Pendekar Agung

Pendekar Agung
Ch.39 - Duo Pedang Kembar


__ADS_3

“Siapa yang anda temui tadi?”


Ding Xiang menatap Xu Feng penasaran. Dia baru saja tiba membawa makan malam untuk Xu Feng dan secara tidak sengaja bertemu dengan sosok berjubah di depan pintu masuk Villa, dia tidak mengenali kelamin orang itu.


“Hanya kenalan lama..”


Xu Feng mengangkat gelas dan menjawab datar yang segera menyebabkan Ding Xiang mengangguk pelan dan tidak bertanya lebih jauh lagi.


Namun tidak lama kemudian gerakannya berhenti tiba-tiba dan kembali menatap Xu Feng.


“Wanita?”


Puftt..


Xu Feng menyemburkan air dari mulutnya dan hampir tersedak. Dia merasakan suhu udara turun secara tiba-tiba, punggungnya sedikit merinding karenanya.


“Batuk.. Itu tidak seperti yang kau pikirkan!” Xu Feng melambaikan tangannya dan menjawab lemah, dia sedikit bingung ketika merasakan udara sengit yang berasal dari Ding Xiang.


“Lalu siapa?” Suara Ding Xiang semakin dingin dan tajam.


“Dia sungguh teman lama, juga seorang pria.” Xu Feng melirik ke tempat lain, dia tidak ingin ada orang lain mengetahui dirinya bergabung dengan Rumah Bayangan, akan menjadi hal yang merepotkan jika dia dipaksa menjelaskannya.


“Hmmm?” Suara Ding Xiang sedikit tidak puas, dia bahkan sengaja menyajikan piring di atas meja dengan kasar sebagai bentuk provokasinya.


“Anda..” Xu Feng tertawa kering, dia tidak mengerti apa yang ada dalam pikiran gadis itu.


“Oh benar, para kultivator itu tidak membuat kerusuhan di desa selama ini kan?” Xu Feng mencoba mengalihkan pembicaraan.


“Pikirkan sendiri.” Ding Xiang mencibir dingin. Xu Feng tersedak kedua kalinya ketika mendengar responnya.


…………


Hari semakin larut malam, Desa Xue saat ini begitu tenang dan damai tanpa kesibukan, semua penduduk sudah berisitirahat di rumah mereka masing-masing.


Hanya beberapa orang yang masih terlihat di jalanan, mereka adalah orang-orang yang menghabiskan malam di kedai minum dan rumah bordil.


Di tengah kedamaian desa, dua sosok berjubah hitam terlihat melompat melewati atap rumah penduduk. Keterampilan mereka dalam bergerak begitu cepat dan tanpa suara, tidak ada yang bisa menyadari keberadaan mereka.

__ADS_1


“Saudara, kita harus menyelesaikan semuanya dengan cepat!” Salah seorang dari mereka berbicara, suaranya serak dan dingin. Sebuah kain hitam menutupi setengah wajahnya.


“Aku tahu, kita sudah dibayar mahal untuk ini.” Jawab salah satunya lagi.


Jika mereka berdua menampilkan wajah di depan umum, setiap kultivator akan segera mengenali identitas mereka, Duo Pedang Kembar!


Mereka adalah salah satu kultivator pengembara yang punya reputasi terkenal di wilayah perbatasan, kekuatan mereka sudah diakui sebab pernah membunuh dua kultivator Puncak Tahap Ketiga dalam satu pertarungan.


“Ingat, kita tidak boleh meninggalkan jejak jika tidak ingin menjadi sasaran kemarahan Kota Daun Jatuh.” Shao Kang, saudara tertua, mengingatkan dengan serius.


“Baik..” Jawab Shao Jun.


Keduanya terus bergerak dari rumah ke rumah dan sesekali akan bersembunyi jika bertemu dengan petugas patroli, mereka tidak boleh menciptakan keributan.


Arah yang mereka tuju merupakan Villa Xu Feng.


“Mengapa aku merasa tidak enak?”


Shao Kun bergumam dalam hati ketika sedang memeriksa Villa dari kejauhan, dia merasa ada seekor harimau ganas yang bersembunyi di dalam sana.


“Tidak, ini pasti cuma pikiranku saja.” Shao Kun menggelengkan kepala dan merasa lucu dengan pikirannya yang aneh.


