Pendekar Agung

Pendekar Agung
Ch.79 - Perang!


__ADS_3

Mata Xu Feng berkelebat dalam sesaat, dengan keberadaan misi ini, Rumah Bayangan setidaknya bisa mengulur waktu bagi mereka untuk mempersiapkan perang. Para petinggi Kota Daun Jatuh sepertinya sudah mulai menggunakan akal sehatnya, Xu Feng diam-diam mengangguk setuju.


Ketika Xu Feng sibuk dalam pikirannya, beberapa sosok misterius yang memakai kerudung muncul satu per satu. Tubuh mereka memancarkan aura yang dingin, niat membunuh yang kental samar-samar terpancar dari mereka.


Mereka datang dalam diam, tidak mengeluarkan suara sedikit pun. Xu Feng menandai mereka satu per satu dan matanya langsung menyipit, orang-orang ini berada di Tahap Keenam! Beberapa anggota tingkat rendah yang kebetulan berada di ruangan itu langsung pucat dan gemetar hanya karena kehadiran mereka.


“Apakah semuanya di sini?” Resepsionis melirik orang-orang itu dengan tenang, dia sepertinya tidak terpengaruh oleh aura mereka.


“Iya.” Salah satu dari mereka berbicara tanpa emosi, suaranya begitu dingin.


Mendengar itu, resepsionis mengangguk pelan sebelum mengantar orang-orang itu menuju lantai dua. Namun sebelum melangkah lebih jauh, resepsionis tiba-tiba membalikkan tubuhnya dan berbicara, “Kami membutuhkan dua orang tambahan dalam misi ini, siapa pun yang bersedia silahkan mengikutiku. Tidak ada prasyarat kekuatan.”


Keheningann..


Tidak ada yang berani mengangkat tangan. Kebanyakan orang-orang ini adalah anggota tingkat rendah dan mereka bukan orang yang naif. Misi yang melibatkan sekumpulan kultivator Tahap Keenam, orang bodoh pun tahu resiko seperti apa di baliknya. Mereka semua saling melirik mata satu sama lain dan menyadari bahwa orang lain memiliki pemikiran yang sama dengannya.


Tapi di balik sekumpulan orang, selalu akan ada individu yang sedikit melenceng dari biasanya. Sebelum resepsionis itu menghela napas, dua orang pria mengangkat tangan. Salah satunya adalah pria dengan tubuh kekar seperti beruang, dan satunya lagi tentu saja adalah Xu Feng. Tentu saja, keduanya memakai topeng sehingga tidak ada yang bisa melihat wajah keduanya.


“Bagus, ikuti aku!” Resepsionis memandang keduanya dan sedikit menyipitkan mata. Dia mengenali pria kekar itu, reputasinya setidaknya lumayan terkenal di Rumah Bayangan. Tetapi Xu Feng, dia tidak terlalu mengingatnya.


“Anggota baru?” Resepsionis diam-diam berpikir dan menggelengkan kepala, ini bukan urusannya.


Setelah Xu Feng dan pria kekar tersebut memasuki barisan, mereka lalu berjalan ke lantai dua, meninggalkan para anggota tingkat rendah yang langsung berisik karena kepergian mereka.


“Tadi itu.. Bukankah dia adalah si Beruang Mengamuk?” salah satu dari mereka menunjuk tangga dengan wajah yang aneh.

__ADS_1


“Benar, aku ingat dia baru-baru ini membunuh dua kultivator Tahap Keempat dalam satu pertarungan.”


“Tsk, orang sekaliber itu, apakah dia percaya diri atau.. gegabah?”


Mereka saling berbisik dengan wajah tidak mengerti. Tapi di balik semua itu, mereka diam-diam mempertanyakan identitas di balik sosok yang ikut bersama dengan Beruang Mengamuk. Sayangnya mereka ditakdirkan untuk tidak bisa mengetahuinya.


Xu Feng, dengan nama samaran Hantu, tiba-tiba menjadi sosok yang misterius bagi mereka.


Di sisi lain, ketika Xu Feng naik ke lantai dua, suasana tiba-tiba berubah suram dan menakutkan. Hanya ada satu lorong dan dindingnya berwarna hitam pekat. Beberapa obor sebagai penerangan yang terpajang di kedua sisi dinding tidak mampu menerangi seluruh lorong tersebut. Akibatnya, cahaya remang-remang kekuningan semakin mempersuram tempat itu.


