
“Tetua Zhao, ini…” Xu Feng merogoh kantong celananya dan menyerahkan secarik kertas kepada Zhao Quan, di atas kertas tersebut ada gambar wajah Ma Tao yang Xu Feng sempatkan gambar ketika menunggu Zhao Quan tadi. Xu Feng tidak pernah membayangkan keterampilan menggambarnya di kehidupan sebelumnya akan berguna juga di dunia ini.
“Aku tak menyangka kau adalah seorang seniman..”
Zhao Quan mendecak kagum, lagipula gambar wajah di kertas tersebut hampir terlihat nyata, tingkat keahlian ini seharusnya sudah milik para ahli seniman. Zhao Quan mau tidak mau menatap Xu Feng yang masih umur belasan, dia sedikit bingung, bagaimana bisa pemuda ini mencapai banyak prestasi di usia yang begitu muda?
Xu Feng hanya tersenyum mendengar perkataan Zhao Quan, dia tidak mencoba menjelaskan lebih jauh. Xu Feng tahu bahwa menyimpan sedikit misteri adalah hal yang baik, semakin tidak diketahui dirinya semakin bisa membuat orang-orang segan padanya. Ini adalah ilmu kehidupan yang telah Xu Feng pelajari melalui pengalaman yang pahit.
“Kurasa aku akan selalu terkejut jika terus bersamamu..” Zhao Quan terkekeh pelan sambil menyimpan kertas ke dalam kantong bajunya, dia semakin menghargai potensi Xu Feng.
Tidak lama kemudian, kereta bergerak menuju area perkemahan pasukan. Xu Feng kini memakai jubah, dia menutupi kepalanya dengan tudung sehingga orang-orang tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas.
Meskipun Zhao Quan berkata bahwa Xu Feng tidak perlu repot-repot menyusahkan diri dan biarkan bawahan mereka yang melakukan misi ini, Xu Feng menolak. Xu Feng tidak akan pernah merasa tenang jika dirinya tidak turut mengambil bagian, dia sejujurnya sudah tidak percaya lagi pada mereka, lagipula mereka bahkan tidak menyadari bahwa seseorang telah menyusup ke dalam pasukan.
Memikirkan hal itu, bagaimana bisa Xu Feng sepenuhnya mempercayakan hal ini kepada mereka?
Ketika Zhao Quan dan Xu Feng tiba, dua penjaga yang tadi menghalau Xu Feng memberi hormat pada Zhao Quan. Zhao Quan mengangguk sederhana pada penjaga sebelum membawa Xu Feng masuk lebih jauh ke dalam area pemukiman pasukan.
“Tenda berwarna merah ini menandakan tenda milik Komandan Resimen..” Zhao Quan menjelaskan pada Xu Feng ketika mereka melewati sebuah tenda berwarna merah, Zhao Quan juga menyebut bahwa Komandan Resimen membawahi seribu prajurit. Zhao Quan lebih jauh menjelaskan bahwa pembagian struktur di dalam pasukan, dari yang terkecil hingga yang terbesar adalah Unit, Peleton, Kompi, Resimen, Divisi dan Legiun.
__ADS_1
Tentu saja, selain dari seribu prajurit, seorang Komandan Resimen juga mempunyai staff pendukungnya sendiri untuk membantunya mengkoordinir seribu prajurit. Karena ini adalah pasukan campuran yang dibentuk secara tiba-tiba, secara alami dari awal tidak memiliki stuktur yang permanen.
Struktur yang Zhao Quan sebut sebelumnya diambil dari struktur pasukan milik Kerajaan Langit, lagipula mereka perlu membentuk sistem secepat mungkin untuk mengatur ribuan prajurit agar tidak terjadi kekacauan.
“Tunggu, aku rasa jumlah pasukan ini tidak mencapai tingkat Legiun.” Xu Feng bergumam pelan.
Zhao Quan mengangguk, memang total pasukan hanya berjumlah sepuluh ribu orang, yang cuma mencakup dua Divisi, yang mana masing-masing Divisi dibentuk oleh lima Resimen. Dua Divisi ini kemudian dipimpin oleh Dua Tetua Inti dari Sekte Elang Hutan, sedangkan Zhao Quan merupakan Wakil Komandan Divisi dari salah satu Divisi.
