Pendekar Agung

Pendekar Agung
Ch.73 - Bertarung dengan Komandan Resimen!


__ADS_3

“Hmm!?” Mendengar penjelasan Ma Tao, urat tebal muncul di dahi Komandan Resimen, dia rasanya ingin bergegas dan memukul Ma Tao dengan keras. Tahap Pertama apanya, pemuda ini jelas-jelas berada di Tahap Keenam sialan!


Komandan Resimen memelototi Ma Tao dengan kejam yang segera menyebabkan Ma Tao melangkah mundur ketakutan, dia tidak mengerti mengapa pemimpinnya menatapnya seperti itu.


“Saudara pendekar, bisakah kita bicarakan ini baik-baik?” Komandan Resimen menghiraukan Ma Tao dan mencoba melakukan negosiasi dengan Xu Feng. Meski kekuatannya juga berada di Tahap Keenam, dia tidak yakin bisa mengalahkan Xu Feng dalam waktu yang singkat.


Dia tidak ingin keributan yang diciptakan oleh pertarungan mereka memancing para petinggi pasukan, itu adalah hal terakhir yang dia inginkan.


“Oh!?” Alis Xu Feng terangkat, dia menatap Komandan Resimen dengan senyum main-main, “Setelah membantai Kota Batu Hitam, kau masih berani berbicara begitu?”


Mendengar jawaban Xu Feng, wajah Komandan Resimen berubah muram, pemuda di depannya sepertinya sangat menentukan.


“Xu Feng, kau cuma Tahap Pertama belaka, ketahui tempatmu!” Ma Tao tidak tahan dan segera mengumpat namun yang menyambutnya setelahnya adalah pukulan keras dari Komandan Resimen.


“Bajingan! Bisakah kau diam dasar mulut kotor!?” Komandan Resimen memelototi Ma Tao yang kini tergeletak lemah di tanah, banyak darah mengalir keluar dari mulutnya. Sampai napas terakhirnya pun Ma Tao tidak mengerti mengapa pemimpinnya membunuhnya dengan cara seperti ini.


“Saudara pendekar, aku harap kau mempertimbangkannya lagi.” Komandan Resimen kembali berbicara kepada Xu Feng seolah-olah tidak ada yang terjadi, bahkan tidak ada sedikit pun emosi yang dia tunjukkan setelah membunuh anak buahnya.


“Jika kita bertarung, kau mungkin tidak bisa keluar hidup-hidup..”


Mendengar hal itu, Xu Feng hanya tertawa sinis, dia menatap Komandan Resimen dengan ejekan, “Kau terlalu melebih-lebihkan dirimu..”


Komandan Resimen mendengus dingin, karena tidak ada lagi yang bisa dia lakukan, dia segera mencabut pedangnya dan menunjuk Xu Feng, “Kuharap kau tidak menyesal.”

__ADS_1


Xu Feng mencabut pedangnya dan balik menatap Komandan Resimen dengan tenang, “Tidak ada yang perlu aku sesalkan.”


Waktu sepertinya mandek dalam sesaat sebelum Komandan Resimen kehilangan kesabaran dan memilih mengambil inisiatif untuk menyerang.


Komandan Resimen bergerak dengan sangat cepat, tubuhnya berubah buram dan dalam sekejap mata dia muncul di depan Xu Feng, pedangnya sudah terangkat dan bersiap menebas Xu Feng.


“Teknik Langkah Bayangan?” Dalam waktu yang singkat, Xu Feng langsung mengidentifikasi teknik yang digunakan oleh Komandan Resimen.


“Hahaha, kau sepertinya sangat akrab dengan teknik ini bocah. Tapi sayang, tidak ada lagi waktu untukmu!” Komandan Resimen tertawa terbahak-bahak sambil mengayunkan pedangnya dengan keras, dia menyeringai pada Xu Feng yang kini masih berdiri diam.


Wajah Xu Feng masih tenang, dia tidak terlihat panik sedikit pun dan menyambut serangan yang datang dengan ayunan pedang sederhana.


Dua pedang bertabrakan dan menghasilkan gelombang udara yang begitu keras sehingga semua benda yang berada di tempat itu terlempar jauh. Dampak itu bahkan menyebabkan anak buah dari Komandan Resimen terdorong mundur sejauh beberapa meter.


Menyadari seriusnya masalah, Komandan Resimen menggertakkan gigi dan segera menyerang habis-habisan, dia tidak ingin pertarungan ini berlangsung semakin lama.


