Pendekar Agung

Pendekar Agung
Ch.65 - Persiapan


__ADS_3

Setelah pengumuman selesai, kerumunan kemudian bubar. Para penduduk dari Desa Tan mulai mengepaki barang-barang mereka dan berjalan menuju sisi Desa Xue, di mana mereka akan memasang tenda darurat sebagai tempat tinggal sementara.


Xue Song dan Tan Shuang adalah yang bertanggung jawab untuk mengatur mereka.Tentu saja, penduduk dari Desa Xue juga akan ikut membantu, lagipula menyiapkan tempat tinggal untuk seribu orang memerlukan tenaga yang tidak sedikit.


“Aku tidak berharap semuanya akan berjalan begitu lancar..”


Tan Shuang menghela napas lega ketika tidak ada penolakan dari pihak Desa Xue, dia bahkan tidak menerima sedikit pun bias dari para petinggi Desa Xue. Sebelumnya, Xue Song membantunya dengan sekuat tenaga dalam mengatur lokasi tempat bermukim penduduk Desa Tan. Awalnya Tan Shuang berpikir bahwa dia setidaknya akan mengalami sedikit kesulitan dalam prosesnya, tapi ternyata tidak demikian.


Sepertinya reputasi Xu Feng sangat tinggi di desa ini, pikir Tan Shuang.


Direncanakan bahwa mereka akan membuat pemukiman baru tepat di samping Desa Xue, dengan tembok yang saling terhubung. Ini adalah perintah dari Xu Feng sendiri sehingga tidak ada yang berani mempertanyakannya, semuanya dilakukan secepat kilat!


“Tentu saja! Ini adalah keinginan Sang Pelindung, tidak mungkin akan ada kesalahan.” Xue Song tertawa getir, dia sejujurnya juga terkejut ketika menyadari reputasi Xu Feng di hati orang-orang itu.


Lagipula, ketika dia menemui setiap pengrajin terampil dan pandai besi dan memberitahu mereka tentang proyek ini, dan bahwa Xu Feng yang memintanya, mereka segera mengangguk bersemangat dan berjanji akan menyelesaikannya tanpa kesalahan. Xue Song bahkan tidak perlu mengeluarkan sepeser pun koin tael karena mereka menolak untuk diberi gaji.


Mereka menyebut bahwa ini adalah pengabdian dan balas budi mereka kepada Xu Feng.


Dua hari lagi berlalu, pemukiman sementara untuk penduduk Desa Tan sudah hampir selesai berkat bantuan dari penduduk Desa Xue. Setelah pemukiman sementara selesai, proyek berikutnya akan dilaksanakan, yaitu untuk membangun kembali Desa Tan.


Berkat sumber daya kayu yang melimpah di Hutan Seriu Malam, tuntutan keuangan dalam proyek ini tidak terlalu besar. Setidaknya sisa perbendaharaan Desa Tan cukup untuk menutupi semua biaya.


“Aku rasa tidak lama lagi desa ini akan menjadi sebuah kota.” Zhao Quan berbicara kepada Xu Feng ketika menyadari perubahan yang terjadi selama dua hari terakhir, bagaimanapun ada semakin banyak pengungsi yang tiba di Desa Xue. Jumlah populasi semakin banyak setiap harinya.


“Tetua Zhao, anda terlalu memuji..” Xu Feng tersenyum dan tidak menganggap serius perkataan Zhao Quan, jalan menuju sebuah kota besar masih terlalu jauh.


“Kau terlalu merendahkan diri, kekuatanmu saat ini sudah mampu menarik ribuan orang untuk datang berlindung padamu.”

__ADS_1


Zhao Quan menggelengkan kepala dan mengingatkan, dia sejujurnya sedikit heran mengapa Xu Feng tidak mempublikasikan kekuatannya kepada publik. Menurut Zhao Quan, melakukan itu justru akan membawa banyak manfaat bagi Xu Feng dan Desa Xue, dia tidak berpikir Xu Feng akan begitu bodoh untuk tidak menyadari hal ini.


Selama kontak selama beberapa hari terakhir, Zhao Quan sudah memahami karakter Xu Feng dan yakin kalau orang pintar sepertinya tidak mungkin tidak menyadarinya.


“Hahaha.. ” Xu Feng hanya tertawa dan tidak menjawab, dia paham maksud di balik perkataan Zhao Quan. Xu Feng sejujurnya memiliki pemikiran yang sama dengan Zhao Quan, hanya saja dirinya sibuk selama beberapa hari terakhir karena selain dari mengkoordinir tugas pembangunan, dia juga sibuk memikirkan solusi dari konsekuensi bertambahnya populasi.


Pangan dan sandang menjadi sorotan utamanya.


