Pendekar Agung

Pendekar Agung
Ch.22 - Tingkat Menengah Teknik Langkah Bayangan!


__ADS_3

“Aku perlu lebih memerhatikan mereka di masa depan..” Xu Feng bergumam dalam hatinya, dia kemudian melihat hadiah yang mereka berikan dan segera membukanya dengan penasaran.


“Hmm? Mereka benar-benar murah hati.”


Huo Teng mendecakkan lidahnya dan tidak menyembunyikan rasa irinya ketika melihat kotak kayu itu berisikan lima Batu Spiritual tingkat rendah. Mereka benar-benar memperlakukan Xu Feng begitu baik.


Bahkan untuk Klan Huo, Batu Spiritual bukanlah hal yang mudah diperoleh.


“Saudara Xu, aku tidak akan menganggu waktu mu lagi..”


Ketika Huo Teng melihat ekspresi Xu Feng, dia segera memahaminya, anak itu kemungkinan ingin berkultivasi. Bagaimanapun, hanya dengan menggunakannya untuk kultivasi, potensi batu spiritual dapat dimanfaatkan sepenuhnya.


Dia terkekeh ketika berpikir Xu Feng merupakan maniak kultivasi. Pantas saja prestasinya bisa setinggi ini.


Huo Teng segera memanggil seorang pelayan wanita dan menyuruhnya mengantar Xu Feng menuju rumah tamu, lokasinya persis berada di samping Gao Gao.


“Ini adalah tempat anda tuan…”


Pelayan menunjukkan Xu Feng sebuah rumah bergaya tradisional. Menyebutnya rumah sepertinya kurang tepat karena bangunan itu lebih seperti villa kecil yang mempunyai halaman.


Xu Feng lalu mengangguk mengucapkan terima kasih sebelum melangkah masuk dan memasuki kamar yang paling luas. Dia segera menutup pintu dan jendela lalu menyerap semua batu spiritual. Energi pada panel langsung berubah menjadi 10.


“Saatnya menaikkan Teknik Langkah Bayangan!”


Xu Feng tidak membuang-buang waktu dan meningkatkan teknik pertama yang dia kuasai. Ketika Xu Feng memilih peningkatan, dalam sekejap gelombang informasi menghantam kepalanya.


Bagaimana memposisikan otot kaki untuk menghasilkan ledakan dorongan dan posisi rumit lainnya tertanam di benak Xu Feng satu per satu. Ketika semuanya selesai, Xu Feng merasakan perasaan baru. Dia merasa telah melakukan latihan selama bertahun-tahun dan pemahamannya akan Langkah Bayangan semakin dalam.


“Akhirnya, tingkat menengah Langkah Bayangan!”


Xu Feng berseru bahagia. Dia segera mempraktikkannya dan sosoknya yang semula berdiri diam menjadi buram seperti angin sebelum muncul empat meter jauhnya.


“Jangkauan dan kecepatannya meningkat dua kali lipat dari sebelumnya! Benar saja, naik ke tingkat menengah membawa perubahan yang luar biasa!”

__ADS_1


Xu Feng merasa ingin berteriak, perasaan menjadi kuat setiap hari membuatnya sangat kecanduan.


“Hmm?.. Aku merasakan aura Tahap Pertama yang berasal dari sebelah, sepertinya Gao Gao juga berhasil menerobos.”


Xu Feng menghela napas lega, saudaranya itu akhirnya memulai jalan yang serius di dunia kultivasi.


“Sudah waktunya baginya mempelajari suatu teknik..”


Xu Feng segera menuju ke rumah Gao Gao dan menemukannya sedang duduk bersila di atas tempat tidur. Dia hanya berdiri diam menontonnya dari samping dan tidak menganggunya karena Gao Gao sepertinya sedang mencoba menstabilkan basis kultivasinya.


“Mungkin besok saja..” Xu Feng menunda ketika dia melihat hari sudah hampir gelap dan Gao Gao masih belum membuka matanya. Dia puas atas ketekunan Gao Gao, setidaknya anak gemuk itu memenuhi harapannya.


…….


“Sial, apakah kau serius? Kau sudah mencapai tingkat menengah Langkah Bayangan?” Gao Gao menatap Xu Feng dengan mulut terbuka lebar ketika mereka tengah makan malam di penginapan.


Sebelumnya Huo Teng memaksa mereka berdua agar menginap di Paviliun Klan Huo tapi Xu Feng menolak dan mengatakan bahwa dia sudah terlanjur menyewa kamar di penginapan.


