
“Apa yang anda lakukan di sini?”
Xue Song bertanya bingung. Tan Shuang di sisi lain tersenyum pahit mendengarnya dan menoleh ke arah rombongan orang di belakangnya.
“Jangan bilang..”
Xue Song mengikuti pandangan Tan Shuang dan segera menebak dalam hati, bagaimanapun dia melihat beberapa wajah familiar di antara rombongan, Xue Song yakin semua orang itu adalah penduduk Desa Tan.
Ekspresinya menjadi rumit, sebagai petinggi Desa Xue, dia mengetahui dengan baik tentang apa yang telah dilakukan Desa Tan di masa lalu ketika Desa Xue masih menurun dan mengurung diri.
Meskipun Xue Song tahu bahwa yang bertanggung jawab atas segala macam serangan itu adalah petinggi Desa Tan dan bukan para penduduk yang tidak bersalah ini, dia masih belum bisa melepas bias terhadap mereka.
“Aku tahu apa yang ada di pikiranmu..”
Tan Shuang menghela napas pelan dan menundukkan kepala. Sejak dia mengetahui bahwa Xu Feng sebenarnya adalah pelindung Desa Xue yang terkenal, dia sudah mempersiapkan diri untuk menerima konsekuensi atas tindakan mereka di masa lalu.
Meskipun saat itu Patriark Tan Long seorang diri yang mengambil keputusan untuk menyerang Desa Xue, Tan Shuang sebagai Tetua mau tidak mau harus menanggungnya juga. Tan Shuang tahu bahwa bergabung dengan Desa Xue tidak akan mulus.
Xue Song di sisi lain menggelengkan kepalanya, dia tidak ingin memikirkannya terlalu jauh, semuanya sekarang terserah keputusan dari Xu Feng.
“Jika Pelindung membawa orang-orang ini ke Desa Xue, maka pasti ada maksud di baliknya. Aku tidak boleh mengecewakan keinginan pelindung.” Batin Xue Song.
Xu Feng di sisi lain sedang asik mengobrol dengan Tetua Zhao Quan, lelaki tua tersebut berdecak kagum ketika menyadari ketenangan dan kedewasaan dari Xu Feng, dia bahkan tidak melihat tanda-tanda kesombongan dari pemuda ini meski dengan prestasinya yang mengguncang bumi itu.
“Aku tidak mengerti mengapa kau tidak tinggal di Kota Daun Jatuh saja, dengan kekuatanmu, setiap fraksi besar pasti akan menerima dirimu dengan senyum lebar.” Zhao Quan bertanya ketika mereka tengah berjalan memasuki gerbang, Xu Feng sudah memerintahkan Xue Song untuk tidak perlu menutup gerbang dan membiarkan setiap orang masuk.
__ADS_1
Dengan keberadaan dirinya, tidak akan ada yang bisa mengacau lagi di Desa Xue.
“Tetua Zhao, anda terlalu melebihkan diriku..”
Xu Feng menjawab tapi wajahnya datar seperti batu, hatinya dipenuhi amarah tak berujung. Setiap orang yang berada di sampingnya dapat merasakan kemarahan Xu Feng, bahkan Zhao Quan terkejut atas perasaan dingin yang dipancarkan dari tubuh Xu Feng.
“Sepertinya yang disebut Ding Xiang adalah orang penting baginya..” Mata Zhao Quan sedikit menyipit, ada aura kebijaksanaan di dalamnya. Bukan hanya Zhao Quan, Tan Shuang dan setiap orang yang bersama mereka dapat memahaminya.
Baru saja, Xue Song memberitahu kabar tentang kondisi Ding Xiang yang segera menyebabkan wajah Xu Feng menjadi gelap.
“Xue Song, kau temani nona Tan Shuang untuk mengatur pengungsi. Ingat, tidak boleh ada kekacauan!” Xu Feng memberi perintah.
Xue Song segera mengangguk seperti ayam yang patuh sebelum pergi bersama Tan Shuang dengan langkah terburu-buru. Xue Song sejujurnya sudah sedikit takut dalam hati karena merasa adalah kesalahannya tidak dapat melindungi Ding Xiang, dia tidak tahu harus bagaimana menjelaskannya kepada Xu Feng yang sedikit lagi hampir mengamuk itu.
“Hmm!”
“Beraninya kau memperlakukan tuan muda Keluarga Zhao seperti ini?”
