Pendekar Agung

Pendekar Agung
Ch.35 - Merencanakan


__ADS_3

“Pelindung Xu Feng benar, para desa itu dulunya berani bertindak karena Patriark sudah tiada, sekarang kita memiliki pelindung, mereka tidak akan begitu berani untuk menganggu desa kita lagi.”


Xue Lan muncul tidak lama setelahnya, dia adalah orang yang pintar sehingga setuju dengan perkataan Xu Feng. Xue Lan tahu para petinggi desa lain tidak akan begitu bodoh untuk menyinggung sosok yang suatu saat nanti berpeluang menembus Tahap Keempat.


Ding Xiang menghela napas lega mendengarnya, desanya akhirnya bisa menjalani kehidupan yang damai lagi setelah bertahun-tahun mengurung diri dalam ketidakpastian.


“Senior, kami berencana mengadakan rapat untuk merencanakan pengembangan desa, aku harap anda bersedia menghadirinya.” Ucap Xue Lan.


“Tidak perlu, urusan desa adalah urusan kalian, tidak perlu mengangguku kecuali ada hal yang penting. Aku sebaliknya akan mengirim Gao Gao sebagai perwakilan.”


Xu Feng melambaikan tangannya dan menolak, dia tidak ada niat berurusan dengan hal-hal demikian, lebih baik menyerahkannya kepada orang-orang yang menguasai bidang tersebut.


Dia sengaja mengajukan Gao Gao agar pria itu bisa menggunakan kesempatan ini untuk mengembangkan mimpinya.


“Baik..” Xue Lan tidak memaksa lebih jauh, dia berpikir Xu Feng ingin fokus pada kultivasinya dan tidak mau diganggu.


Hal ini bukanlah hal yang baru, kebanyakan kultivator bahkan memilih mengasingkan diri selama berbulan-bulan dan tidak menceburkan diri ke dalam urusan duniawi, tujuan utama mereka adalah mengejar kekuatan dan mencapai keabadian.


Kerumunan kemudian bubar. Xu Feng kembali ke Villa dan memasuki kamar sambil membawa hadiah yang diberikan oleh perwakilan berbagai desa.


“Kebanyakan merupakan tanaman herbal yang berharga, tidak ada yang bisa aku gunakan secara langsung.” Xu Feng sedikit kecewa, dia awalnya berharap akan ada Batu Spritual namun sepertinya dia berharap terlalu jauh.


“Sudah kuduga, bahkan desa-desa besar tidak bisa mengeluarkan Batu Spiritual dengan begitu santai.”


Xu Feng menghela napas ringan, sepertinya dia perlu mempercepat perkembangan Gao Gao, dia juga harus mencari cara lain daripada hanya mengandalkan karavan pedagang Gao Gao saja. Bagaimanapun butuh waktu mengembangkan sebuah bisnis untuk menjadi besar.

__ADS_1


Xu Feng lalu menyimpan semua hadiah itu kembali dan berniat memberikannya pada Gao Gao, manfaatnya akan lebih baik jika dijual olehnya untuk memperoleh reputasi.


Xu Feng kemudian duduk di meja dan mulai memikirkan segala hal yang mungkin membantunya memperoleh Batu Spiritual dengan cepat, tapi tidak peduli seberapa banyak dia berpikir, dia tidak bisa menemukan solusi yang tepat.


Hari semakin siang dan Xu Feng sudah mencoret banyak hal di atas kertas tapi semuanya pada dasarnya tidak berguna sama sekali, kepalanya hampir meledak karenanya.


“Sial, aku tidak punya informasi yang cukup.” Xu Feng melempar kuas tinta dan bersandar pada kursi, rambutnya acak-acakan dan dia sedikit lelah setelah berpikir sepanjang hari.


Ketika Xu Feng sibuk dengan pikirannya, suara ketukan pintu tiba-tiba terdengar dari luar.


“Salam Pelindung!” Xue Lan menangkupkan tangannya ketika Xu Feng membuka pintu, dia datang untuk memberi laporan mengenai rapat yang baru saja mereka selesaikan.


Xu Feng segera mengundangnya masuk dan mendengarkan setiap hal yang lelaki tua itu katakan, kedua penjaga yang mengikuti Xue Lan berdiri di depan pintu, mereka sudah ditugaskan sebagai penjaga Villa Xu Feng ke depannya.


Xue Song sebagai kepala tim pemburu bahkan bertengkar hebat dengan para tetua, dia ingin agar posisi terhormat itu diberikan kepada anak buahnya yang telah memberikan kontribusi besar kepada desa.


