Pendekar Agung

Pendekar Agung
Ch.17 - Patriark Desa Huo


__ADS_3

“Jika apa yang ditulis di sana benar, maka seharusnya tidak ada yang salah.”


Xu Feng mengangguk pelan sambil menunjuk kertas itu.


“Anda.. Apakah anda serius? Syaratnya jelas harus Tahap Ketiga dan setidaknya menguasai satu teknik di alam dasar. Anda sedang tidak bercanda kan?”


Petugas memastikan kembali. Dia berbicara secara pelan dan menekankan setiap kata, takut Xu Feng tidak mendengarnya dengan jelas.


Xu Feng mendesah sedikit tak berdaya sebelum menganggukkan kepalanya dan mengatakan bahwa dia memenuhi semua syarat itu.


“Ini..”


Ekspresi petugas itu kosong. Dia tidak percaya namun dia juga tidak ingin menolak. Akan menjadi masalah besar baginya jika apa yang dikatakan anak muda di depannya benar.


Dan juga, hanya orang yang ingin mati yang mencoba berbohong di tempat ini. Dia hampir seratus persen mempercayai apa yang dikatakan Xu Feng.


Dia buru-buru tersadar dan segera memanggil seorang pelayan wanita. Dia berbisik dan memintanya agar membawa Xu Feng ke ruang VIP sebelum berlari tergesa-gesa meninggalkan Balai Pengumuman setelah meminta izin dari Xu Feng. Masalah ini sudah besar, dia perlu melaporkannya kepada Patriark.


“Tuan, silahkan ikuti aku..”


Pelayan wanita itu menundukkan kepalanya dengan hormat dan menemani Xu Feng menuju ke sebuah ruangan tunggal. Dia menyajikan teh dan makanan ringan sambil berdiri di samping tempat duduk Xu Feng untuk melayaninya jika membutuhkan sesuatu.


Dia bertindak sangat hati-hati dan tidak melakukan satu kesalahan pun. Dia tahu bahwa pemuda di depannya merupakan sosok sehebat patriark desanya. Dia jelas merupakan sosok penting!


Xu Feng hanya bisa tersenyum canggung melihat cara mereka memperlakukannya. Untuk meredakan suasana hatinya, dia segera mencicipi teh hitam dan terkadang melontarkan berbagai pertanyaan acak.


Beberapa saat kemudian, suara ribut terdengar dari luar.


Pritt..


Pintu berderit dan terbuka disaat beberapa lelaki tua masuk ditemani oleh petugas sebelumnya. Mereka mengenakan jubah putih bersih dan berjalan dengan tenang.


Tatapan mereka semua tertuju kepada Xu Feng. Lelaki paling depan, dengan wajah halus dan jenggot panjang segera menghampiri Xu Feng dan menggenggam tangannya.


“Maaf atas kelalaianku karena tidak menerima anda dengan sepantasnya ketika memasuki desa.”

__ADS_1


“Aku adalah Patriark Klan Huo, Huo Teng! Sebuah kehormatan bagi Desa Huo karena kedatangan tamu seperti anda.”


Dia menatap Xu Feng begitu serius. Tidak ada bias dalam suaranya meski ada perbedaan umur. Segera ketika dia memasuki ruangan, dia sudah merasakan aura Tahap Ketiga yang dipancarkan Xu Feng meskipun hanya sedikit. Tentu saja, Xu Feng sengaja membocorkan auranya agar menghemat waktu.


Sebagai seseorang yang berada di Tahap Ketiga, kepekaannya terhadap aura tentu saja lebih tinggi dibanding para tetua yang ada di belakangnya. Karena itu dia segera memperlakukan Xu Feng .


“Boleh aku tau siapa nama anda??”


“Aku Xu Feng..”


Xu Feng balik memberikan salam sederhana. Dia tidak menyangka bukan hanya Patriark tetapi para Tetua desa juga datang menyambutnya. Sepertinya Xu Feng sendiri masih meremehkan pengaruh kekuatannya.


“Senior Xu.. Aku adalah Penatua Pertama Desa Huo, Huo Tin.”


Salah seorang pria paruh baya melangkah maju dan menangkupkan tangannya hormat. Dia terkejut ketika melihat Patriarknya memperlakukan pemuda di depannya dengan setara. Informasi yang dikatakan petugas sepertinya memang benar karena Patriark sudah mengkonfirmasinya sendiri.


Dia mau tidak mau melirik Xu Feng dan membandingkannya dengan anaknya. Mereka sepertinya hampir seumuran namun anaknya baru saja menginjak Tahap Kedua dan sudah dianggap sebagai jenius langka sepanjang sejarah Desa Huo. Meski begitu, dia bahkan belum menguasai satu teknik pun.


Tidak banyak anak muda yang bisa menginjakkan kaki di Tahap Kedua pada usia 18 tahun, bahkan di Sekte Teratai sendiri. Bakat tersebut memang sudah sangat langka.


