Pendekar Agung

Pendekar Agung
Ch. 67 - Dua Tetua Inti


__ADS_3

“Kau..” Kedua ahli memeriksa Xu Feng dengan hati-hati dan segera tercengang ketika menyadari basis kultivasi Xu Feng. Mereka dari awal tidak mempedulikan keberadaan Xu Feng karena terlihat seperti pemuda biasa sehingga keduanya bahkan tidak repot-repot menilai kekuatannya.


“Tetua Zhao, dia..” Salah satu ahli menoleh pada Zhao Quan, ada keraguan dan kebingungan di wajahnya.


“Seperti kataku, dia bukan anak biasa. ” Zhao Quan diam-diam terkekeh ketika melihat ekspresi kedua ahli tersebut dan mulai memperkenalkan Xu Feng kepada mereka.


“Dari mana anda memungut anak ini? Dia bukan muridmu bukan?” Kedua ahli menyeret Zhao Quan ke samping dan dengan bisikan melontarkan berbagai pertanyaan, mereka sedikit iri dengan keberuntungan Zhao Quan yang pertama kali menemukan Xu Feng.


Zhao Quan di sisi lain tertawa senang, dia bahkan sedikit sombong dan mengangkat dadanya sambil menyebut bahwa dia dan Xu Feng telah menjalin hubungan yang baik.


“Hahaha..” Kedua ahli tertawa hampa, mereka tidak akan terbawa oleh omong kosong Zhao Quan. Setelah mengetahui bahwa Xu Feng bukanlah murid dari Zhao Quan, mata kedua ahli memancarkan sedikit kilatan, mereka merasa seperti melihat peluang yang besar.


“Jangan bermimpi!!” Zhao Quan menyadari niat keduanya dan segera memotong pikiran mereka dengan cepat, dirinya sendiri bahkan sudah berusaha selama beberapa hari terakhir untuk membujuk Xu Feng namun anak itu berkata bahwa dia saat ini tidak memerlukan guru.


“Tetua Zhao, bagaimana bisa aku mengetahuinya sebelum mencobanya?” Salah satu ahli mencibir dalam hati, dia berpikir bahwa Zhao Quan hanya mencoba menghentikan mereka agar tidak merebut Xu Feng dari tangannya.


“Kau coba saja kalau begitu.” Zhao Quan tersenyum kecil, dia terlalu malas untuk menjelaskan lebih jauh. Zhao Quan sudah memahami karakter Xu Feng dengan baik, dia sadar bahwa anak itu merupakan tipikal orang yang berprinsip, tidak mudah menggerakkan keputusan yang telah dia ambil.


Mulut Xu Feng di sisi lain sedikit berkedut, dia bisa mendengar percakapan ketiga orang itu dengan jelas. Sepertinya tiga tulang tua itu lupa bahwa Xu Feng berada di Tahap Keenam, bisikan kecil mereka terdengar sangat keras di telinga Xu Feng.


Setelah putaran diskusi yang panjang, kedua ahli itu kemudian menghampiri Xu Feng. Keduanya bahkan menjaga jarak dan saling menatap dengan sengit, ada aura persaingan di antara mereka.

__ADS_1


Mereka perlu menyelesaikannya secepat mungkin sebelum pasukan tiba agar bisa menghindari saingan yang mungkin akan menjadi lebih banyak. Lagipula para pemimpin pasukan itu tidak mungkin akan melepaskan Xu Feng juga.


“Junior Xu..”


“Maaf Senior, Junior tidak membutuhkan guru!” Belum sempat kedua ahli selesai berbicara, Xu Feng sudah terlebih dahulu memotong sambil menangkupkan tangannya, dia berusaha berbicara selembut mungkin agar tidak terkesan sombong.


“Ini..” Kedua ahli tertegun, mereka tidak berharap Xu Feng akan begitu menentukan. Anak ini bahkan tidak memberi mereka sedikit pun kesempatan!


“Hahaha sudah kubilang!” Zhao Quan tertawa terbahak-bahak dari belakang, dia sepertinya menikmati pertunjukkan yang sedang terjadi di depannya.


“Tetua Zhao, bisakah anda diam untuk sesaat?”  Kedua ahli sedikit kesal mendengar tawa Zhao Quan, mereka rasanya ingin memukul tulang tua itu.


“Ohh.. Kalian malah mengarahkan kekesalanmu padaku yah?” Zhao Quan tersenyum kecil dan menggoda kedua ahli itu.


