Pendekar Agung

Pendekar Agung
Ch.64 - Terkejut


__ADS_3

“Hmm!?” Di sisi lain, Zhao Quan yang tengah duduk bersila dan berbicara kepada Zhao Jun tiba-tiba berdiri dan tersentak kaget dari kursinya, dia menoleh ke arah Villa Xu Feng yang berada tidak jauh dari tempatnya tinggal, ekspresi wajahnya penuh ketidakpercayaan.


Sebagai ahli Tahap Ketujuh, dia segera menyadari anomali Qi yang terjadi di udara ketika Xu Feng menerobos ke Tahap Keenam, hal yang besar seperti itu pasti tidak bisa lepas dari persepsinya.


“Tetua, apa yang terjadi? Apakah ada sesuatu?” Zhao Jun bertanya dengan cepat, dia terkejut atas reaksi Zhao Quan. Dalam ingatan Zhao Jun, dia belum pernah melihat lelaki tua ini bereaksi berlebihan seperti sekarang.


Namun Zhao Quan tidak menjawab, pikirannya kini penuh dengan berbagai pertanyaan yang kacau.


“Apa yang sebenarnya sedang aku lihat..?”


Zhao Quan memandang Villa Xu Feng dengan takjub, dia merasa seperti sedang menyaksikan lahirnya sejarah baru! Seorang pemuda berusia 18 tahun menerobos ke Tahap Keenam, tidak ada yang lebih sensasional dari berita tersebut!


“Tidak, ada yang salah!” Zhao Quan kembali berseru, matanya semakin melebar ketika menyadari aura yang dilepaskan oleh Xu Feng semakin kuat setiap detik.


“Puncak Tahap Keenam! Ya Tuhan..” Pada titik ini, Zhao Quan kehabisan kata-kata, dia tidak lagi tahu bagaimana menggambarkan perasaannya, kata-kata saja tidak lagi mampu mewakili apa yang terjadi di depan matanya.


“Tetua.. Tetua!” Zhao Jun berteriak khawatir dari samping, dia takut Zhao Quan kehilangan kendali dan menjadi gila, lagipula reaksi lelaki tua itu terlalu berlebihan.


“Ahh..” Zhao Quan tersentak sadar ketika mendengar teriakan Zhao Jun, dia menoleh padanya sambil tersenyum kecil dan berkata dirinya baik-baik saja yang menyebabkan hati Zhao Jun menjadi lega.


“Tetua, anda membuatku takut untuk sesaat.” Zhao Jun tertawa kering lalu bertanya apa yang membuatnya bereaksi sedemikian rupa tadi.

__ADS_1


“Kau akan terkejut jika mengetahuinya juga..” Zhao Quan tersenyum sambil menjelaskan apa yang baru saja dia rasakan. Dan benar saja, reaksi Zhao Jun sesuai dengan harapannya.


“Dia? Apakah anda bilang seseorang yang seumuran denganku baru saja mencapai Puncak Tahap Keenam?” Zhao Jun bertanya dengan ekspresi tidak percaya, dia tidak bisa membayangkan bagaimana seseorang bisa mencapai prestasi tersebut ketika dirinya dengan bakat Lingkar Lima baru mencapai Tahap Ketiga belum lama ini.


Mengetahui bahwa Xu Feng berada di Tahap Kelima saja sudah tidak masuk akal bagi Zhao Jun, wajar saja jika dirinya kesulitan untuk bisa menerima apa yang terjadi.


“Sekarang kau mengerti bukan? Dunia ini lebih besar dari yang kau bayangkan..” Zhao Quan berkata, matanya masih mengandung kerumitan, dia sendiri yang telah lama melihat dunia masih dikejutkan oleh peristiwa tersebut.


“Aku perlu menjalin hubungan yang baik dengannya!”


Zhao Jun mengepalkan kedua tangannya dan bertekad dalam hati. Meskipun sifatnya terkadang buruk, bukan berarti dia bodoh. Status Xu Feng sekarang saja sudah layak untuk diperjuangkan oleh setiap kekuatan besar, apalagi jika mengingat potensinya ke depan, Zhao Jun tentu tidak berani bersinggungan dengannya.


Zhao Jun sadar bahwa mengundang Xu Feng untuk bergabung dengan keluarganya pada dasarnya tidak mungkin, orang dengan kekuatan dan bakat seperti itu tentu tidak akan mau menerimanya. Karenanya, Zhao Jun tidak ada niat mencobanya dan memilih untuk mengembangkan hubungan yang baik di antara mereka.