Mereka berdua kemudian berbincang-bincang lebih lama lagi sebelum salah satu pengawal kereta Zhao datang dan melapor.


“Tetua Zhao..” Pengawal memberi hormat kepada Zhao Quan dan Xu Feng sebelum memberi kabar bahwa dia melihat pawai pasukan Kota Daun Jatuh yang sudah berada tidak jauh dari Desa Xue.


Pengawal itu awalnya bergabung bersama pasukan patroli Desa Xue atas perintah dari Zhao Quan sebagai niat baiknya kepada Xu Feng. Tugasnya adalah berpatroli di sepanjang perjalanan untuk memastikan keamanan bagi para pengungsi yang menuju Desa Xue. Dalam proses tugasnya, dia kemudian melihat keberadaan pawai pasukan dan segera buru-buru kembali untuk memberitahu Zhao Quan.


“Akhirnya mereka di sini juga..” Zhao Quan menghela napas sebelum menyuruh pengawal untuk mempersiapkan kereta. Lokasi titik kumpul yang telah mereka rencanakan berada di persimpangan jalan antara Desa Xue dan Desa Huo, tempat dimana Xu Feng bertemu dengan Tiga Pendekar Hitam untuk pertama kalinya.


“Tentu!” Xu Feng mengangguk, dia tentu saja tidak akan melepaskan kesempatan untuk bertemu orang-orang besar dari Kota Daun Jatuh ini. Dan juga, Geng Mata Satu masih mempunyai hutang yang harus mereka bayar.


Tidak lama kemudian, kereta disiapkan dan Zhao Jun yang awalnya sedang bermeditasi juga sudah tiba. Sebelum berangkat, Xu Feng memanggil Xue Song dan Ding Xiang, dia berkata bahwa dirinya akan pergi untuk sementara waktu.


Xu Feng tidak lagi khawatir akan ada serangan mendadak terhadap desa, dirinya yakin bahwa para bandit sudah mundur dari perbatasan, lagipula mereka perlu berkumpul kembali untuk mempersiapkan perang yang akan terjadi.


Kabar yang dibawa oleh patroli selama dua hari terakhir juga menegaskan hal itu. Tidak ada lagi satu pun bandit yang mereka temui.


“Pelindung, jangan khawatir, aku akan melindungi desa apa pun yang terjadi!” Xue Song menangkupkan kedua tangannya dan memberi hormat ketika, wajahnya begitu serius.


Xue Song tahu bahwa Xu Feng sedang bersiap menuju medan perang yang besar sehingga hatinya sedikit gelisah. Bahkan Tahap Ketujuh pun bisa jatuh dalam pertarungan tersebut.

__ADS_1


“Aku percaya padamu.” Xu Feng menepuk pundak Xue Song.


Ding Xiang di sisi lain tetap terdiam, dia hanya berdiri kaku dan menatap Xu Feng.


“Apakah kamu sudah mempertimbangkannya dengan matang?” Ding Xiang bertanya setelah terdiam cukup lama, orang bisa menilai bahwa gadis itu sedang tegang dari suara dan postur tubuhnya.


“Ya, aku yakin.” Xu Feng mengangguk pelan.


“Kamu benar-benar yakin?” Ding Xiang menekankan sekali lagi.


“Jangan khawatir.. Aku bisa melindungi diriku dengan baik.” Xu Feng terkekeh dan menepuk kepala gadis itu dengan lembut.


Ding Xiang kemudian terdiam sesaat sebelum mengangguk lemah, “Hati-hati..”


“Aku akan.. Tunggu saja, aku tidak akan pergi lama.” Xu Feng tersenyum dan menepuk kepala Ding Xiang sekali lagi sebelum naik ke atas kereta.


“Jangan khawatir nona, Xu Feng adalah orang yang kuat, tidak banyak yang bisa menyakitinya.” Zhao Quan menambahkan dari atas kereta, dia menatap Ding Xiang dengan senyuman di wajahnya.


Mendengar itu, tubuh Ding Xiang sedikit rileks.


“Tetua Zhao, aku harap anda melindunginya..” Ding Xiang berkata dan Zhao Quan mengangguk sebagai balasan, dia bahkan berjanji untuknya.


Tidak lama kemudian, di bawah tatapan Ding Xiang dan Xue Song, kereta perlahan pergi meninggalkan Desa Xue.


“Dia adalah gadis yang dewasa..” Zhao Quan menghela napas dan berbicara pada Xu Feng. Jarang menemukan seorang gadis yang dapat mendukung pasangannya sepenuhnya.


“Tentu saja.. Aku adalah orang yang beruntung bisa bertemu dengannya.” Xu Feng tertawa pelan.

__ADS_1


__ADS_2