Pendekar Agung

Pendekar Agung
Ch.68 - Skripnya salah!


__ADS_3

Pesan lalu disampaikan kepada setiap prajurit untuk berhenti dan beristirahat sembari menunggu kedatangan orang yang selamat dari Kota Batu Hitam. Karena keseriusan masalah, setiap orang fokus memikirkan tindakan yang harus diambil selanjutnya sehingga tidak ada yang terlalu memperhatikan keberadaan Xu Feng.


“Junior Xu Feng, aku harap kau menunggu di kereta terlebih dahulu dan menemani Zhao Jun.” Zhao Quan mendekati Xu Feng dan mengatakan bahwa diadakan pertemuan darurat untuk membahas tindakan selanjutnya dan dirinya harus juga harus menghadiri rapat tersebut.


“Aku mengerti Tetua Zhao..” Xu Feng mengangguk sesaat sebelum terpikir akan sesuatu dan tiba-tiba melanjutkan, “Bisakah aku meminta bantuan dari anda?”


“Tidak perlu sungkan, selama itu masih dalam kendaliku maka seharusnya tidak apa-apa.” Jawab Zhao Quan sambil tertawa pelan. Dia mengelus janggutnya dan menatap Xu Feng dengan sedikit penasaran, lagipula ini adalah pertama kalinya bocah ini meminta sesuatu padanya.


“Jadi begini..” Xu Feng kemudian menjelaskan bahwa dia memiliki teman di Desa Huo, dan bahwa dia khawatir jika terjadi sesuatu yang buruk kepada mereka. Xu Feng berharap agar Zhao Quan menggunakan koneksinya untuk mengirim beberapa tim ke Desa Huo dan mengawal mereka menuju Desa Xue.


Xu Feng yakin Huo Teng pasti memahami maksud di balik tindakannya, rubah tua itu tidak mungkin tidak menyadarinya, apalagi mengingat situasi yang kian mencekam setelah jatuhnya Kota Batu Hitam.


“Kupikir ada masalah apa yang mengharuskanmu meminta bantuan, ternyata hanya masalah sepele.” Zhao Quan tersenyum, memang mengingat identitasnya sebagai ahli Tahap Ketujuh, posisinya di pasukan pasti tinggi, mengirim beberapa orang seharusnya bukan masalah besar baginya.


“Jangan khawatir, aku akan mengirim dua tim yang masing-masing dipimpin oleh tuan Tahap Keempat untuk memastikan keselamatan mereka.” Ucap Zhao Quan sebelum memanggil salah satu pengawal dan menyerahkan secarik kertas yang baru saja selesai dia tulisi. Zhao Quan kemudian berbicara beberapa patah kata lagi dengan Xu Feng sebelum turun dari kereta dan menuju ruang pertemuan darurat.


“Aku tidak berharap Tetua Zhao akan begitu murah hati.” Xu Feng memandang punggung Zhao Quan dengan sedikit rasa terimakasih.


“Senior Xu Feng sepertinya bercanda, bantuan ini bahkan tidak layak disebut di depanmu.” Zhao Jun tertawa pelan ketika mendengar ucapan Xu Feng, dia berpikir Xu Feng sedang merendah. Jangankan dua tuan Tahap Keempat, seorang master Tahap Kelima pun akan bersedia melakukan tugas sederhana itu jika seorang Tahap Keenam yang memintanya.


Keberadaan Tahap Keenam sangat istimewa karena hanya segelintir saja yang bisa mencapainya. Lagipula jarak antara Tahap Kelima dan Tahap Keenam sangat besar, butuh kultivasi berpuluh-puluh tahun bahkan bagi seorang Tahap Kelima untuk mencapainya.

__ADS_1


Semakin tinggi suatu tahap, semakin lama pula waktu yang dibutuhkan untuk menerobos. Bahkan bakat Lingkar Lima sekali pun butuh waktu 10 tahun untuk menerobos dari Tahap Kelima ke Tahap Keenam, itupun adalah yang tercepat sejauh yang diketahui Zhao Jun. Kebanyakan kultivator mati entah karena terbunuh atau karena usia sebelum mencapai tingkat ini.


Karena alasan itulah mereka yang mencapai Tahap Keenam sangat dihormati.


“Apa maksudmu?” Xu Feng bertanya bingung, dia tidak mengerti apa yang Zhao Jun katakan. Xu Feng awalnya merupakan murid luar belaka yang memiliki pengetahuan yang terbatas dan tidak pernah bersentuhan dengan orang-orang besar, dia secara alami tidak memahami seberapa berpengaruh identitasnya saat ini.


