
“Mereka terlalu banyak..”
Xu Feng mengutuk dengan rendah ketika sebuah panah sekali lagi menargetkannya, dia segera menangkap panah itu dengan tangan kosong sebelum mengembalikannya dengan lemparan.
Pemanah tidak pernah berharap Xu Feng akan bertindak seperti itu, dia bahkan tidak sempat bereaksi ketika panah terbang yang kembali melaju lebih cepat dari yang dia tembakkan melalui busur, lehernya tertembus dan wajahnya penuh kengerian sebelum kehilangan kehidupan dan diselimuti kegelapan abadi.
Xu Feng mengerutkan dahi setelah membunuh bandit, semakin jauh dia pergi, semakin sering dia mengalami serangan yang mendadak seperti ini.
“Mereka memasang banyak penjaga untuk menghalau bantuan yang mungkin menuju Desa Tan.” Xu Feng segera memahami tujuan Geng Busur Abu.
“Sepertinya mereka sungguh-sungguh menjatuhkan Desa Tan.” Xu Feng sedikit terkejut, jarang mendengar sebuah kelompok bandit yang menjatuhkan sebuah desa, mereka yang berhasil pada akhirnya akan menghilang ditelan sejarah karena amukan kota besar.
Geng Mata Satu adalah pengecualian karena kekuatan mereka yang besar, rumor menyebut bahwa pemimpin Geng Mata Satu berada di Tahap Kedelapan, kekuatan seperti itu sudah menjadi pertimbangan bahkan untuk kota-kota besar.
Kecuali master dari setiap sekte yang turun tangan, tidak ada siapa pun yang berani dengan pasti berseru dapat menghancurkan Geng Mata Satu sepenuhnya, bahkan untuk keluarga besar di setiap kota.
“Aku harus cepat!”
Xu Feng sedikit tidak sabar, bahkan jika dia memiliki dendam terhadap Patriark Tan, bukan berarti dia akan membiarkan orang-orang tidak bersalah di Desa Tan dibantai oleh para bandit.
Dia tidak mencoba menjadi pahlawan, sebaliknya Xu Feng bertindak karena penduduk di Desa Tan adalah populasi, Xu Feng tidak akan membiarkan siapa pun membunuh penduduk yang sudah dia rencanakan akan bergabung dengan Desa Xue.
Geng Busur Abu sudah menyentuh kepentingan Xu Feng.
Ketika Xu Feng semakin mendekat dan bayangan Desa Tan sudah terlihat, semakin banyak bandit yang bersembunyi di kedua sisi jalan dan menyerangnya dari pepohonan.
Awalnya semua bandit hanya berada di Tahap Pertama, tapi ketika dia semakin dekat dengan Desa Tan, Tahap Kedua mulai muncul di antara para bandit itu.
Tapi tetap saja, serangan dari Tahap Kedua sangat menggelitik Xu Feng, dia hanya menempisnya dengan sederhana dan terkadang mengembalikan panah-panah itu.
Beberapa pemanah mulai ketakutan ketika Xu Feng membunuh semakin banyak, beberapa sudah bergetar dan melarikan diri, tidak ada yang ingin menghadapi monster ini.
__ADS_1
………..
“Hahaha bakar dan bunuh semuanya! Jangan lupa sisakan wanita untuk perjamuan kita nanti malam..”
Ratusan bandit tersenyum kejam sambil menyerang penduduk dengan brutal, setiap lelaki, entah itu muda atau pun tua ditembak tanpa pandang bulu, bahkan bayi dan ibu hamil juga menjadi target pembunuhan orang-orang gila ini.
Hanya beberapa wanita yang selamat dan ditangkap oleh para bandit, tapi siapa pun akan tahu seperti apa kehidupan yang menanti mereka malam nanti.
Ribuan penduduk desa berteriak histeris dan memohon, mata mereka membawa ketakutan yang tanpa batas. Matahari kekuningan yang menyinari dari barat seakan menjadi pelengkap warna bagi kekejaman dan penderitaan yang terjadi di Desa Tan.
Ada tiga puluh bandit yang berada di Tahap Kedua sedangkan sisa bandit semuanya di Tahap Pertama. Desa Tan pada dasarnya tidak memiliki kemampuan dalam melawan Geng Busur Abu.
Terutama tiga orang yang paling mencolok di antara bandit, mereka hanya berdiri diam sambil memberikan perintah kepada anak buahnya.