Zhao Jin menunjuk Xu Feng dengan kasar, dia bahkan tidak repot-repot menyembunyikan penghinaannya.
“Tuan muda!” Sebelum Xu Feng merespon, Zhao Quan sudah terlebih dahulu menegur Zhao Jin, anak ini benar-benar menyapu rata setiap orang dan memperlakukannya sama.
“Tetua, sampai kapan kau terus membela orang-orang kecil ini!?” Zhao Jin kali ini sudah sangat marah, dia tidak mengerti mengapa Tetua Zhao Quan, seorang ahli Tahap Ketujuh memperlakukan Xu Feng dengan setara.
Zhao Quan langsung naik pitam, wajahnya gelap, “Orang kecil? Dia? Tuan muda, apa anda tau konsekuensi berbicara seperti itu pada seorang master Tahap Kelima?”
__ADS_1
Zhao Quan mengatakannya dalam satu tarikan napas dan menyuruh pengawal untuk membawa Zhao Jin ke dalam kereta sebelum Zhao Jin dapat mencerna perkataannya.
“Junior Xu, aku minta maaf atas kelakuannya yang kekanak-kanakan.” Zhao Quan menangkupkan tangannya dan meminta maaf, ada kekecewaan mendalam di matanya. Dia sepertinya harus menemui Patriark Zhao secara pribadi untuk memberi tahunya tentang kelakuan putranya yang sudah diluar batas.
Bahkan Keluarga Zhao yang besar pun sangat menghargai dan menghormati para master Tahap Kelima, mereka yang telah mencapai tahap itu adalah orang-orang hebat dan sudah melalui pertarungan yang tak terhitung jumlahnya, tidak banyak yang berhasil sampai pada titik tersebut.
Apalagi ini adalah pemuda berbakat seperti Xu Feng, Zhao Quan tidak ingin menyinggung seseorang yang mampu mencapai Tahap Kelima di umur 18 tahun atau konsekuensinya tidak bisa ditanggung oleh Keluarga Zhao di masa depan.
“Tidak apa-apa..”
Xu Feng melambaikan tangan, dia sejujurnya tidak peduli, yang ada dalam pikirannya saat ini hanyalah Ding Xiang. Mendengar jawaban Xu Feng, Zhao Quan menghela napas lega sekaligus kagum, bakat adalah satu hal, ketenangan dan penguasaan emosi pada usia yang muda adalah hal yang lebih luar biasa bagi Zhao Quan.
Mereka kemudian berjalan memasuki Paviliun Klan dan menuju Villa, Zhao Jin kali ini tidak pernah lagi keluar dari kereta dan membawa masalah. Para pengawal yang mengawal kereta bahkan lebih patuh, mereka jatuh ke dalam pemikiran masing-masing, mencoba mencerna apa yang Zhao Quan katakan ketika menegur Zhao Jin.
Informasi itu terlalu berlebihan bagi mereka.
“Pelindung!”
Xue Yan yang tengah menjaga Villa segera memberi hormat ketika Xu Feng tiba, wajahnya yang awalnya serius menjadi lebih rileks dan tenang, apa yang terjadi selama kepergian Xu Feng sangat membebani dirinya, dia bahkan harus berdiri sehari semalam untuk menjaga Villa, takut seseorang menerobos masuk dan melukai Ding Xiang yang berada di dalam.
“Bagus sekali..” Xu Feng melihat kelelahan pada wajah Xue Yan dan menepuk pundaknya, dia semakin menyukai penjaga ini.
Xu Feng kemudian memanggil pelayan untuk menjamu Zhao Quan dan rombongannya sebelum menuju ke kamar tempat Ding Xiang berbaring.
“Salam pelindung!” Seorang wanita tua memberi hormat ketika menyadari kedatangan Xu Feng, dia adalah tabib di Desa Xue. Aroma samar dari herbal tanaman memasuki hidung Xu Feng ketika masuk, dia melihat berbagai peralatan pengobatan tradisional yang tergeletak di atas meja, nyala api dari lilin menerangi setiap peralatan tersebut.
__ADS_1
Di atas ranjang, Ding Xiang masih tengah terbaring tak sadarkan diri, jubah yang menutupi tubuhnya bahkan tidak dilepas, hanya salah satu tangannya yang mulus dan seputih susu yang terlihat.