
“Hehe pemuda yang hebat..” Tidak disadari oleh Xu Feng, sosok itu membalikkan wajah dan menatap punggung Xu Feng yang sudah menjauh, ada rasa terkejut dalam suaranya.
Meski tidak bisa melihat wajah Xu Feng, dia bisa tahu umur pemuda itu dari suaranya. Dia sebenarnya sudah sangat terkejut dalam hati sesaat setelah mendengar suara Xu Feng untuk pertama kalinya, tapi sebagai pembunuh berpengalaman, dia mampu menyembunyikan emosinya dengan baik.
“Sepertinya di masa depan akan ada ahli baru di Rumah Bayangan.” Sosok tersebut bergumam pelan sebelum terdiam dan memasuki meditasi yang hening lagi.
Xu Feng sebaliknya terheran ketika menyadari jarak yang sudah dia tempuh, lorong bawah tanah ini sepertinya sangat panjang dari yang dia bayangkan. Dia mau tidak mau mendecakkan lidah atas kemauan mereka dalam membangun proyek ini.
Tidak lama kemudian, Xu Feng menyadari bahwa letak tanah mulai meninggi dan semakin menanjak.
“Akhirnya sampai.” Ucap Xu Feng sambil melihat ujung lorong di depannya, jalan itu tidak memakai pintu melainkan hanya tirai hitam sederhana, Xu Feng samar-samar bisa mendengar percakapan yang berasal dari sana.
Xu Feng mendekat, menepis tirai dan berjalan masuk.
Segera di matanya tersaji ruangan yang luas dengan pencahayaan yang remang, tata letak kursi di ruangan itu hampir sama seperti di kedai-kedai minum selain dari fakta bahwa suasana di tempat itu sedikit hening dan menusuk jiwa.
Beberapa sosok berjubah duduk di berbagai kursi, kebanyakan duduk sendiri dan hanya satu atau dua orang yang duduk bersama dan saling berbisik rendah.
Kedatangan Xu Feng menarik perhatian mereka. Bagaimanapun tidak banyak orang yang berada di tempat itu, kedatangan satu orang, terutama jika itu adalah pendatang baru pasti menarik perhatian para veteran ini.
Mereka perlu mengenali setiap anggota sebanyak mungkin agar menghindari terjadinya konflik yang tidak disengaja di masa depan.
Menyadari banyak mata yang tertuju pada dirinya, Xu Feng tidak bergeming, aura orang-orang ini kebanyakan berada di Tahap Ketiga yang tidak dapat mempengaruhinya kecuali beberapa orang dengan niat membunuh yang tebal, Xu Feng balas menatap orang-orang itu dengan kerutan yang dalam.
Dia tahu bahwa tindakan ini adalah hal yang biasa di dunia para pembunuh. Di dunia yang kejam di mana kekuatan menjadi tolak ukur paling utama, seseorang tidak boleh menunjukkan kelemahan sedikit pun.
Oleh karenanya, Xu Feng mendengus dingin dan mengeluarkan aura Tahap Keempat bersama dengan niat membunuh yang segera menyebabkan para pembunuh itu terkejut dan berkeringat dingin, tubuh mereka bergetar dan terasa berat.
Mereka menargetkan orang yang salah dan menganggap remeh pendatang baru ini.
__ADS_1
“Ketahui tempatmu.”
Xu Feng memberi peringatan dengan nada rendah sebelum menarik kembali auranya dan berjalan menuju salah satu sudut ruangan, tempat di mana papan besar berada yang diisi oleh berbagai foto target dan namanya.
Xu Feng mencari beberapa saat dan merasa kesulitan mencari misi yang sesuai dengan peringkatnya, ada sangat sedikit misi yang mengizinkan Medali Burung Gagak untuk berpartisipasi.
Namun tak lama kemudian Xu Feng akhirnya menemukan misi yang dia cari, ada tiga sekaligus. Ketiga misi itu semuanya berkaitan dengan target pembunuhan seseorang di Tahap Kedua, bukan hal yang sulit bagi Xu Feng sekarang.
Terutama ketika Xu Feng membaca satu per satu biografi ketiga target, mereka semua adalah kultivator kejam yang telah membunuh banyak nyawa penduduk sipil, Rumah Bayangan mengidentifikasi mereka sebagai Kultivator Iblis.
“Aku akan mengambil ketiga misi ini.” Xu Feng berjalan ke meja resepsionis, di mana seorang lelaki jangkung dengan topeng hitam berdiri sebagai petugas.