“Segalanya menjadi buruk..” Komandan Resimen bergumam dengan nada berat, dia tidak berharap bocah semuda ini dapat mencapai tingkat kekuatan yang sama dengannya. Mereka telah melakukan putaran pukulan beberapa kali tetapi Xu Feng selalu menangkis serangannya dengan begitu mudah. Bahkan ilmu pedangnya yang berada di alam lanjutan tidak bisa menekan Xu Feng sedikit pun!


Di sisi lain, bawahan dari Komandan Resimen menatap Xu Feng dan Komandan Resimen dengan mata terbelalak, mereka tidak bisa membayangkan tingkat kekuatan seperti apa yang dimiliki keduanya agar dapat menciptakan dampak yang begitu besar setiap kali pedang mereka berbenturan.


“Aku akui, kekuatanmu sungguh membuka mata.” Ucap Komandan Resimen dengan serius sambil melompat mundur, kini caranya menatap Xu Feng berbeda. Dia tidak lagi memperlakukan Xu Feng seperti seorang bocah melainkan menganggapnya sebagai salah satu master top yang layak dihormati.


“Anda pun tidak buruk..”

__ADS_1


Xu Feng balas menanggapi. Faktanya, Xu Feng tidak mengalami sedikit pun tekanan ketika bertarung dengan Komadan Resimen, ilmu pedang Komandan Resimen itu terasa seperti ilmu pedang kanak-kanak di depannya, Xu Feng bahkan bisa memprediksi arah dari setiap serangannya dengan mudah.


“Kalau begitu mari kita akhiri ini..” Komandan Resimen sekali lagi mengangkat pedangnya dan beberapa saat kemudian energi Qi besar menyelimuti pedangnya.


“Jurus Kemilau Senja Merah!”


Komandan Resimen mengeluarkan jurusnya dan bersamaan dengan itu dia menghilang dan muncul di depan Xu Feng menggunakan Teknik Langkah Bayangan. Komandan Resimen tersebut menyeringai dan menatap Xu Feng dengan wajah kemenangan, sudah banyak musuh yang berhasil dia bunuh menggunakan kombinasi dari jurus ilmu pedang dan Teknik Langkah Bayangannya.


“Sia-sia saja..” Xu Feng menggelengkan kepala dengan lemah sambil salah satu kakinya melangkah maju ke depan.


“Jurus Satu Langkah..” Sebuah tebasan yang terlihat sederhana dari Xu Feng menghantam serangan dari Komandan Resimen.


Di bawah wajah syok dan tidak percaya Komandan Resimen, laju pedangnya langsung berhenti ketika bertemu dengan pedang Xu Feng. Dalam konfrontasi dua kekuatan kasar tersebut, pedang Komandan Resimen adalah yang pertama tidak mampu menahan beban.


“Sial..” Komandan Resimen menggertakkan gigi dan mencoba bertahan namun usahanya sia-sia, semakin banyak beban dan tekanan yang berasal dari pedang Xu Feng. Pada akhirnya, Komandan Resimen tidak lagi mampu bertahan, tubuhnya terlempar jauh ke belakang dan merobohkan tenda.


“Uhuk-Uhuk..” Komandan Resimen terpental hingga menabrak sebuah pohon, mulutnya mengeluarkan banyak darah.


“Teknik pedang apa itu..” Komandan Resimen menggertakkan giginya untuk menahan rasa sakit yang datang dari dadanya dan mencoba berdiri dengan bantuan pedangnya.


Dia menoleh pada Xu Feng yang perlahan berjalan ke arahnya dalam tatapan tidak pasti, dia tidak mengerti bagaimana Xu Feng dapat menghentikan jurusnya dengan begitu mudah. Ini adalah teknik pedang yang telah dia latih selama bertahun-tahun dan telah terasah melalui berbagai pertarungan, bagaimana mungkin seorang bocah yang bahkan belum melihat dunia dapat menghentikannya?


“Apakah dia sudah mencapai alam master pada ilmu pedangnya?” Komandan Resimen segera menggelengkan kepala atas pikirannya yang tidak masuk akal, dia sudah memastikan teknik pedang Xu Feng masih berada di alam lanjutan ketika mereka bertarung tadi.

__ADS_1


“Kau.. Teknik Pedang apa yang kau gunakan?” Komandan Resimen akhirnya melontarkan pertanyaan yang menganggunya.


__ADS_2