Xu Feng mengangguk menyetujui ketika mendengar laporan, dia sejujurnya tidak terlalu berbakat dalam hal administrasi, tugasnya sekarang hanyalah memberi persetujuan terhadap setiap keputusan yang mereka buat. Dia adalah bos sekarang, urusan seperti itu secara alami diserahkan kepada anak buahnya.


“Oh Tetua Xue Lan, apakah anda punya informasi dimana aku dapat memperoleh Batu Spiritual?” Xu Feng menatap Xue Lan sungguh-sungguh, dia berharap memperoleh jawaban yang memuaskan dari lelaki cerdas ini.


“Hm, Batu Spiritual?” Xue Lan sedikit terkejut namun segera menyesuaikan emosinya, dia memikirkannya dengan hati-hati dan tersenyum kecut setelahnya.


“Pelindung, barang berharga seperti itu sangat jarang di wilayah perbatasan ini, pada dasarnya tidak ada tempat untuk memperolehnya.”


“Jadi begitu yahh..” Xu Feng menghela napas dengan berat.

__ADS_1


Xue Lan tidak mengerti mengapa Xu Feng sangat terobsesi dengan Batu Spiritual. Meskipun barang itu dapat membantu seseorang berkultivasi, pengaruhnya sejujurnya tidak terlalu signifikan.


Bahkan tanpa bantuan Batu Spiritual, Xue Lan percaya Xu Feng dapat menerobos dengan cepat mengingat bakatnya yang pasti tinggi.


Hanya orang-orang dengan bakat yang rendah yang membutuhkan Batu Spiritual, tapi itu tidak memastikan secara penuh orang yang menggunakannya bisa menerobos ke tahap berikutnya.


Tidak peduli seberapa banyak dukungan eksternal yang diterima seseorang, selama bakatnya tidak mendukung, semua sumber daya pada akhirnya akan sia-sia.


Segala hal akan merujuk kembali pada internal masing-masing, tidak ada yang bisa lepas dari nasib itu.


“Jika anda sangat membutuhkannya, gudang penyimpanan klan masih mempunyai beberapa warisan Batu Spiritual.”


Xue Lan berbicara tanpa keraguan. Xu Feng saat ini merupakan bagian dari klan mereka, segala hal milik klannya adalah milik Xu Feng juga, dia secara alami tidak akan menyembunyikan apa pun.


“Namun hanya ada sekitar 10 lebih batu spiritual..” Xue Lan menggaruk kepalanya dengan canggung, dia merasa malu untuk sesaat. Sebagai desa yang dulunya pernah menjadi desa besar, menyebut jumlah demikian sebagai harta warisan memang agak memalukan.


Xue Lan tidak ada pilihan, Desa Xue saat ini begitu miskin karena semua harta dan sumber daya mereka dahulu sudah habis dijual untuk menyelamatkan nyawa Patriark mereka yang terluka parah. Sayangnya bahkan dengan semua harta yang mereka korbankan untuk membeli segala macam pil obat, nyawa Patriark tetap tidak terselamatkan.


“Tidak apa-apa, aku memahaminya.” Xu Feng melambaikan tangannya dengan eskpresi datar namun dalam hati sudah berteriak kegirangan. Bahkan satu Batu Spiritual merupakan benda yang tak ternilai harganya di mata Xu Feng.


Xue Lan lalu menyuruh salah satu penjaga, yang adalah Xue Yan untuk memberi tahu Tetua Xue Gong mengenai Batu Spiritual, dia tentu tidak akan berani menunda apa yang Xu Feng inginkan.


Xue Yan segera berlari terburu-buru ketika mendengar bahwa hal ini menyangkut pelindung desa sehingga dia memperlakukannya dengan sangat serius.


Tidak lama kemudian Xue Yan kembali dengan sekotak kayu di tangannya, dia memegangnya secara hati-hati dan segera menyerahkannya kepada Xu Feng dengan hormat.

__ADS_1


“Pelindung, silahkan.” Xue Yan menatap Xu Feng dengan pemujaan, dia sejujurnya tidak menyangka akan terpilih sebagai penjaga pribadi. Ketika dia awalnya mendengar kabar itu, dia segera bersorak dan membual kepada rekan-rekannya dan menyebut bahwa dia adalah orang yang terpilih.


Xu Feng praktis merupakan objek kekaguman di hatinya.


__ADS_2