Melihat kebingungan Xu Feng, Zhao Jun menyeringai dan berpikir bahwa Xu Feng sedang bermain bodoh tetapi ketika mereka terus berbincang, Zhao Jun perlahan menyadari bahwa Xu Feng sepertinya tidak berbohong, lagipula tidak ada gunanya Xu Feng terus bertindak tidak masuk akal seperti itu.


“Jangan bilang anda benar-benar tidak mengetahuinya?” Zhao Jun segera tertegun dan ketika dia memperoleh anggukan anggukan sederhana dari Xu Feng, Zhao Jun langsung tak bisa berkata-kata, dia tidak tahu harus merespon bagaimana.


“Ini..” Zhao Jun bersumpah dan mengutuk dalam hati secara bersamaan, dia bersumpah karena ini adalah momen teraneh yang pernah dia temui dalam hidupnya dan mengutuk karena merasa langit terlalu tidak adil.


Wajah Zhao Jun jatuh, dia tiba-tiba ingin mencari sudut tersembunyi untuk menangis sambil mengutuk nasibnya sendiri.


“Senior, anda tidak boleh terlalu acuh tak acuh..” Zhao Jun berusaha menekan kepahitan dalam hatinya dan mulai menjelaskan keistimewaan identitas Xu Feng. Dia melontarkan berbagai manfaat yang dapat diperoleh oleh Xu Feng termasuk bahwa mereka yang mencapai Tahap Keenam sudah dapat mengajukan izin untuk keluarga kelas dua,


Keluarga kelas dua adalah keluarga yang hanya berada di bawah keluarga kelas satu, yang merupakan keluarga besar. Zhao Jun menyebut bahwa hanya ada tiga keluarga besar di Kota Daun Jatuh, Keluarga Zhao adalah salah satunya.


“Begitu yahh..” Xu Feng mengangguk pelan, dia sejujurnya sedikit terkejut mengetahui ada banyak hal baik yang dapat dibawa oleh kekuatannya saat ini.


“Apa keuntungan menjadi keluarga kelas dua?” Xu Feng bertanya.

__ADS_1


“Sederhana saja, anda akan menerima dukungan sumber daya dari kerajaan yang berupa Batu Spiritual, Pil, Senjata dan berbagai macam hal-hal berguna lainnya. ”


Zhao Jun menjawab dengan pelan, dia juga menambahkan bahwa ada satu lagi hak istimewa yang akan diperoleh, yaitu kursi untuk merekomendasikan seseorang agar dapat mengikuti seleksi penerimaan murid Sekte Langit Biru yang berada di Ibukota.


“Sepertinya kerajaan benar-benar murah hati..” Mata Xu Feng berbinar, dia tidak berharap mendengar kabar baik ini.


Zhao Jun mengangguk setuju, dia bahkan sedikit bersemangat ketika membicarakan tentang kuota itu.


“Senior Xu Feng, lebih baik anda segera mengajukan permohonan. Tidak semua orang bisa memperoleh kuota seleksi murid Sekte Langit Biru, hehe..” Zhao Jun tertawa lebar, dia berpikir Xu Feng juga pasti tergiur oleh itu kuota seleksi tersebut, lagipula tidak ada seorang pun yang tidak mau menuju Ibukota.


Yang tidak diketahui Zhao Jun adalah Xu Feng sebenarnya tidak memikirkan tentang kuota seleksi itu, pikiran Xu Feng sebaliknya terfokus pada dukungan sumber daya yang diberikan. Bagi Xu Feng tidak ada yang lebih berharga dibanding Batu Spiritual.


Semangat Xu Feng tersulut, dia segera bertanya terburu-buru pada Zhao Jun, “Berapa banyak Batu Spiritual yang diperoleh keluarga kelas dua?”


“Yah, kira-kira ada sekitar..” Zhao Jun tiba-tiba berhenti di tengah jalan, dia menatap Xu Feng dengan aneh, “Tunggu, bukankah anda menanyakan hal yang salah?”


“Salah apanya? Bukankah kau bilang ada dukungan sumber daya?” Xu Feng balas menatap Zhao Jun dengan aneh.


Zhao Jun meringis dalam hati, bukankah skripnya seharusnya fokus pada kuota seleksi? Mengapa yang terjadi justru sebaliknya? Sial, ini tidak sesuai dengan skrip pada umumnya!


“Senior, apakah semua orang jenius memang selalu bertindak diluar kebiasaan?” Zhao Jun menghela napas dan bertanya dengan pasrah.

__ADS_1


__ADS_2