Pendekar Agung

Pendekar Agung
Ch.72 - Misi Pengintaian (2)


__ADS_3

Xu Feng mendekati sebuah pohon dan bersembunyi di balik dahan, dia tidak bisa bergerak lebih dekat lagi atau keberadaannya akan diketahui. Xu Feng tidak memiliki teknik yang berspesialisasi dalam siluman, dia hanya mengandalkan Teknik Meringankan Tubuh untuk menghilangkan suara langkah kakinya.


Jika dia terus memaksa mendekat, aroma dan suara nafasnya dapat dideteksi dengan mudah oleh mereka.


“Aku sepertinya harus mengunjungi Rumah Bayangan lagi..” Xu Feng tersenyum masam, dia menyadari bahwa gudang tekniknya masih jauh dari kata serbaguna.


Ketika Xu Feng sibuk dengan pikirannya, tiba-tiba saja dia merasakan kekuatan aneh tak terlihat yang mencoba menyerangnya dari jauh. Seluruh bulu tubuh Xu Feng berdiri dan nalurinya berteriak untuk menghindari kontak dengan kekuatan aneh itu.


Xu Feng buru-buru menyelimuti seluruh tubuhnya dengan energi Qi dan mengendalikan aura Tahap Keenamnya untuk bertabrakan dengan kekuatan misterius tersebut. Tepat ketika aura Xu Feng menabrak kekuatan tersebut, samar-samar muncul sebuah energi transparan berbentuk tali tipis di udara.


Energi itu mencoba mendekati Xu Feng tetapi aura Tahap Keenam terus-menerus menghantamnya dengan kuat. Khawatir semuanya menjadi buruk, Xu Feng buru-buru menarik pedangnya dan menebas tali transparan itu dengan energi Qi yang besar. Di bawah kombinasi aura dan energi Qi, kekuatan aneh itu bergetar dan tidak lagi mampu bertahan dan segera menghilang ke udara tipis.


“Kekuatan apa tadi itu?”


Xu Feng melirik sekitarnya dengan waspada, dia tidak yakin apakah kekuatan misterius tersebut benar-benar hilang atau akan muncul kembali. Tapi ketika Xu Feng menyebarkan persepsinya, ekspresinya berubah serius, dia tidak bisa menemukan satu pun keberadaan para pengintai, seolah-olah mereka menghilang begitu saja!


“Apa yang sebenarnya terjadi?” Wajah Xu Feng berubah bermartabat, semua yang baru saja terjadi begitu aneh, dia sepertinya sedang menghadapi sesuatu yang tidak diketahui.


Xu Feng menunduk dan bersembunyi di balik dedaunan, matanya menyipit sambil memperhatikan lingkungan di sekitarnya dengan waspada. Xu Feng tahu bahwa sedikit saja kelalaian dan dia mungkin akan berada dalam bahaya.

__ADS_1


Namun setelah mengintai selama beberapa saat, dia tidak menemukan satu pun gerakan, yang ada hanyalah keheningan dan kesunyian malam yang dingin. Xu Feng mengerutkan kening, semakin hening semakin terasa aneh baginya, dia bahkan merasa sedikit kedinginan di tulang-tulangnya.


Karena tidak dapat menemukan jawaban, Xu Feng memutuskan untuk mendekati tenda Ma Tao dengan hati-hati. Dia segera melompat turun dari pohon dan menggunakan Teknik Meringankan Tubuh untuk menghilangkan suara langkah kakinya.


Wajah Xu Feng sangat serius, dia bergerak dalam postur waspada, pedangnya telah ditarik dari sarungnya untuk mengantisipasi situasi yang tak terduga. Xu Feng tidak bisa mundur sekarang, lagipula musuh sudah mengetahui bahwa mereka sedang dipantau, segalanya akan menjadi rumit jika tidak diselesaikan malam ini juga.


Ketika Xu Feng semakin dekat dengan tenda Ma Tao, dia melihat mayat yang tergeletak tak bernyawa di tanah, yang adalah salah satu pengintai. Meski mayat tersebut memakai jubah dan tudung yang menutupi seluruh tubuhnya, Xu Feng masih dapat mengetahui bahwa orang ini meninggal dalam keadaan yang mengerikan, seluruh tubuhnya kurus dan kering, seolah-olah ada sesuatu yang menyedot semua energi kehidupannya!


Pantas saja persepsi Xu Feng tidak lagi bisa merasakan keberadaan para pengintai, ternyata mereka semua sudah meninggal!


