
“Pejuang Tahap Kedua..!?”
Penjaga tua itu mengangkat alisnya dan menatap Xu Feng sungguh-sungguh. Hanya dia yang tidak terpengaruh tekanan karena Xu Feng sengaja melakukannya.
Itu dapat dianggap sebagai balas budi.
“Nak bisakah anda memberi tulang tua ini kemurahan hati?”
Dia berbicara dengan pelan, ada rasa persetujuan di matanya. Dia menganggap Xu Feng sebagai pria yang masuk akal karena hanya melakukan hal seperti ini.
Jika ini terjadi pada orang lain, itu tidak akan berakhir tanpa kekerasan. Tidak semua orang bisa menanggung penghinaan seperti itu, terutama untuk anak muda dengan pencapaian kultivasi seperti Xu Feng.
Muda, namun tidak impulsif. Itu adalah penilaiannya untuk Xu Feng.
Xu Feng mengangguk dan menarik kembali auranya. Dia juga tidak ingin bertindak terlalu jauh, dia hanya ingin memberi peringatan.
Semua orang bernapas lega ketika tekanan Xu Feng menghilang. Wajah mereka hanya menyisakan rasa takut dan hormat.
“Terimakasih...!”
Penjaga tua itu menangkupkan tangannya.
“Tidak apa-apa, ini hanya kesalahpahaman.”
Xu Feng melambaikan tangannya dan menatap penjaga muda yang wajahnya sudah berkeringat pucat.
“Senior, aku minta maaf tidak mengenalimu!!”
Dia menundukkan kepalanya dan berbicara dengan gemetar. Di penginapan ini, hanya kepala penjaga penginapan yang setara dengan Xu Feng dalam kekuatan.
Menyadari telah menyinggung seseorang sekaliber atasannya membuatnya menyesal.
Xu Feng tidak menjawab dan hanya menggelengkan kepalanya. Dia terlalu malas menanggapi.
Dia kemudian menyewa dua kamar selama satu malam dan memesan hidangan makan malam.
Resepsionis itu buru-buru mengangguk dengan patuh dan mulai menukar jarahan Xu Feng dengan tael perak. Totalnya 60 tael. Dia tidak berani menipu harganya dan membelinya berdasarkan harga pasaran tertinggi.
Keduanya bahkan diizinkan menginap tanpa perlu membayar. Itu dapat dianggap sebagai permintaan maaf dari pihak penginapan.
Malam yang panjang berlalu dengan damai.
Matahari terbit dari cakrawala, membasuh dan memberi kehidupan baru pada daratan.
Di penginapan Bambu Kuning, para pedagang tengah sibuk mengepaki barang bawaan mereka dan bersiap melanjutkan perjalanan.
Meski hari masih pagi, penginapan sudah riuh oleh suara kebisingan.
Beberapa pedagang bercerita di antara mereka, beberapa menunjuk sana-sini memerintahkan bawahan mereka untuk mengatur barang dagangan.
Beberapa menunjuk kereta istimewa dengan penasaran.
__ADS_1
Suasana saat itu begitu hidup.
Namun hanya beberapa saat, suara-suara bising menghilang begitu saja. Semua orang terdiam dan memperhatikan rombongan yang menjadi penyebab kebisuan mereka.
Seorang sosok yang mengenakan mantel tudung dan seorang pria paruh baya yang dikelilingi oleh tiga penjaga berjalan keluar dari penginapan. Seluruh tubuh penjaga ditutupi oleh armor baja berwarna hitam dengan jubah perak dan masing-masing memegang tombak berat sepanjang dua meter di tangan mereka.
Helm yang mereka pakai menyembunyikan wajah mereka dari orang lain dan hanya menyisakan mata yang dingin.
Ada enam orang lagi yang mengikuti mereka, termasuk penjaga tua dan penjaga muda. Semuanya merupakan penjaga penginapan. Salah satunya berada di tahap kedua, yang sepertinya kepala penjaga penginapan.
Namun mereka semua begitu hormat di hadapan tamu-tamu penting tersebut.
“Skuadron Pengawal!”
Semua orang segera menyerukan nama itu dalam hati. Beberapa pedagang saling melirik dengan tatapan yang tidak pasti. Sudah menjadi rahasia umum bahwa pasukan elit ini jarang meninggalkan kamp mereka.
Agak aneh melihat mereka muncul di tempat seperti ini.
“Apa yang mereka lakukan? Juga, sosok dengan tudung itu sepertinya orang yang sangat penting.”
Gao Gao yang duduk di sudut penginapan berbisik ke telinga Xu Feng. Tangannya menunjuk rombongan itu melalui jendela.
“Itu bukanlah hal yang perlu kita ketahui.”
Xu Feng menggelengkan kepalanya dan tampak tidak peduli. Dia hanya melanjutkan makanannya.
“Membosankan..“
Tidak ada yang berani berbicara, semua pedagang hanya menyaksikan bagaimana mereka menaiki kereta kuda yang istimewa itu sebelum perlahan-lahan meninggalkan penginapan.
