
“Hehehe aku dengar Tetua Tan Shuang masih lah seorang perawan, sungguh keberuntungan..” Yang Zhong tersenyum lebar, dia sudah tidak sabar untuk mencicipi barang yang indah ini.
“Hei, suruh mereka untuk memercepat semuanya!”
Yang Zhong menghentikan seorang bandit dan memberi perintah, dia tidak ingin membuang waktu terlalu lama di tempat ini.
“Sesuai perintah anda jendral!” Bandit itu menunduk hormat sebelum berlari untuk menyebarkan pesan.
Segera teriakan kesedihan mulai terdengar semakin banyak, Desa Tan jatuh ke dalam lautan api, ratusan mayat penduduk tergeletak dingin ke tanah dalam sekejap.
“Bajingan..”
Semua anggota Klan Tan yang masih hidup menggertakkan gigi dan memulai pertarungan putus asa di setiap sudut desa, mereka bertarung untuk kehormatan dan keselamatan penduduk. Bahkan kultivator penakut sekali pun menunjukkan tekad dan terjun ke dalam pertarungan huru-hara itu.
Semuanya menjadi kacau dan tak terkendali tetapi tekad saja tidak mampu membendung ratusan bandit yang kuat ini.
Para petarung tumbang satu per satu, kematian mereka tidak menjatuhkan mental anggota Klan Tan yang tersisa melainkan semakin menyulut semangat di hati mereka, mereka tidak akan membiarkan saudara-saudara mereka menemui kematian sendirian!
Pertarungan menjadi semakin intens, lebih banyak nyawa yang jatuh di sisi Klan Tan. Berkat semangat membara, kematian mereka tidak sia-sia karena akan ada nyawa setiap bandit yang mereka bawa bersama menuju alam baka.
Para bandit yang kejam itu sedikit ngeri dengan cara pertarungan yang brutal anggota Klan Tan. Setiap dari mereka pada dasarnya membakar semangat hidup untuk menghasilkan ledakan kekuatan dalam sesaat.
“Hahaha bandit gila, mari pergi bersamaku menemui nenek moyangku!”
“Mati!!”
Setiap anggota Klan Tan berteriak dengan tekad, tubuh mereka yang berlumuran darah tidak menghentikan langkah mereka untuk melakukan serangan bunuh diri.
“Kalian..”
Tan Shuang meneteskan air mata, dia tidak tahan melihat setiap orang yang dia kenal ini menjemput kematian satu per satu.
“Berhenti berjuang! Lebih baik kalian lari dan selamatkan darah Klan Kita!”
Tan Shuang berteriak dengan suara parau namun yang menjawabnya adalah tawa hangat dari para pemberani itu.
“Tetua Tan Shuang, darah klan kita tidak akan pernah mati dan akan terus hidup dalam keabadian.’
__ADS_1
“Kami tidak akan pernah mencoreng kehormatan klan!”
Mereka berteriak dengan wajah batu, tidak ada yang mau mundur, dan tidak ada yang akan berpikir demikian.
“Para orang bodoh..”
Tan Shuang menggigit bibirnya dengan penuh kesedihan, hatinya semakin perih setiap kali satu tubuh jatuh tak bernyawa ke tanah.
“Perjuangan tak berarti.” Yang Zheng mendengus dingin, dia sudah banyak menemukan kejadian seperti ini dalam penyerangannya.
“Aku, Yang Zheng, salah satu jendral Geng Busur Abu bersumpah tidak akan membiarkan nama Klan Tan muncul lagi di dunia ini!” Yang Zheng meninggikan suaranya dan berteriak dengan sekuat tenaga, sebagai seseorang yang berada di Tahap Ketiga, suaranya terdengar oleh hampir setiap orang.
“Kau siapa yang berani menyemburkan omong kosong!?”
Yang menjawabnya adalah seruan lain, suara itu menggema begitu keras di telinga setiap orang. Beberapa bandit bahkan berlutut dan berteriak kesakitan sambil memegangi telinga mereka yang berdarah karena seruan itu.
“Semut kecil yang tak tahu tempat.” Xu Feng muncul dari kejauhan, wajahnya sangat gelap dan penuh amarah, para bandit yang berada di jalannya tidak sempat bereaksi dan mati terbelah dua karena tebasan Xu Feng.
