
“Tunggu…”
Ketika Xu Feng hendak pergi, sebuah teriakan terdengar dari belakangnya. Dia menoleh dan melihat rombongan penjaga mendekatinya.
“Senior, Apa yang anda inginkan?”
Orang yang memanggilnya berusia sekitar 50 tahun, seumuran dengan penjaga tua. Xu Feng berbicara dengan rendah hati sebagai bentuk penghormatannya kepada orang yang lebih tua.
“Aku hanya ingin meminta maaf secara pribadi atas apa yang terjadi kemarin.”
Pria paruh baya itu menangkupkan tangannya dan berbicara secara tulus. Pembawaannya sangat sederhana, dia terlihat seperti orang tua pada umumnya yang secara tidak sadar membuat seseorang merasa tenang melihatnya.
“Tidak perlu, aku tidak peduli mengenai hal kecil seperti itu!”
Xu Feng melambaikan tangannya namun pria itu menggelengkan kepalanya dan melanjutkan
“Sebagai atasan, adalah tanggung jawabku terhadap kelalaian anak buahku..
“Apa yang terjadi kemarin tidak mewakili sikap Bambu Kuning. Kami benar-benar meminta maaf.”
Pria itu menundukkan kepalanya, diikuti oleh penjaga di belakangnya. Dia tidak akan pernah merasa tenang sebelum mengkonfirmasinya sendiri dari mulut Xu Feng.
Faktanya, dia tidak akan merendah begitu saja jika ini adalah kasus biasa.
Namun Xu Feng berbeda. Dia baru berusia 18 tahun dan sudah mencapai tahap kedua, prestasi itu sudah terbilang sangat tinggi. Dia yakin bakat Xu Feng pasti adalah Lingkar Tiga atau bahkan Lingkar Empat.
Dengan bakat demikian, pria itu percaya bahwa Xu Feng di masa depan pasti akan membuat namanya sendiri di jajaran para ahli.
Dia tidak ingin kecerobohannya menyebabkan hal yang merugikan di masa depan.
Entah akan seperti apa reaksinya jika mengetahui bakat Xu Feng sebenarnya merupakan bakat terendah Lingkar Satu.
“Tolong terima ini sebagai permintaan maaf..”
Pria itu menyerahkan sebuah bungkusan kain. Xu Feng ingin menolak namun pria itu ngotot dan mengatakan bahwa ini adalah hadiah yang sudah disiapkan.
Tentu saja, pria itu juga mencoba membangun hubungan dengan Xu Feng. Siapa pun tidak akan menolak menjalin hubungan dengan pria yang berpotensi menjadi ahli.
“Baik-baik saja maka..”
Xu Feng mengangguk dan menerimanya. Mereka mengucapkan beberapa kata sebelum Xu Feng mengucapkan salam perpisahan.
“Selamat tinggal!”
Pria itu melambaikan tangannya dan menatap punggung Xu Feng yang perlahan meninggalkan pandangannya.
“Li Tua, anak itu benar-benar menarik seperti yang kau katakan. Ada sesuatu yang berbeda tentangnya!”
__ADS_1
Dia berbicara dan dijawab dengan anggukan sederhana dari penjaga tua di belakangnya.
Sebenarnya, alasan utama mengapa dia memberikan hadiah karena dia penasaran terhadap Xu Feng.
“Mata ku tidak akan pernah salah Huang Tua. Dia mempunyai aura kepercayaan diri yang aneh di sekitarnya dan juga berpikir masuk akal untuk anak seumurannya. Dia agak unik..”
Li Tua menatap ke arah sosok Xu Feng yang telah lama menghilang. Matanya agak rumit dan membawa kebijaksanaan yang aneh, seperti orang yang telah melihat dunia yang begitu luas.
“Hahaha agar bagi mu menilainya begitu tinggi seperti itu, seluruh dunia mungkin akan memburunya sebagai anak ajaib jika kabar ini tersebar. Kau tidak terlalu melebih-lebihkan nya kan?”
Pria itu, Huang Tua, tertawa terbahak-bahak. Namun matanya membawa sedikit keterkejutan. Ini adalah pertama kalinya dia mendengar Li Tua memuji seseorang, setidaknya selama dia mengenalnya.
“Apa maksud mu? Dunia mungkin sudah tidak mengenal kita lagi para orang tua dari era yang lama. Zaman kita sudah berakhir..”
Li Tua menjawab dengan nada santai dan berbalik pergi. Diikuti oleh Huang Tua yang hanya tersenyum mendengar perkataan Li Tua.
“Ini..”
Para penjaga saling melirik dan tertegun mendengar percakapan kedua pria tua itu. Mereka tidak mengerti apa yang kedua tulang tua tersebut katakan.
“Sepertinya itu adalah sifat alami ketika orang-orang sudah mencapai lanjut umur?”