Kepergian mereka menghilangkan suasana canggung di penginapan.
Semua orang lalu kembali fokus dengan tugas mereka.
“Fiuhh kehadiran mereka membuatku tidak bisa bergerak.”
“Benar.. Para penjaga itu bahkan tidak mengeluarkan auranya tetapi aku merasa seperti ditekan oleh gunung!”
“Hahaha aku beruntung bisa melihat mereka. Sepertinya pamor mereka bukanlah kebohongan, pasukan misterius yang berasal dari ibukota benar-benar berbeda. Mereka adakah sekelompok elit!”
“Aku pasti akan membual tentang ini selama beberapa hari…”
Berbagai percakapan yang bersemangat terdengar di antara pedagang, Ada rasa hormat dan kagum dalam suara mereka,
Bagi mereka, semua hal yang berkaitan dengan ibukota merupakan hal yang baru dan luar biasa.
Bagaimanapun, ibukota adalah tempat yang jauh. Tidak banyak orang yang pernah mencapai tempat itu. Hanya orang-orang kuat dan bergengsi yang pernah ke sana.
Akibatnya, hanya ada sedikit informasi mengenai tempat terkenal tersebut.
“Ibukota ya? Seperti apa kelihatannya?”
__ADS_1
Xu Feng tenggelam dalam pikirannya. Dia pernah mendengar dari seorang Tetua Sekte Teratai yang menyebut bahwa ibukota terletak di tengah-tengah Kerajaan Langit.
Namun lingkungan geografis yang mengelilinginya sangat aneh. Dari ibukota sebagai pusatnya, terdapat gurun pasir yang luas yang mengelilinginya dalam bentuk lingkaran sehingga memisahkan tempat itu dari semua wilayah Kerajaan Langit lainnya.
Gurun itu dikenal dengan nama Gurun Kematian.
Gurun Kematian diberi nama bukan tanpa alasan. Tempat itu terkenal sebagai kuburan kultivator!
Ada banyak binatang iblis yang kuat yang mendiami tempat itu. Banyak ahli terkenal yang pernah bermimpi dan memulai perjalanan menuju ibukota dimakamkan di sana selamanya.
Bahkan Tetua Sekte menyebut bahwa dia sendiri tidak yakin bisa melewati Gurun Kematian dengan selamat. Ini saja sudah menjelaskan seberapa menakutkan Gurun Kematian.
Konon, hanya orang-orang kuat dari ibukota yang mampu melewati Gurun Kematian dengan aman.
“Tempat yang menarik..”
Minat Xu Feng tergerak untuk sesaat. Dia mengalihkan pandangannya menuju kejauhan dan berpikir bahwa tidak akan lama sebelum dia berkunjung ke ibukota.
“Apa yang ada di pikiranmu?”
Gao Gao memperhatikan wajah Xu Feng dan bertanya dengan rasa ingin tahu. Namun Xu Feng hanya mengatakan bahwa itu tidak penting dan mendesaknya untuk menyelesaikan makanannya secepat mungkin.
Mereka perlu melanjutkan perjalanan.
Segera mereka selesai dengan makan pagi. Xu Feng lalu berdiri dan menghampiri salah seorang pedagang.
Kedatangannya secara alami menarik perhatian pedagang.
“Tuan, apa yang anda butuhkan?”
Pedagang itu bertanya dengan hati-hati. Apa yang terjadi kemarin malam masih terasa segar dalam pikirannya.
“Aku membutuhkan beberapa barangmu..” Xu Feng menunjuk gerbong milik pedagang dan menyebut bahwa dia membutuhkan beberapa pakaian, dua set tenda dan ransel.
Dia juga mengganti senjata mereka dengan pedang baja yang baru. Meski hanya senjata biasa, kualitas pedang itu lebih baik dibanding pedang mereka yang sebelumnya.
Xu Feng mencari-cari beberapa saat namun tidak menemukan hal yang menarik selain dari beberapa perlengkapan tambahan yang berguna untuk perjalanan jauh.
Xu Feng kemudian menghabiskan 30 tael perak untuk membayar semuanya, Kondisi barang-barang itu sangat bagus, Xu Feng tidak merasa rugi.
“Ayo persiapkan dirimu!”
Xu Feng melemparkan satu set pakaian kepada Gao Gao sebelum berjalan menuju penginapan. Mereka lalu membersihkan diri dan mengganti pakaian dengan yang baru.
Saat keluar dari penginapan, penampilan mereka terlihat bersih dan rapi, tidak lagi seperti pengemis.
“Apakah anda sudah akan pergi sepagi ini tuan?”
Resepsionis wanita memperhatikan Xu Feng mengepak ranselnya dan bertanya dengan sopan.
Xu Feng mengangguk dan mengucapkan terima kasih sebelum meninggalkan penginapan di bawah tatapan rumit wanita itu.
__ADS_1
Dia sepertinya menyesal tidak berhasil menarik perhatian seorang pemuda yang tampan dan juga kuat. Kesempatan yang baik pergi begitu saja.