“Apakah karena kekuatan misterius tadi?” Xu Feng mengerutkan kening, dia mencoba menyentuh mayat tetapi tiba-tiba mendengar suara samar yang berasal dari tenda Ma Tao.


Di dalam tenda, sepuluh sosok sedang berlutut di depan satu orang.


“Pemimpin, keberadaan kita sepertinya sudah diketahui..” Sebuah suara muda terdengar begitu khawatir, dia adalah Ma Tao.


“Aku tahu.. Aku tidak berharap mereka menyadarinya begitu cepat, mereka lebih mampu dari yang diharapkan..” Des*han lemah terdengar dari seorang pria tua. Jika ada seorang prajurit yang melihat orang tua ini, dia akan sangat terkejut karena orang tua itu adalah seorang Komandan Resimen Ketiga dari Divisi Pertama!


“Kalian, bersiap-siaplah, kita akan pergi saat ini juga!” Orang tua tersebut mengingatkan, mereka tidak bisa lagi melanjutkan tugas, sebentar lagi dan seluruh pasukan akan menyadari keberadaan mereka. Tetap bertahan di tempat ini pada dasarnya adalah hukuman mati!

__ADS_1


Namun tepat ketika orang tua itu berbicara, sebuah dengusan dingin terdengar dari luar tenda, “Kalian mau ke mana?”


Xu Feng menebas tenda dan memasukinya, dia memandang ke sekelilingnya dengan rasa geli, “Orang tua, Aku tidak berharap seluruh anggota dari unit Ma Tao adalah kroni-kronimu.. Kau sudah melakukan pekerjaan dengan baik.”


Xu Feng terkekeh pelan, dia sudah memastikan bahwa seluruh orang di dalam tenda ini merupakan total semua penyusup. Oleh karenanya, dia tidak lagi segan-segan dan langsung mengambil tindakan.


“Kau!!” Mereka semua terkejut dengan kedatangan Xu Feng, tetapi yang paling terkejut adalah Ma Tao dan Komadan Resimen.


Ma Tao terkejut karena mengenali wajah Xu Feng sedangkan Komandan Resimen terkejut karena dia tidak berharap ada seseorang yang bisa lepas dari serangan Cawan Bunga Neraka, itu adalah artefak Fana tingkat 4 dan merupakan kartu truf andalannya!


Itu adalah artefak yang mampu membunuh Puncak Tahap Kelima dalam sekejap, serangan energi misterius tadi dan kematian para pengintai disebabkan oleh artefak itu juga. Memikirkannya lagi, wajah Komandan Resimen berubah jelek, dia sudah menebak kekuatan Xu Feng.


“Kalian mundurlah! Pertarungan ini bukan lagi level yang bisa kalian masuki..” Komandan Resimen memberi perintah dengan tegas yang segera menyebabkan tubuh sepuluh orang tersebut bergidik, mereka tidak bisa membayangkan sehebat apa pemuda ini agar membuat pemimpin mereka mengeluarkan perintah seperti itu.


“Pemimpin, tidakkah anda terlalu melebih-lebihkannya? Dia dulunya adalah sampah tak berguna di Sekte Teratai..” Ma Tao tiba-tiba berkata dengan senyum lebar, tidak ada yang lebih mengenal Xu Feng daripada dirinya.


“Apa maksudmu Ma Tao?” Komandan Resimen menoleh dan bertanya dengan bingung. Mendengar hal tersebut, Ma Tao lalu menjelaskan tentang identitas Xu Feng sebagai murid dengan Bakat Lingkar Satu, dia juga menyebut bahwa Xu Feng dua bulan yang lalu masih berada di Tahap Pertama sebelum melarikan diri dari Sekte Teratai.


Ma Tao bahkan menjelaskan alasan mengapa Xu Feng melarikan diri, lagipula Tetua Feng Yang bukan orang bodoh, dia segera mengetahui apa yang terjadi beberapa hari setelah Xu Feng kabur dari Sekte Teratai. Seluruh anak buah Tetua Feng Yang, termasuk Ma Tao telah diberi perintah untuk segera membunuh Xu Feng jika mereka bertemu dengannya.

__ADS_1


“Aku tidak tahu artefak apa yang dia gunakan untuk dapat membunuh Ciao Yi saat itu..” Ma Tao tertawa pelan, dia tidak berharap Xu Feng akan begitu bodoh untuk menunjukkan dirinya di depan mereka, apakah anak ini sedang mencoba bermain pahlawan?


__ADS_2