Pendekar Agung

Pendekar Agung
Ch.53 - Alkemis


__ADS_3

“Nona, lebih baik kau urus dirimu dahulu dan anggota klanmu.


“Aku juga akan meminta bantuan.”


Xu Feng memberi saran sambil melirik ke arah puluhan orang yang baru saja sampai di Desa Tan. Mereka adalah pelancong pemberani yang Xu Feng temui dalam perjalanan menuju Desa Tan tadi, Xu Feng mau tidak mau memberi jempol dalam hati atas kedatangan mereka di waktu yang tepat.


Para pelancong itu di sisi lain melirik ke segala arah dan langsung tercengang oleh kondisi tragis Desa Tan dan banyaknya mayat yang tergeletak di tanah, tidak ada dari mereka yang bisa membayangkan peristiwa apa yang baru saja terjadi di tempat ini.


“Baik..”


Tan Shuang mengangguk lemah, dia melirik sekeliling dan menghela napas pelan. Dia telah hidup selama 30 tahun namun ini adalah pertama kalinya dia melihat kerusakan yang begitu parah.


Hampir setiap rumah runtuh akibat pertarungan, api bahkan masih membakar di berbagai tempat. Ratusan mayat, entah itu anggota klan atau pun penduduk tergeletak di tanah, beberapa mayat tidak bisa lagi dikenali identitasnya.


“Klan Tan sudah berakhir..”


Tan Shuang bergumam pahit sebelum menghampiri setiap anggota klan dan penduduk yang masih dapat berdiri untuk membantu mengurus yang terluka. Dia harus menyelematkan setiap nyawa sebisa mungkin.


Xu Feng di sisi lain menghampiri para pelancong dan meminta mereka untuk mengulurkan tangan, tidak ada satu pun dari mereka yang menolak mengingat puluhan mayat bandit yang mereka temui selama perjalanan, Xu Feng pada dasarnya sudah menjadi sosok yang besar di hati para pemberani ini.


“Kami tidak akan mengecewakan anda tuan pendekar!”


Xu Feng tersenyum dan memberi apresiasi ketika melihat antisipasi dan ketulusan di mata mereka, kemanusiaan setidaknya belum hilang meski di dunia yang kacau ini.


“Hm?!”


Xu Feng mendekati mayat Lu Wei dan dua jendral, dia tidak menemukan satu pun barang berharga selain dari sebuah cincin perunggu yang ada di tangan Lu Wei.


Xu Feng penasaran dan melepas cincin tersebut, dia meraba-raba namun tidak mengetahui kegunaan dari cincin, Xu Feng hampir berpikir ini adalah cincin biasa jika bukan karena ada pola rune misterius yang terukir pada cincin tersebut.


“Apakah ini adalah cincin penyimpanan yang terkenal?”


Xu Feng menelusuri ingatannya dan menemukan informasi yang berkaitan, meskipun ingatan itu hanyalah sebuah cerita dan pendahulunya tidak pernah melihatnya secara langsung.


Xu Feng kemudian mencoba menyalurkan energi qi menuju cincin dan segera cincin tersebut bersinar lembut sebelum sebuah retakan ruang muncul dan melayang tiga inci di atas cincin.


“Ini benar-benar cincin penyimpanan!”

__ADS_1


Xu Feng terkejut oleh kemunculan retakan sebelum berseru bahagia, dia mendapat jackpot yang besar!


Dia lalu menyalurkan lebih banyak energi qinya ke dalam cincin dan segera kesadarannya terhubung dengan bagian dalam cincin yang berupa ruang tiga dimensi, ukurannya satu meter kubik.


“Sial, Kultivator Iblis sangat miskin.”


Kegembiraan Xu Feng tidak bertahan lam karena ruang di dalam cincin tidak memiliki apa-apa selain dari sebuah buku, dia bahkan tidak melihat satu pun Batu Spiritual.


“Pikiran macam apa yang kumiliki..”


Xu Feng tertawa atas pikirannya yang bodoh, Kultivator Iblis tidak membutuhkan Batu Spiritual melainkan jiwa, bagaimana bisa dia mengharapkan sesuatu seperti itu dari Lu Wei?


“Buku ini sedikit berbeda..”


Xu Feng kemudian mengeluarkan satu-satunya barang yang tergeletak di dalam cincin, dia sedikit penasaran karena sampul buku itu tidak sama seperti sampul buku-buku teknik.


“Ilmu Alkemis?”


Alis Xu Feng terangkat ketika membaca judul buku tersebut, dia tidak berharap buku aneh ini akan menjadi buku tentang ilmu alkemis, Xu Feng bahkan sedikit berharap itu adalah teknik lain yang kuat.