“Senior Xu..” Tetua yang lain segera maju dan memperkenalkan diri mereka masing-masing. Mereka adalah Penatua Kedua, Ketiga, Keempat dan Kelima. Semua penatua berada di Tahap Kedua.


Xu Feng membalas salam mereka satu per satu. Dia tidak akan menganggap remeh para penatua ini. Dengan umur mereka, satu atau dua teknik pasti sudah ada di saku tempur mereka. Kekuatan mereka tidak boleh dihitung hanya berdasarkan aura kultivasi!


“Hahaha tidak baik menjamu tamu penting kita di tempat seperti ini.” Patriark Huo Teng tertawa ramah dan melambaikan tangannya. Dia mengundang Xu Feng untuk datang ke Paviliun Klan Huo dan menyebut bahwa orang yang memberikan misi itu tidak berada di Desa Huo.


Dia berjanji akan mengirim seseorang untuk memberi tahu orang yang memberikan misi agar dapat datang secepatnya.


“Aku sepertinya akan merepotkan Patriark..”


Xu Feng menggenggam tangannya dan berterima kasih. Huo Teng tersenyum lebar ketika melihat niat baiknya telah diakui oleh Xu Feng. Dia tentu saja tidak akan melepaskan pemuda berbakat di depannya dengan mudah. Dia harus membuat kesan yang baik dan menjalin hubungan.


Xu Feng bukanlah orang bodoh dan memahami arti tindakan Huo Teng. Dia tentu tidak akan keberatan dan sesekali memuji Huo Teng dan klannya, menyebabkan lelaki tua itu tertawa senang.


“Silahkan saudara Xu..”

__ADS_1


Caranya memanggil Xu Feng berubah. Dia terkesan dengan kecerdasan dan kepribadian Xu Feng. Jarang menemukan pemuda seperti dirinya. Kebanyakan pasti akan menjadi sombong dengan kekuatan seperti itu.


“Baik..”


Xu Feng mengangguk dan berjalan mengikuti rombongan menuju Paviliun Klan. Di tengah jalan dia sekilas menyebut tentang Gao Gao yang berada di penginapan, dia tentu tidak akan membiarkan saudaranya melewatkan kesempatan yang berguna ini.


Huo Teng tidak mengecewakan. Dia mengerti dan segera memanggil seseorang dan memintanya mencari dan membimbing Gao Gao menuju Paviliun. Dia bahkan menekankan agar memperlakukannya dengan baik.


“Kemurahan hati saudara Huo sungguh membuka mata..”


Xu Feng tertawa melihat semua itu sedangkan Huo Teng menyeringai lebar mendengar Xu Feng memanggilnya saudara juga. Makna dari panggilan itu membawa arti yang dalam.


Xu Feng di sisi lain tidak menyebut nama Gao Gao secara serampangan. Ada tujuan dibalik semuanya.


Dia ingin agar Gao Gao menunjukkan mukanya dan dikenali oleh para petinggi Desa Huo. Mengandalkan pengaruh Xu Feng, anak itu bisa menjalin hubungan yang baik dengan mereka dan memperluas jaringannya.


Dia tidak akan melupakan mimpi saudaranya tersebut. Dan untuk mencapainya, koneksi yang luas sangat diperlukan. Hanya dengan demikian jalan Gao Gao di masa depan menjadi pedagang akan lebih mulus.


“Dia pria yang beruntung punya saudara seperti mu...”


Huo Teng mendesah kagum. Dia adalah rubah tua, dia samar-samar memahami arti dari tindakan Xu Feng.


“Ini hanyalah hal kecil.”


Xu Feng melambaikan tangannya dan menanggapi. Dia tidak menolak atau pun menyetujuinya.


“Siapa pemuda itu??”


Setiap penduduk yang berada di jalan memperhatikan keberadaan rombongan. Rasa penasaran mereka terhadap Xu Feng secara alami tinggi. Jarang melihat Patriark dan para Tetua keluar menyambut tamu secara pribadi.


Perlakuan seperti itu terlalu mencolok!


Segera berbagai mata-mata dari berbagai kekuatan juga menyadari keberadaan Xu Feng dan menghubungi petinggi mereka. Apa yang terjadi di Balai Pengumuman secara alami tidak bisa lagi disembunyikan.


Pengendali Tahap Ketiga dan setidaknya menguasai satu teknik!

__ADS_1


Nama Xu Feng segera tersebar di setiap arus bawah Desa Huo. Berbagai petinggi segera menghubungi anak buah mereka dan memintanya untuk menghentikan tindakan mereka untuk sementara waktu.


Mereka tidak ingin menyebabkan hal-hal yang tidak terduga yang mungkin menyinggung seorang pengendali Tahap Ketiga.


__ADS_2