.

__ADS_1


“Senjata Fana Kelas 2!’


Xu Feng berseru penuh keterkejutan, dia tidak berharap pedang ini adalah sebuah artefak. Bahkan pria bertombak tadi hanya menggunakan tombak biasa, bagaimana pria berpedang ini justru menggunakan senjata dengan kualitas yang tinggi?


Xu Feng mengenali kualitas pedang tersebut dari pancaran energi yang dihasilkan oleh rune, sebagai seorang master Tahap Kelima, dia sangat sensitif terhadap pancaran energi sehingga Xu Feng dapat menilai kualitas pedang itu sesaat setelah rune aktif.


“Dewi Keberuntungan sepertinya sedang dalam suasana hati yang baik hari ini..”


Xu Feng tertawa pelan sambil mendekati salah satu pohon biasa, dia kemudian mengayunkan Senjata Fana Kelas 2 dan segera pohon itu tertebang rapi dan tumbang ke tanah.


“Tsk ketajamannya sangat tinggi, aku bahkan tidak menggunakan energi qi sedikit pun.”


Xu Feng menatap pedang di tangannya dengan antisipasi, dia akhirnya menemukan senjata yang dapat menahan kekuatan penuhnya tanpa perlu khawatir akan hancur.


Meskipun senjata ini tidak dapat mengisi kesenjangan setiap tahap, Xu Feng sekarang setidaknya dapat leluasa dalam bertarung. Pedang yang dia gunakan sebelumnya adalah senjata yang dia peroleh dari Tan Shuang, wanita itu menyebut bahwa pedang tersebut adalah pusaka klan mereka.


Tapi meski begitu, pedang itu hanyalah pedang yang sedikit kuat dan tajam dibanding pedang biasa, belum mencapai tingkat untuk disebut artefak kelas 1.


Xu Feng yakin jika dia mengeluarkan Jurus Satu Langkah, pedang itu pasti akan hancur berkeping-keping.


Xu Feng kemudian mengganti senjatanya, Senjata Fana Kelas 2 ini mungkin akan menemaninya dalam waktu yang cukup lama di masa depan.


“Senior, apa anda baik-baik saja?”


Tan Shuang membuka tirai kereta ketika mendengar langkah kaki, dia segera bertanya khawatir ketika menyadari itu adalah Xu Feng yang telah kembali.


“Tidak ada masalah.”


Xu Feng mengangguk dan menyebut bahwa dia tidak terluka sedikitpun sebelum menghampiri mayat pria bertombak, dan benar saja, dia juga menemukan cincin penyimpanan di tangan pria itu.

__ADS_1


Xu Feng lalu meraih cincin dan melirik isinya, segera Xu Feng kecewa. Tidak ada satu pun Batu Spritiual, hanya ada satu botol yang juga berisi Pil Penyembuhan Kelas 1.


Sepertinya Batu Spiritual milik pria berpedang sudah menjadi total semua jarahan mereka.


__ADS_2