Belum sempat Xu Feng mengeluh lebih jauh, jendela panel tiba-tiba muncul di visinya, dia memperhatikan dengan seksama dan menyadari bahwa informasi pada jendela panel berubah, ada satu baris baru yang ditambahkan.


--------


Nama : Xu Feng


Buku Kultivasi : Badai Musim Semi ( Tahap Keempat Alam Fana) +


Buku Profesi    : Alkemis (Belum Dipelajari) +


Teknik Kultivasi : Langkah Bayangan ( Alam Menengah), Teknik Pedang Surgawi Fana ( Alam Dasar ) +, Teknik Meringankan Tubuh ( Alam Menengah) +, Teknik Tubuh Baja (Belum Dipelajari) +


Energi yang tersedia : 1


---------


“Sejak kapan panel punya kemampuan seperti ini?”

__ADS_1


Xu Feng sedikit tercengang, dia ingat bahwa panel cheat seharusnya tidak mempunyai kemampuan seperti itu ketika dia membuatnya di Bumi, Xu Feng mau tidak mau bertanya mengapa fungsi panel mengalami perubahan.


Xu Feng menciptakan Panel hanya satu fungsi, yaitu berkaitan dengan Skill atau Teknik.


“Tidak peduli apa, ini adalah hal yang bagus..”


Xu Feng segera menepis pemikiran yang tidak perlu, dia tidak ingin memikirkannya lebih jauh. Dia sebaliknya sedikit bersemangat, alkemis adalah sosok yang sangat langka dan sangat dihormati, tidak ada satu pun kultivator yang tidak membutuhkan berbagai pil yang diciptakan oleh para alkemis.


“Aku sudah menemukan komoditas unggulan yang cocok untuk karavan Gao Gao..”


Mata Xu Feng berkelebat sesaat, pil yang diciptakan oleh alkemis adalah barang yang langka dan mahal karena sedikitnya jumlah alkemis, kesulitan mempelajari ilmu ini beribu kali lebih sulit dibanding Teknik Kultivasi yang menyebabkan kekurangan pasokan yang besar di setiap tempat.


Kelompok mana pun yang dapat menumbuhkan alkemis dapat dipastikan akan menjadi kelompok yang kuat dan berpengaruh. Alasan beberapa keluarga diberi gelar keluarga besar justru karena kehadiran alkemis ini selain dari kekuatan mereka yang besar.


Tidak ada satu pun orang yang ingin menyinggung seorang alkemis, jika tidak, mereka hanya bisa menangisi kesialan karena tidak bisa lagi mengakses dan membeli pil yang berharga.


Melepas pemikiran, Xu Feng menyimpan kembali buku alkemis di cincin penyimpanan dan berjalan berkeliling. Setiap penduduk desa dari segala umur turun ke jalan untuk ikut membantu dan membersihkan mayat.


Semua yang terluka dan masih hidup sudah dibawa ke Paviliun dan dirawat di sana.


“Tuan pendekar, Tetua Tan Shuang sedang menunggu anda di Paviliun.” Seorang wanita datang dan memberi hormat, dia segera memimpin jalan ketika Xu Feng memberi anggukan sederhana.


Setiap orang berhenti melakukan aktivitas dan menunduk hormat ketika Xu Feng lewat, mereka tidak melakukannya dengan paksaan tapi karena dorongan hati yang murni, wajah mereka begitu tulus tanpa beban ketika memberi hormat.


Kebaikan yang diberikan oleh Xu Feng adalah balas budi yang tak ternilai harganya bagi mereka.


“Bagaimana kondisimu?”


Tan Shuang sedang terbaring di atas tempat tidur ketika Xu Feng tiba, wajahnya masih pucat karena kehilangan begitu banyak darah, dia bernapas sangat lemah.


Meski dalam kondisi parah, wajah dewasa dari seorang wanita cantik tidak bisa disembunyikan.


“Tuan Pendekar, maaf atas kelancanganku yang tidak bisa menjamu anda dengan baik.” Tan Shuang berbicara dengan pahit sebelum melanjutkan, “Ini adalah permintaan egois dariku tapi bisakah anda menetap di desa kami selama beberapa saat? Aku takut akan ada serangan dari bandit lain.”


“Maaf tapi aku tidak bisa.”


Xu Feng menggelengkan kepala dan menolak yang menyebabkan wajah Tan Shuang menjadi semakin pahit. Xu Feng tentu tidak ingin berada di tempat ini terlalu lama, dia takut Desa Xue akan mengalami kejadian yang serupa tanpa kehadirannya, Xu Feng perlu kembali secepat mungkin.

__ADS_1


__ADS_2