“Tidak masalah.” Petugas mengangguk sederhana dan menerima tiga kertas itu sebelum mencapnya dengan tinta warnah merah.
“Nama dan medali?” Petugas bertanya.
Petugas kemudian menulis nama Xu Feng pada sebuah buku tebal, di sampingnya tertulis misi yang telah dia ambil.
“Ketika misi selesai, datang kembali ke sini untuk konfirmasi. Jangan lupa membawa bukti target untuk identifikasi.” Petugas memberi pengingat sambil menyimpan surat misi ke dalam sebuah laci dan memberikan kertas lain ke Xu Feng, kertas tersebut diisi dengan informasi tentang lokasi di mana target sering muncul serta data penting lainnya.
Dia tidak menjelaskan lebih jauh bahwa untuk pendatang baru, mengambil lebih dari satu misi sebenarnya dilarang oleh Rumah Bayangan. Tapi mengingat kekuatan yang Xu Feng tunjukkan tadi, petugas tidak keberatan memperlakukannya secara berbeda, ketiga misi ini hanyalah masalah sepele untuk seorang tuan Tahap Keempat.
“Baik..” Xu Feng mengangguk memahami dan hendak pergi ketika petugas melemparkan sebuah kantong kain kepadanya. Xu Feng segera bingung karenanya.
“Jangan dipikirkan, ini adalah cara Rumah Bayangan menyambut anggota baru.” Petugas menjelaskan dengan sederhana.
Xu Feng berdiri diam dalam sesaat, dia terkejut dengan kemurahan hati kelompok ini. Dia tahu kantong yang dilemparkan oleh petugas berisi Batu Spiritual, energi yang terpancar dari dalam kantong tidak bisa luput dari perspesi Xu Feng sehingga dia segera menyadarinya.
Xu Feng mengucapkan terima kasih sebelum meninggalkan ruangan melalui jalan yang dia lewati sebelumnya. Dia bertemu dengan penjaga pintu tadi dan hanya mengangguk kepadanya sebelum meninggalkan lorong yang gelap.
__ADS_1
“Keputusanku untuk bergabung tampaknya benar.” Xu Feng tertawa pelan ketika membuka kantong kain dan menghitung ada tujuh Batu Spiritual di dalamnya, dia akhirnya menyadari seberapa besar sumber daya yang dimiliki oleh Rumah Bayangan.
“Agar mampu memberikan Batu Spiritual dengan begitu mudah, seberapa kaya Rumah Bayangan sebenarnya?” Xu Feng mendecakkan lidah sambil berjalan memasuki hutan dan bersembunyi sebelum mengganti kembali pakaiannya menjadi semula.
Xu Feng secara alami harus berhati-hati karena tidak ingin identitas aslinya dikenali oleh Rumah Bayangan sehingga Xu Feng perlu mencari tempat yang aman sebelum mengganti pakaiannya.
Siapa yang tahu apakah ada mata-mata dari Rumah Bayangan yang mungkin sedang menatapnya saat ini. Dia perlu waspada.
Setelah berganti pakaian, Xu Feng tidak kembali ke jalan utama melainkan memilih menyusuri hutan dan mengambil jalan pintas menuju Desa Tan.
Dalam perjalanan, dia menyerap tujuh Batu Spiritual dan unit energinya segera naik menjadi 16.
Xu Feng berpikir selama beberapa saat sebelum memutuskan untuk fokus pada Teknik Meringankan Tubuh terlebih dahulu, dia butuh teknik lain yang bisa dia gunakan ketika menjadi pembunuh dengan samaran Hantu.
Teknik Langkah Bayangan terlalu mencolok, seseorang mungkin bisa menghubungkan pembunuh Hantu dengan dirinya jika dia menggunakan teknik itu selama pertarungan.
Ada pun rambutnya yang berwarna perak, ada terlalu banyak orang dengan warna rambut seperti itu, tidak ada yang akan memikirkannya.
-----------
Dibutuhkan 5 unit energi untuk maju ke alam dasar.
Ya/Tidak
-----------
Xu Feng segera memilih Ya dan segera pikirannya dibanjiri oleh perasaan yang sama seperti yang sering dia rasakan ketika maju ke suatu teknik.
Xu Feng merasa telah melakukan latihan terus-menerus selama beberapa tahun, tubuhnya juga mulai berubah untuk menyesuaikan apa yang ada dalam ingatannya. Tidak lama, Xu Feng menguasai Teknik Meringankan Tubuh di alam dasar.
__ADS_1