“Jadi begitu…” Xu Feng menatap Zhao Quan dalam diam, dia tidak berharap orang tua ini punya kedudukan yang tinggi di dalam pasukan. Ada total lima ahli Tahap Ketujuh sedangkan kursi untuk Wakil Komandan Divisi hanya ada dua, agar Zhao Quan terpilih menjadi salah satu wakil menjadi bukti bahwa kekuatannya pasti yang teratas di antara ahli-ahli itu.
Mereka kemudian berbincang lebih lama lagi sebelum mencapai tenda berwarna emas dengan kombinasi putih, Ketika mereka turun dari kereta, dua penjaga yang mengawal tenda segera memberi hormat. Zhao Quan hanya mengangguk sebagai balasan, dia membawa Xu Feng masuk ke dalam tenda tersebut.
“Tempat yang mewah..” Xu Feng mendecakkan lidah, meski terkesan membuang-buang uang, dia mau tidak mau sedikit tergerak oleh desain interior ini. Siapa pun akan merasa nyaman dan betah tinggal di dalamnya.
Zhao Quan terkekeh sambil membawa Xu Feng ke area yang seperti ruang tamu sebelum memanggil pelayan dan meminta mereka menyiapkan hidangan. Para pelayan sedikit penasaran dengan sosok Xu Feng yang misterius, mereka agak tidak mengerti mengapa Xu Feng menutupi wajahnya tetapi mereka tidak berani bertanya dan segera membuang pemikiran itu jauh-jauh.
Zhao Quan juga awalnya berniat memanggil setiap Komandan Resimen di divisinya untuk memperkenalkan Xu Feng kepada mereka tetapi Xu Feng menolak, dia menyebut bahwa akan lebih baik jika hanya sedikit orang yang mengetahui dirinya.
“Xu Feng, kau sepertinya terlalu berhati-hati..” Zhao Quan berbicara dengan candaan tetapi Xu Feng tidak menjawab, Xu Feng sebaliknya menatap Zhao Quan dengan dalam.
__ADS_1
“Tetua, jangan bilang anda tidak menyadarinya?”
“Tidak menyadari apa?” Zhao Quan mengangkat alisnya dan menatap Xu Feng dengan wajah tidak pasti.
Xu Feng menghela napas, dia tidak habis pikir orang tua ini benar-benar tidak menyadarinya. Dia kemudian mengatakan kekhawatirannya dan menyebut bahwa bukan tidak mungkin ada petinggi pasukan yang menjadi komplotan mereka. Lagipula bagaimana bisa Ma Tao memasuki pasukan tanpa ada yang menyadarinya? Semuanya tidak mungkin tanpa bantuan orang dalam.
Ketika mendengar perkataan Xu Feng, Zhao Quan sedikit tidak senang, dia tidak berharap Xu Feng memandang buruk pasukannya.
“Tetua, pada kondisi seperti ini, anda tidak boleh terlalu mempercayai mereka..” Xu Feng mengerutkan kening atas respon Zhao Quan, dia sejujurnya agak bingung mengapa orang tua yang dia anggap bijak ini tidak memahami situasi yang terjadi. Tidak mungkin Zhao Quan akan menjadi senaif itu bukan?
“Hahaha…” Tidak lama kemudian Zhao Quan tertawa terbahak-bahak, dia menatap Xu Feng dengan seringai, “Kau terlalu serius nak, aku hanya ingin menggodamu.”
“Tetua, aku terkadang tidak bisa membedakan apakah anda sedang serius atau sedang bercanda..” Xu Feng tersenyum kecut, dia tidak berharap Zhao Quan juga memiliki sisi lucunya sendiri.
“Bagus sekali..” Zhao Quan menepuk pahanya dan menatap Xu Feng dengan pujian, anak ini sekali lagi memenuhi ekspektasinya.
Dia awalnya ingin menguji Xu Feng dengan menyebut bahwa dia ingin memanggil Komandan Resimen, jika Xu Feng adalah orang yang haus akan kekuasaan, dia seharusnya tidak akan menolak tawaran itu, lagipula membuat koneksi dengan para Komandan Resimen pasti membawa hal yang baik.
Dia ingin melihat apakah Xu Feng akan mudah tergerak oleh hal-hal seperti itu dan melupakan rasionalitasnya.
__ADS_1