Pendekar Agung

Pendekar Agung
Ch.59 - Ahli Tahap Ketujuh


__ADS_3

“Dasar orang pinggiran.”


Anak muda tersebut mendengus dan terus menyuruh bawahannya untuk mendobrak gerbang, dia belum pernah menerima penghinaan sebesar ini. Di Kota Daun Jatuh saja, dia akan memperoleh penghormatan dan disambut hangat ke mana pun dia pergi namun orang-orang kotor dan miskin ini justru memperlakukannya dengan rendah.


“Tuan muda, anda tidak seharusnya bersikap demikian!”


Seorang lelaki tua berbicara dari belakang pemuda tersebut, rambut panjangnya yang putih dan jenggot yang tebal membuatnya terlihat seperti seorang sepuh. Dia tengah duduk bersila dan menutup mata, ada sedikit kekecewaan pada wajahnya ketika menyadari tindakan anak muda tersebut.


“Tetua Zhao Quan, bagaimana bisa aku Zhao Jin, tuan muda pertama dari Keluarga Zhao bisa tetap tenang ketika menerima penghinaan yang tidak sepantasnya ini?”


Zhao Jin melambaikan tangan dan berbicara kasar, ada kekejaman di wajahnya. Dia adalah tuan muda dari salah satu keluarga besar di Kota Daun Jatuh, bahkan Master Sekte Elang Hutan akan memberi muka padanya. Bagaimana bisa dirinya bisa terima ketika orang rendahan dari perbatasan kecil memperlakukannya secara sebaliknya?


“Biarkan aku yang mengambil alih..”


Zhao Quan menggelengkan kepala dan keluar dari kereta, dia sejujurnya sangat tidak berdaya mengenai sifat sombong Zhao Jun. Bagaimanapun anak ini telah hidup dalam kelimpahan sejak kecil, ayahnya yang adalah Patriark Keluarga Zhao selalu memanjakannya yang menjadi penyebab sifatnya yang sekarang.


Zhao Quan kemudian menyuruh pengawal untuk berhenti memukul gerbang sebelum menatap Xue Song.


“Aku adalah Tetua Zhao Quan dari Keluarga Zhao, aku harap teman kita ini bersedia bermurah hati.”


Zhao Quan berbicara dengan tenang, tidak ada arogansi atau pun penghinaan di matanya.


“Ini..” Xue Song terkejut, dia tentu mengenal Keluarga Zhao yang terkenal, apalagi Tetua Zhao Quan, salah satu ahli papan atas di Kota Daun Jatuh!


“Senior, aku minta maaf karena tidak mengenali anda.”


Xue Song buru-buru menangkupkan kedua tangannya dan membungkuk meminta maaf. Xue Song berkata bahwa dia tidak bisa mengenali mereka karena tidak ada lambang Keluarga Zhao pada kereta.


“Tidak masalah, adalah kesalahan kami karena tidak menyapa terlebih dahulu.”

__ADS_1


Zhao Quan melambaikan tangan dengan sederhana, dia tidak memedulikan masalah sepele seperti itu.


Xue Song kemudian buru-buru membuka gerbang dan menyambut tamu dari Keluarga Zhao, dia bahkan menyalami Zhao Quan penuh hormat dan bersemangat.


“Hmm, akhirnya kau tahu tempatmu!”


Zhao Jin mendengus tidak senang pada Xue Song. Zhao Quan mengerutkan kening karenanya, dia bahkan berbalik dan menegur pemuda itu, memberinya pengingat untuk tidak menganggap remeh setiap orang yang ditemuinya.


“Tetua, anda bercanda.. bagaimana bisa orang pinggiran seperti mereka layak mendapat perhatian?”


Zhao Jin tidak mengalah. Keluarga Zhao punya kekuatan dan pengaruh yang besar, sebagai tuan muda dari Keluarga Zhao, ada sangat sedikit orang yang layak masuk di mata Zhao Jin, orang-orang kecil di perbatasan tidak pantas disebut bagi dirinya sehingga dia merasa tindakannya sudah benar.


“Kau..” Zhao Quan mendesah tak berdaya dan menggelengkan kepala, dia mencoba mengingatkan sekali lagi tetapi berhenti ketika menyadari kedatangan rombongan kereta.


“Sial, masalah apa lagi ini?”