Sekarang, Zhao Quan melihat harapan itu lagi, harapan untuk dapat menembus Alam Kekosongan. Dia yakin bahwa Xu Feng cepat atau lambat akan mencapai alam tersebut, dengan mengikutinya, Zhao Quan yakin bahwa dirinya juga mungkin dapat mencapainya. Zhao Quan tidak akan pernah melepaskan kesempatan apa pun, bahkan jika peluangnya sangat kecil!


Bahkan jika Zhao Jun tidak berniat menjalin hubungan dengan Xu Feng, dia sendiri akan mati-matian melakukan segala cara untuk mencapainya.


…….


Hari menjelang sore, cuaca yang semula hujan kembali cerah. Di Desa Xue, terlihat ribuan orang sedang berdiri di tengah alun-alun desa, mengobrol dan saling berbisik. Mereka berkumpul karena telah diberitahu bahwa akan ada pengumuman penting dari Xu Feng sehingga hampir setiap penduduk desa datang, tidak ada yang ingin melewatkan pemberitahuan penting yang mengharuskan Xu Feng berbicara.

__ADS_1


Beberapa penduduk Desa Xue yang baru saja tiba melirik sekeliling dengan penasaran, lagipula ada banyak wajah asing di antara kerumunan tersebut.


“Aku dengar mereka adalah sisa orang-orang dari Desa Tan yang, aku sejujurnya agak terkejut mengetahui desa mereka telah dihancurkan.”


“Benar! Dikabarkan Patriark mereka juga tewas dalam kejadian itu..”


“Haiss.. Dunia semakin kacau saja, aku khawatir akan seperti apa hari esok.”


Beberapa pria saling berbisik, mereka mencoba merendahkan suara sekecil mungkin agar tidak menyinggung orang-orang yang malang ini. Namun mereka sendiri sudah khawatir dalam hati, lagipula Desa Tan yang lebih kuat dari Desa Xue dihancurkan begitu saja, hal yang sama dapat terjadi pada Desa Xue. Andai mereka tahu bahwa pelindung mereka sebenarnya adalah seorang guru Tahap Keenam, reaksinya pasti tidak akan demikian.


Waktu berlalu dan tidak lama kemudian, Xu Feng muncul di atas bangunan pagoda bersama dengan Tan Shuang dan Xue Song. Menyadari kedatangannya, ribuan penduduk menjadi tenang dan memfokuskan mata pada Xu Feng, mereka berharap Xu Feng akan memberikan kabar baik.


“Dengar! Ada hal penting yang harus diumumkan..” Xue Song melangkah maju dan berteriak dengan sekuat tenaga, dia telah diberi tugas oleh Xu Feng untuk menyampaikan rencana penggabungan Desa Tan dan Desa Xue.


Xu Feng tidak perlu berbicara apa pun, kehadirannya sudah cukup untuk menyatakan sikapnya kepada para penduduk.


“Kalian tahu bahwa situasi di perbatasan akhir-akhir ini menjadi kacau..” Xue Song mulai berbicara panjang lebar, dia mencoba mengingatkan penduduk betapa parahnya situasi saat ini, dan bahwa mereka perlu bersatu agar dapat keluar dari situasi yang mencekam itu.


“Yang kita butuhkan sekarang adalah kekuatan, semakin banyak kita berkumpul dan bersama-sama berjuang, semakin mudah kita mengatasi apa yang akan terjadi di masa depan.” Pidato Xue Song semakin menerima persetujuan dari para penduduk Desa Xue maupun Desa Tan. Menyadari bahwa sudah saatnya, dia kemudian memanggil Tan Shuang dan memperkenalkannya kepada penduduk.


“Dia adalah satu-satunya Tetua yang tersisa dari Desa Tan. Kami telah berbicara dan sepakat agar orang-orang dari Desa Tan boleh menetap di Desa Xue, menjadi salah satu bagian dari kita!”

__ADS_1


Para penduduk terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Xue Song tapi pada akhirnya tidak ada yang keberatan. Mereka tidak tahu konfrontasi apa yang pernah terjadi antara Desa Xue dan Desa Tan di masa lalu sehingga tidak ada satu pun yang menolak.


Dan juga, perkataan Xue Song benar, semakin banyak mereka berkumpul, semakin mudah untuk bertahan hidup.


__ADS_2