Dia tidak ingin merepotkan Huo Teng lebih jauh lagi.


Dia berharap Gao Gao dapat memasuki tingkat dasar secepatnya, hanya dengan kekuatan yang mumpuni dia dapat membantunya di masa depan.


“Sekarang aku bertanya-tanya, sepertinya bakat mu bukanlah Lingkar Satu.” Selesai mendengar ceramah Xu Feng, Gao Gao kemudian mengingat satu hal yang paling penting.


“Apakah sekte telah melakukan kesalahan dalam penilaian?”


Gao Gao mau tidak mau bertanya dengan rasa ingin tahu. Prestasi Xu Feng sangat tidak masuk akal, bahkan Bakat Lingkar Lima tidak akan bisa mencapai prestasinya saat ini.


Perlu diketahui bahwa orang-orang baru bisa mulai berkultivasi pada umur 15 tahun, bahkan dengan Bakat Lingkar Lima, mencapai Tahap Ketiga dan tingkat menengah pada satu teknik di umur 18 tahun terlalu dilebih-lebihkan.


“Banyak hal yang dapat mendorong pertumbuhan seseorang Gao Gao, bukan hanya bakat saja..”


Xu Feng menggelengkan kepala dan menyebut bahwa ini semua berkat kerja kerasnya sendiri.

__ADS_1


“Mehh..”


Gao Gao memutar matanya tidak percaya. Sejak mereka kabur dari Sekte Teratai, dia belum pernah melihat Xu Feng melakukan meditasi, bahkan dia belum pernah melihatnya berlatih satu teknik pun. Apanya yang kerja keras?


Tapi meskipun penasaran, dia tidak bertanya lebih jauh lagi. Setiap orang mempunyai rahasianya masing-masing, Gao Gao tentu tidak akan memaksa Xu Feng membicarakannya jika dia sendiri tidak mau mengatakannya.


Selama dia masih saudaranya yang sama, Gao Gao tidak meragukan apa pun.


“Istirahat lebih baik malam ini, mulai besok kau harus fokus melatih Teknik Langkah Bayangan.”


Xu Feng mengingatkan sebelum beranjak menuju kamar yang dia sewa. Dia merasa lelah hari ini, bukan secara fisik melainkan secara mental. Keberadaan Rumah Bayangan masih membebani pikirannya, dia perlu merencanakan segala hal yang ingin dia lakukan di masa depan dengan hati-hati.


“Adapun besok, mengunjungi Desa Xue harus masuk dalam agenda..” Batin Xu Feng, dia yakin utusan Desa Xue seharusnya sudah dalam perjalanan.


Bagaimanapun jarak antara Desa Xue dan Desa Huo hanya sekitar setengah hari perjalanan dengan berkuda, utusan yang dikirim oleh Huo Teng seharusnya sudah tiba di sana sore tadi.


“Hal-hal mungkin akan semakin rumit di masa depan tapi aku yakin dengan kekuatanku.” Xu Feng berkata demikian karena intuisinya.


Malam berlalu dan pagi tiba. Matahari hangat yang bersinar melalui jendela kamar membasuh wajah Xu Feng yang tertidur, rambut pendek peraknya yang acak-acakan sedikit bersinar di bawah sinar keemasan.


Mata Xu Feng sedikit terbuka ketika salah seorang pelayan wanita penginapan masuk membawakannya makanan. Pipi pelayan itu memerah melihat Xu Feng yang masih terbaring setengah sadar, pesona yang dipancarkan pemuda di depannya terlalu memikat hati setiap wanita.


Dia buru-buru meletakkan nampan di atas meja dan membangunkan Xu Feng secara halus.


“Tuan, sarapan anda sudah siap. Lebih baik anda memakannya sekarang saat masih hangat.” Dia mengingatkan dengan lembut sebelum meninggalkan kamar dengan wajah enggan ketika Xu Feng memintanya.


“Haaa, hari yang baru..”


Xu Feng bangkit dari tempat tidur dan membasuh wajahnya lalu menikmati makanan yang dibawa oleh pelayan. Hidangannya berupa sup hangat dan daging. Tubuh Xu Feng terasa nyaman dan segar setelah menyelesaikannya.


“Belum ada banyak orang yahh..”


Xu Feng melirik penginapan yang masih kosong dan berjalan keluar menuju halaman belakang penginapan. Di sana, dia melihat Gao Gao yang kini tengah melatih Teknik Langkah Bayangan.

__ADS_1


“Dia mulai semakin rajin.” Xu Feng bergumam puas dalam hati.


__ADS_2