Semuanya terjadi begitu cepat!
“Kau siapa!?”
“Semut tidak punya hak untuk bertanya.” Xu Feng mengibaskan darah di pedangnya dan meluncur ke arah Yang Zheng dengan begitu cepat, dia segera menggunakan Teknik Langkah Bayangan ketika jarak antara dirinya dan Yang Zheng sudah dekat.
“Mati!” Yang Zhong berhasil bereaksi dan mencoba melindungi Yang Zheng tetapi panahnya hanya mengenai udara kosong.
Hening…
Xu Feng tiba-tiba muncul di belakang Yang Zheng, diikuti oleh sebuah kepala yang menggelinding perlahan di tanah dan tubuh tanpa kepala yang jatuh ke belakang.
“Jendral Yang Zheng!!”
Beberapa bandit keluar dari keterkejutan mereka dan berteriak ngeri, mereka tidak berharap salah satu jendral mereka yang ganas akan mati dengan begitu sederhana di tangan seorang pemuda.
“Kau..”
Lu Wei di sisi lain tertegun atas pergantian peristiwa yang tiba-tiba ini, dia sendiri tidak sempat bereaksi ketika Xu Feng mendekati jendralnya dan membunuh Yang Zheng. Dia sibuk berkultivasi sehingga tidak berhasil memblokir Xu Feng tepat waktu.
__ADS_1
“Beraninya kau melawan kami!”
Ekspresi Lu Wei berubah kejam, dia segera mengangkat busurnya dan menembak ke arah Xu Feng, semuanya terjadi kurang dari satu kedipan mata.
Satu anak panah bersiul di udara sebelum diikuti oleh dua lagi dari belakang.
“Hmm!”
Xu Feng mendengus dingin dan menebas anak panah yang datang, dia juga melakukan hal yang sama pada dua anak panah yang mengikuti. Meski kecepatan Lu Wei dalam menembak sangat tinggi dan Xu Feng sendiri tidak punya waktu untuk menghindar, dia masih bisa menghentikan anak panah itu menggunakan ilmu pedangnya.
Teknik Pedang Surgawi bukanlah lelucon meski hanya di alam dasar.
“Bagaimana bisa!?” Lu Wei terkejut ketika Xu Feng mampu menghentikan serangannya, ini adalah teknik memanah yang penguasaannya sudah berada di alam lanjutan!
“Yang Zhong, bantu aku! Anak ini sepertinya punya keterampilan.”
Lu Wei segera berseru dan melompat mundur, gerakannya hampir secepat Xu Feng tadi. Dalam prosesnya, Lu Wei sudah menembakkan beberapa anak panah lagi.
Yang Zhong juga segera menembak sesaat setelah Lu Wei memberi perintah. Meski dia tidak selincah Lu Wei, kecepatan menembaknya masih mencengangkan.
Wajah Xu Feng berubah bermartabat menyaksikan serangan yang datang, dia jatuh ke dalam keadaan fokus dan menangkis setiap anak panah dengan elegan, Teknik Pedang Surgawi akhirnya menampilkan kekuatannya yang sejati.
Tidak peduli dari sisi mana panah tiba, Xu Feng mampu bereaksi dengan tepat dan memblokirnya dengan tebasan, tidak ada yang luput dari persepsinya.
“Lu Wei ini merepotkan.”
Xu Feng menatap pedangnya dalam diam, sudah ada retakan di sana akibat kekuatan dibalik panah-panah itu.
“Aku harus mengakhiri semuanya dengan cepat!”
Xu Feng segera menghilang dari tempatnya dan muncul di samping Yang Zhong, pria itu baru saja hendak menembakkan panahnya lagi ketika Xu Feng tiba-tiba muncul dan menebasnya.
Dia hanya berada di Tahap Ketiga, menghadapi kecepatan dari seorang Tahap Keempat ditambah Teknik Langkah Bayangan, Yang Zhong tidak punya waktu untuk bereaksi sedikit pun.
Kepalanya segera terpisah dari tubuhnya.
“Yang Zhong!”
__ADS_1
Lu Wei berteriak tak percaya sebelum segera diliputi amarah, dua jendralnya mati di depan matanya sendiri, penghinaan ini adalah hal yang tidak bisa ditanggung olehnya.
“Kau bocah keparat!”