“Aku merasakan udara yang sengit dari sana..” Beruang Mengamuk mengerutkan kening dan berbisik pelan, dia merasa seolah ada beberapa binatang buas kuno berbahaya di ujung lorong tersebut. Sosok-sosok misterius Tahap Keenam juga menampilkan postur yang serius, mereka sepertinya juga terpengaruh.


Xu Feng sebaliknya tidak bergeming, dia sudah tahu penyebabnya. Itu adalah tekanan yang disengaja dari kultivator Tahap Ketujuh!


“Ayo!” Resepsionis berbisik pelan dan memimpin mereka melewati lorong hingga mencapai sebuah pintu tunggal.


“Ketua, aku sudah mengumpulkan semua anggota!” Resepsionis mengetuk pintu dan berbicara dengan nada pelan.


Angin sepoi-sepoi…


Tidak ada jawaban selama beberapa detik sebelum sebuah de*ahan tua terdengar dari dalam pintu, “Masuk!”


Bersamaan dengan suara itu, pintu perlahan berderit dan terbuka.


Di dalam ruangan, terdapat tiga sosok berjubah hitam dan seorang pria baruh baya dengan topeng polos putih yang duduk melingkar di meja bundar. Suasana yang mereka pancarkan berat dan serius.

__ADS_1


Pria dengan topeng putih, si ketua, menghela napas kesekian kalinya sebelum berbicara dengan suara rendah, “Karena semua orang sudah di sini, tidak perlu membuang waktu lagi.”


Dia mengeluarkan sebuah peta dan meletakkannya di atas meja, menunjuk wilayah pada peta yang telah digaris x dan berbicara, “Salah satu anggota kita yang sedang menjalankan misi di wilayah Kota Batu Hitam tanpa sengaja berhasil mengakses informasi penting,


“Dia mendengar kabar bahwa dua hari kemudian, bala bantuan musuh akan tiba di Kota Batu Hitam. Tepatnya, mereka akan melalui jalur pegunungan Savage.”


Setelah mengatakan itu, postur ketua perlahan-lahan menjadi serius, “Namun ini bukan informasi yang paling penting. Setelah penyelidikan lebih lanjut, diketahui bahwa bala bantuan ini sebenarnya berasal dari kerajaan tetangga.”


Ledakan!


Informasi tersebut seperti gelombang tsunami yang menghantam kepala setiap orang, tidak ada yang begitu bodoh untuk tidak menyadari arti di balik semua itu. Setiap orang menghirup napas dingin dan terengah-engah, bahkan ahli Tahap Ketujuh pun bereaksi sama.


Perang!


Xu Feng mengerutkan kening, dia tidak berharap dugaannya benar-benar menjadi kenyataan. Bahkan jika Xu Feng memiliki panel, dia masih tidak bisa menahan perasaan gelisah di hatinya. Kengerian perang antar kerajaan berada jauh di luar imajinasi seseorang.


Namun ada satu hal yang membuatnya bingung. Identitas Tetua Feng Yang adalah Kultivator Jahat, apakah itu berarti kerajaan tetangga yang mengirimkan pasukan adalah Kultivator Jahat juga? Ataukah, mereka juga tidak mengetahui identitas Tetua Feng Yang yang sebenarnya?


Xu Feng semakin merasa segalanya menjadi rumit. Jika itu adalah kasus pertama, maka ini akan menjadi perang salib tak berkesudahan. Lagipula faksi Kultivator dan faksi Kultivator Jahat adalah musuh bebuyutan, segalanya hanya akan berakhir jika salah satu dari keduanya dikalahkan.


“Mari hadapi satu per satu..” Xu Feng menggelengkan kepalanya dan bergumam dalam hati, dia tidak boleh membiarkan pikirannya melayang terlalu jauh. Cukup hadapi apa yang ada saat ini!


Di sisi lain, ketua tidak mempedulikan pikiran setiap orang dan melanjutkan, “Informasi sudah sampai di ibukota dan raja sedang mempersiapkan pasukan. Dan tugas kita adalah mengganggu bala bantuan musuh hingga pasukan dari ibukota tiba.”


Ketua menyapu setiap orang di ruangan itu satu per satu dan berbicara dengan suara bermartabat, “Tugas ini berbahaya dan pasti akan memakan korban jiwa, jika ada yang berubah pikiran dan ingin keluar, sekaranglah waktunya.”

__ADS_1


__ADS_2