“Hmm.. Kalian dua tulang tua ingin memukuliku?” Zhao Quan mengangkat alisnya dan tidak mengalah, dia terus menggoda keduanya. Zhao Quan jarang menemukan kesempatan seperti ini, dia tentu tidak akan melepaskan kesempatan untuk mempermainkan dua teman lamanya itu.


“Junior Xu Feng, aku beri saran agar kau menjauh dari orang tua bangka ini, dia sangat buruk dan selalu sial dalam hidupnya.” Salah satu ahli berbicara, dia mencoba menjelekkan citra Zhao Quan.


“Haha..” Xu Feng menggaruk kepalanya dan tertawa canggung, dia sejujurnya sedang berpikir keras untuk mencari cara agar bisa keluar dari situasi ini, Bingung, Xu Feng kemudian hanya meminta maaf dan menyebut bahwa dia untuk saat ini benar-benar tidak memiliki niat untuk mencari guru.


“Jangan terlalu kaku, mereka tidak akan menyimpannya dalam hati.” Zhao Quan menyadari kecanggungan Xu Feng dan segera menjelaskan, kedua ahli juga terkekeh dan menatap Xu Feng dengan lucu.

__ADS_1


“Terima kasih atas pengertiannya..” Xu Feng menghela napas lega mendengar penjelasan Zhao Quan, dia sejujurnya tidak ingin menyinggung kedua ahli itu.


Alasan yang mendasari dirinya tidak ingin mencari guru karena takut keberadaan panel diketahui, lagipula siapa pun akan curiga jika kekuatan Xu Feng naik begitu cepat. Lebih baik jika dirinya tetap sendiri, dia setidaknya bisa menggunakan tudung misterius untuk bersembunyi.


Alasan lainnya adalah bagi Xu Feng, panel merupakan guru terbaiknya.


Zhao Quan, dua ahli dan Xu Feng kemudian mengalihkan pembicaraan dan fokus pada peristiwa yang terjadi di Kota Batu Hitam sambil menunggu kedatangan pasukan. Karena jumlah yang banyak, pasukan bergerak sangat lambat, butuh hampir satu jam sebelum pasukan tiba di tempat mereka.


Orang yang memimpin pasukan itu adalah adalah dua lelaki paruh baya dengan jubah putih, pada dada mereka terdapat simbol Elang berwarna hijau dengan pepohonan di belakangnya, bukti bahwa kedua orang itu berasal dari Sekte Elang Hutan.


Mereka berdua merupakan dua dari tiga Tetua Inti Sekte Elang Hutan, kekuatan mereka berada di Tahap Kedelapan, yang setara dengan Patriark keluarga besar di Kota Daun Jatuh. Selain dua Tetua Inti, ada tiga lagi Tetua Luar Sekte Elang Hutan, masing-masing berada di Tahap Ketujuh.


“Salam Tetua Yang Meng, Tetua Gong Heng!” Zhao Quan dan dua ahli menangkupkan tangan dan memberi hormat ketika kedua Tetua Inti turun dari kereta dan menghampiri mereka. Xu Feng berdiri dibelakang ketiganya bersama dengan Zhao Jun dan pengawal, mereka juga menangkupkan tangan dengan hormat.


“Zhao Quan, apa yang terjadi??” Tetua Yang Meng menyadari keseriusan di wajah Zhao Quan dan dua ahli lainnya, dia segera bertanya dengan hati-hati.


“Semuanya menjadi buruk..” Zhao Quan berbicara dengan murung sambil menjelaskan apa yang terjadi di Kota Batu Hitam. Mendengar perkataan Zhao Quan, ekspresi kedua Tetua Inti berubah gelap, keduanya tidak berharap mendengar kabar buruk seperti itu.


Semuanya terjadi di luar perkiraan mereka.


“Dimana orang yang membawa informasi itu? Aku ingin menemuinya secara pribadi..” Tetua Yang Meng bertanya.

__ADS_1


“Mereka sudah dalam perjalanan menuju ke sini..” Salah satu ahli berbicara. Dia menyebut bahwa karena berita ini mendesak dan penting, dia segera meninggalkan mereka dan dan buru-buru datang ke sini untuk menyampaikannya secara pribadi.


“Kalau begitu kita perlu berhenti di tempat ini sambil menunggu kedatangan mereka..” Tetua Gong Heng memberi saran, wajahnya sangat muram.


__ADS_2