“Kepala Lu Wei, kita akan bersenang-senang malam ini..” Yang berbicara adalah pria botak dengan wajah yang menakutkan, dia menyeringai bahagia ketika satu penduduk lagi terbunuh.
“Hmm!! Yang Zhong, ini adalah kesalahan Kota Daun Jatuh karena berani bekerja sama dengan Kota Batu Hitam. Kita harus bergerak untuk menyatakan sikap kita sendiri!"
Identitas ketiga orang ini istimewa, karena selain dari pemimpin Geng Busur Abu, ketiganya juga merupakan Kultivator Iblis.
“Ohh jiwa-jiwa yang indah, mereka adalah makanan yang luar biasa.” Wajah Lu Wei penuh kenikmatan, dia tengah duduk bersila di atas kuda sambil menyerap setiap jiwa yang mati dari penduduk.
“Bunuh! Bunuh lebih banyak!” Lu Wei berteriak dengan keras, dia tertawa terbahak-bahak sambil merasakan kemajuan kultivasinya yang perlahan-lahan maju ke Puncak Tahap Keempat.
Di depan mereka bertiga tergeletak beberapa mayat yang merupakan para Tetua Desa Tan, Patriark Tan juga salah satu dari mayat itu!
“Iblis! Kalian para orang gila yang meninggalkan kemanusiaan hanya untuk kekuatan yang busuk tidak layak untuk hidup!"
Seorang wanita yang tergeletak lemah di antara mayat Tetua dan Patriark berteriak dengan penuh kebencian, suaranya begitu dingin, tidak ada ketakutan dalam suaranya.
“Diam!” Yang Zhong menembakkan panah ke arah kaki wanita itu yang segera membuatnya meringis kesakitan.
__ADS_1
“Tetua Tan Shuang, kau lebih baik diam dan tidak menganggu konsentrasi pemimpin Lu Wei!”
Yang Zhong tertawa pelan, wajahnya penuh nafsu ketika menatap tubuh Tan Shuang, pakaiannya yang robek dan hampir terlepas menunjukkan setengah perut Tan Shuang yang begitu indah.
Hanya beberapa kain yang nyaris tidak menyembunyikan gunung di dadanya.
“Tunggulah sebentar lagi dan giliranmu akan tiba..”
Yang Zhong tertawa cabul, alasan mereka tidak membunuh Tetua Tan Shuang adalah karena parasnya yang cantik, dia adalah satu-satunya wanita yang menjabat sebagai Tetua di Desa Tan dan terkenal karena kecantikannya di desa.
“Bajingan..”
Tan Shuang menatap Yang Zhong penuh kebencian dan mengigit bibirnya hingga mengeluarkan darah, dia tidak akan pernah sudi memberikan tubuhnya pada makhluk menjijikkan ini.
Dia awalnya mencoba bunuh diri dengan menusuk perutnya tetapi Yang Zhong menyadari niatnya dan segera menyita senjatanya.
“Apakah ini akhirnya..”
Tan Shuang bergumam lemah dan tersenyum pahit, wajahnya sudah pasrah, dia tidak punya lagi tenaga untuk bahkan menggerakkan kepalanya dan membenturkannya ke tanah.
Mereka sedari awal tidak punya kemampuan dalam melawan dan hanya bertarung mengandalkan tekad tetapi siapa sangka bandit-bandit ini sangat tergoda pada tubuhnya dan membiarkannya tetap hidup.
“Jika aku tahu sifat busuk kalian, aku pasti akan meminum racun sebelum bertarung!”
Tan Shuang meludah dengan jijik, dia berharap dapat memprovokasi salah satu dari mereka dan membunuh dirinya daripada tertangkap.
Tapi usahanya sia-sia, tidak peduli seberapa banyak dia berbicara, ketiga orang itu tidak terpengaruh dan hanya menatapnya dengan ejekan.
“Tan Shuang, berhenti melakukan perlawanan! Kami bukan orang bodoh yang akan jatuh ke dalam permainan kecilmu.” Yang Zheng menunjuk Tan Shuang dengan senyum main-main, dia bahkan menggerakkan tangannya sebagai bentuk godaan.
“Pengecut!”
__ADS_1
Tan Shuang mencibir tapi hatinya sudah tidak lagi tenang, dia sudah kehabisan akal untuk membuat dirinya terbunuh.