Mendengar itu, Shao Kun kemudian memfokuskan pandangannya pada Villa. Sama seperti Shao Jun, dia juga tidak melihat satu pun gerakan dari sana.


“Ini memang aneh…”


Shao Kun sedikit tidak yakin namun tiba-tiba nalurinya tadi kembali muncul, setiap bulu di tubuhnya berdiri dan merinding. Dia merasa seperti bayangan kematian sudah berada tepat di kepalanya.


“Apa yang terjadi?” Shao Jun mengamati perilaku Shao Kun yang aneh.


Shao Kun tidak menjawab, dia berdiri seperti patung, tubuhnya terasa kaku dan berat, wajahnya sudah bercucuran keringat dingin.


“Ini.. Aku merasakan bahaya dari sana.” Shao Kun tergagap, dia belum pernah mengalami hal yang seperti ini.


Shao Jun sebaliknya terkejut dengan ucapan saudaranya, dia tahu bahwa naluri bawaan Shao Kun sangat akurat, alasan mereka bisa bertahan hidup dan membuat nama di hutan belantara adalah karena naluri saudaranya itu.


“Sauda..” Belum sempat Shao Jun berbicara, suara yang halus menginterupsi ucapannya.

__ADS_1


“Bukan hal yang sopan bertamu ke rumah seseorang dengan cara seperti ini.”


Entah kapan, Xu Feng sudah berdiri di halaman Villa dan menatap kedua bersaudara itu. Meski jarak di antara mereka tidak dekat, suara Xu Feng terdengar jelas di telinga keduanya.


Dia berdiri dengan tenang, tangannya terlipat ke belakang dan tampak seperti orang yang sopan.


“Siapa!?”


Kedua bersaudara terkejut dan mengalihkan pandangan mereka ke halaman, tatapan keduanya segera bertemu dengan mata Xu Feng.


Itu adalah mata acuh tak acuh seperti melihat semut.


Faktanya, Xu Feng telah menyadari kedatangan mereka ketika memasuki desa. Persepsinya setelah mencapai Tahap Keempat sudah jauh dari batas orang normal, dia mampu menyadari setiap gerakan seseorang meski dari jauh.


Justru karena dia menyadarinya lebih awal, Xu Feng segera menyuruh para penjaga mengosongkan Villa. Dia tidak ingin para penjaga terluka secara tidak sengaja jika terjadi pertarungan.


“Bajingan..” Shao Jun mengeluarkan niat membunuh, dia adalah pria yang gegabah, ditatap seperti itu langsung membuatnya marah.


Tanpa menunggu Shao Kun berbicara, dia dengan ceroboh melompat dari atap dan berlari menuju Xu Feng. Kecepatannya sangat tinggi dan tanpa suara!


“Hahaha bagaimana? Ini adalah Teknik Langkah Awan di alam lanjutan, kau tidak punya peluang.” Shao Jun menyeringai kejam, ini adalah modal kepercayaan dirinya dalam menghadapi kultivator Tahap Ketiga.


“Ohh..” Alis Xu Feng terangkat, pria di depannya sepertinya adalah orang yang lumayan berbakat untuk mampu mencapai alam lanjutan suatu teknik.


Tapi meski begitu, Xu Feng tidak bergeming dan hanya berdiri tenang, dia tidak bergerak sedikit pun.


“Mati!”


Shao Jun tertawa keras ketika mengayunkan pedangnya, dia menduga Xu Feng terkejut dan ketakutan mendengar apa yang dia katakan sehingga tidak mampu menggerakkan tubuhnya.


Swoshh..


Siulan pedang terdengar melalui udara namun terhenti di tengah jalan ketika Xu Feng mengeluarkan pedang dan memblokirnya dengan sederhana.


Tingg..


Suara benturan terdengar disertai percikan api akibat tabrakan. Shao Jun terkejut ketika melihat wajah santai Xu Feng, dia kemudian mencoba menyerang berulang kali namun selalu diblokir dengan mudah.

__ADS_1


Shao Jun tidak terima dan terus menyerang, namun semakin lama mereka bertarung semakin dia menyadari celah di antara dirinya dan Xu Feng.


Tidak peduli gerakan apa yang dia keluarkan, Xu Feng akan menghentikannya dengan sapuan sederhana.


__ADS_2