Salah seorang penjaga berbisik pelan dan segera menerima persetujuan dari penjaga lainnya. Orang-orang tua memang terkadang suka menyemburkan omong kosong.
…..
“Saudara, kita sudah menempuh jarak yang cukup jauh dan aku masih tidak tau ke mana kita akan pergi!”
“Lain kali melakukan perjalanan, lebih baik siapkan dulu tunggangan. Kau hanya akan membunuh ku jika terus seperti ini” Lanjutnya menggerutu.
“Omong kosong! Kondisi mu tidak akan seperti sekarang seandainya saja kau fokus pada kultivasi mu!”
Xu Feng menggelengkan kepalanya dan mengetuk kepala Gao Gao. Pria gemuk ini selalu berseru kelelahan namun memiliki energi mengeluh yang tak ada habisnya.
Dia tidak mengerti dari mana energinya itu berasal.
“Kau meletakkan ambisi mu untuk hal yang tidak penting!”
Mendengar hal itu, Gao Gao mendengus tidak senang. Dia tidak suka jika mimpinya diremehkan.
“Sebenarnya apa yang salah ingin menjadi pedagang? Coba pikirkan, dengan uang yang banyak, aku bahkan bisa memberi mu sumber daya melimpah untuk berkultivasi. Jalan mu berkultivasi hanya akan semakin mulus!”
Gao Gao menyeringai atas logikanya yang sempurna.
“Anda..”
Xu Feng tercengang sesaat sebelum tertawa kecil, dia memandang Gao Gao dengan lucu.
__ADS_1
“Pikiranmu terlalu sempit! Apa kau pikir semuanya sesederhana itu? Tanpa kekuatan, bagaimana kau akan melindungi harta mu dari orang-orang yang serakah? Apa kau lupa atas kebenaran sederhana ini?”
Gao Gao ingin membalas namun berhenti di tengah jalan. Dia tidak tau harus berkata apa.
“Gao Gao, hanya jika kau mempunyai kekuatan, segala hal yang kau inginkan bisa menjadi kenyataan. Apa kau pikir aku menuntut mu berkultivasi tanpa alasan?”
Xu Feng menatap Gao Gao dengan serius. Dia tentu saja ingin yang terbaik untuk saudaranya ini.
“Haiss, kau sepertinya benar..”
Gao Gao menundukkan kepalanya dan berbicara masam.
“Dan jangan lupakan mengenai apa yang terjadi kepada desa kita dulu...”
Xu Feng mengingatkan. Mendengar hal tersebut, Gao Gao terdiam sesaat.
Melihat tampilan termenung saudaranya, Xu Feng sadar telah mengatakan hal yang berlebihan. Dia segera mengalihkan pembicaraan
“Oh benar, apa yang diberikan oleh orang tua tadi?”
Xu Feng mengeluarkan bungkusan kain dan menatapnya penasaran. Benar saja, pikiran Gao Gao langsung teralihkan. Dia bahkan sedikit bersemangat dan tidak sabar.
“Cepat buka! Aku harap itu merupakan harta karun!”
Xu Feng mengangguk dan melepas kain yang membungkusnya. Dalam tatapan fokus keduanya, sebuah buku tua muncul di hadapan mereka. Bagian luar buku itu sangat lusuh dan pudar, dan terlihat sangat kuno.
Pada bagian depannya tertulis ‘Teknik Pedang Surgawi’
“Hmm??”
Xu Feng mengangkat alisnya ketika membaca nama teknik tersebut. Dia belum pernah mendengarnya.
Sebelum Gao Gao sempat berseru, Xu Feng sudah membuka halaman pertama dan membacanya.
“Segala hal memiliki asal, dan segala hal akan kembali kepada asalnya. Hanya dengan memahami asal, seseorang mampu menebas segala hal di dunia ini, baik itu kehidupan atau kematian sekali pun! Di depan Pedang Surgawi, semuanya adalah fana!!”
Xu Feng berseru tak percaya ketika membaca apa yang tertulis di sana. Kalimat seperti itu terdengar sangat sombong.
Menebas kehidupan dan kematian? Apa yang lebih sombong dari itu?
“Saudara Xu, buku ini benar-benar pendongeng yang handal..”
Gao Gao berbisik skeptis. Dia merasa penulisnya adalah orang gila yang melebih-lebihkan dirinya sendiri.
Xu Feng tidak terpengaruh melainkan membuka halaman berikutnya dan melihat lukisan suatu sosok yang mengayunkan pedangnya.
Tusukan, ayunan, bertahan, menebas dll.
__ADS_1
Beberapa keterampilan pedang dasar dijelaskan di sana. Dan di bagian atas halaman itu ditulis dengan kata-kata ‘Teknik Pedang Surgawi Fana”
Xu Feng membacanya selama beberapa saat lalu membuka halaman berikutnya. Namun yang dia temukan hanyalah lembaran kosong.