Xue Song mengutuk ketika memperhatikan rombongan yang mendekati desa, dia memperkirakan ada seribu orang lebih dalam rombongan tersebut. Xue Song mau tidak mau sakit kepala, orang-orang diluar gerbang saja sudah menyebabkan kekacauan, apa yang akan terjadi jika seribu orang lebih ini juga mengacau?


“Kenapa kau cuma berdiri di depan gerbang?”


Sebuah suara yang cukup muda terdengar dari dalam gerbong sebelum tirai dibuka dan Xu Feng turun.


“Pelindung!”


Xue Song terkejut sesaat. Kemudian, ekspresinya menjadi lega dan bersemangat, ada terlalu banyak hal yang terjadi di desa, itu bahkan membebani dirinya dan membuatnya hampir gila. Setiap anggota klan yang menemani Xue Song juga terkejut, tidak ada satu pun dari mereka yang mengetahui kabar kepergian Xu Feng dari desa.


Xue Song segera menghampiri Xu Feng, ada banyak pertanyaan yang ingin dia lontarkan dalam kepalanya, seperti darimana asal seribu orang lebih itu.


“Siapa dia?”

__ADS_1


Xu Feng bertanya pada Xue Song sambil menatap Zhao Quan dengan kejutan di hatinya, dia tidak bisa menilai basis kultivasi lelaki tua itu!


“Pelindung, dia..” Xue Song lalu memperkenalkan Xu Feng pada Zhao Quan dan sebaliknya, dia juga langsung menyebut masalah tentang kondisi yang terjadi di desa sejak kemarin.


“Junior menyapa Tetua Zhao Quan!”


Xu Feng segera menangkupkan kedua tangannya dengan sopan ketika mengetahui identitas Zhao Quan, dia tidak berharap Desa Xue akan menerima tamu sekaliber orang ini.


Zhao Quan, salah satu ahli Tahap Ketujuh yang terkenal!


“Hahaha sungguh kejutan, benar-benar kejutan..” Zhao Quan tertawa terbahak-bahak namun wajahnya yang selalu tenang kini memasang ekspresi tidak percaya, dia membelai janggutnya dan menatap Xu Feng dengan mata terbelalak.


Meski Xu Feng menyembunyikan auranya, itu tidak dapat lari dari mata Zhao Quan yang berada di tahap yang lebih tinggi.


“Aku tidak berharap ada naga muda yang bersembunyi jauh di pedalaman seperti ini..”


Zhao Quan menilai Xu Feng dari atas hingga ke bawah, wajahnya yang keriput penuh dengan pemikiran yang dalam. Sebagai seorang ahli, lelaki tua itu langsung bisa mengetahui umur Xu Feng dalam sekali pandang yang menyebabkan dirinya yang selalu tenang terkejut tak bisa berkata-kata.


18 tahun dan sudah di Puncak Tahap Kelima! Dampak dari fakta ini sangat besar hingga mengguncang dan menggetarkan hati lelaki tua ini. Zhao Quan berani bersumpah bahwa ahli siapa pun yang mengalami situasi yang sama dengannya pasti akan bereaksi sama seperti dirinya.


“Sungguh membuka mata..” Zhao Quan tertawa hampa, dia tidak tau lagi harus bereaksi seperti apa, bahkan jenius terbaik yang pernah dia kenal semasa hidupnya tidak layak disebut di depan prestasi Xu Feng.


“Apa yang sedang terjadi?”


Xue Song sangat kebingungan, percakapan singkat antara kedua orang itu serta reaksi yang ditunjukkan oleh Zhao Quan tidak dapat dia mengerti sedikit pun. Bukan hanya Xue Song, hampir setiap orang kebingungan dengan tindakan Zhao Quan.


“Xue Song, anda memanggilnya pelindung tapi anda tidak mengetahui kekuatannya?”


Suara wanita tiba-tiba menjawab pertanyaan Xue Song. Yang terakhir terkejut dan segera mencari asal suara, Xue Song kemudian melihat seorang wanita cantik yang turun dari kereta dan menatapnya dengan geli.

__ADS_1


“Tetua Tan Shuang..” Xue Song tertegun dan menatap Tan Suang dengan heran. Jarak antara Desa Tan dan Desa Xue sangat dekat sehingga di masa lalu dia beberapa kali bertemu dengan Tan Shuang, mereka secara alami saling mengenal.


__ADS_2