Pendekar Agung

Pendekar Agung
Ch.24 - Ding Xiang


__ADS_3

“Jadi nama nona adalah Ding Xiang yah? Mengapa nama anda berbeda dari Klan Xue?” Xu Feng berbicara dengan penasaran dan menatap sosok itu dengan hati-hati. Dia sejujurnya merasa sedikit aneh melihat ketiganya meninggalkan mereka berdua di ruangan itu.


“Senior Xu, sebelum ayahku meninggal, dia memberitahuku bahwa dia dulunya menemukan ku tertidur di dalam keranjang yang mengambang di sungai saat masih bayi. Pada keranjang itu ada namaku yang ditulis pada secarik kertas.”


Pada titik ini Ding Xiang berhenti. Xu Feng sedikit terkejut dalam hati ketika mendengar apa yang dia katakan, bukan karena cerita yang dia ungkapkan melainkan karena suaranya yang sangat serak dan kasar.


“Dan juga..” Ding Xiang kemudian menjelaskan alasan mengapa dia selalu menyembunyikan penampilannya.


Dia bahkan menjelaskan bahwa ada rumor tentang dirinya yang konon siapa pun yang pernah melihat rupanya tidak akan bisa tidur tujuh hari tujuh malam karena terus dihantui oleh bayangan wajahnya yang buruk rupa.


“Jadi begitu.” Xu Feng mengangguk datar, dia tidak terpangaruh atau ketakutan oleh apa yang dikatakan Ding Xiang.


Sebaliknya Xu Feng merasa aneh karena gadis itu berbicara sangat santai tanpa beban, seolah-olah hal demikian tidak mempengaruhinya sama sekali.


“Jadi senior, adalah hal yang baik jika anda tidak melihat penampilanku..”


“Bahh aku tidak peduli mengenai rumor omong kosong apa pun itu!”


Xu Feng melambaikan tangannya acuh tak acuh dan segera memotongnya.


“Ingat! Tidak ada yang dilahirkan buruk di dunia ini dan tidak ada juga yang dilahirkan sempurna! Jangan dengarkan perkataan orang lain, jadilah orang yang bebas dengan hidup sesuai apa yang kau inginkan!”


“Penampilan atau omong kosong apa pun itu, adalah hal bodoh menggantungkan seluruh hidup mu padanya. Bersikaplah bodo amat dan banggalah pada dirimu, aku yakin suatu saat nanti akan ada orang yang tepat yang bisa melihat keindahan mu. Tidak ada hal yang buruk! Semua hal adalah indah di mata yang tepat!”


Xu Feng menyemburkan segala macam dorongan yang pernah dia baca melalui internet dulu, dia sendiri sedikit jengkel sejujurnya.


Bagaimana bisa seorang gadis menanggung beban hidup yang sedemikian berat ini? Xu Feng sendiri tidak bisa membayangkan seberapa hancur mentalnya yang harus melewati setiap hari yang hanya dipenuhi kesedihan dan keputusasaan.


“Anda..” Ding Xiang terkejut oleh semburan kesal Xu Feng, ini adalah pertama kalinya dia bertemu dengan orang seperti itu. Mereka bahkan baru mengenal selama beberapa menit dan Xu Feng sudah memberinya banyak dorongan.


Hatinya bahkan tergerak untuk sesaat. Di masa lalu, kebanyakan orang akan berusaha menghindarinya ketika mengingat rumor tentang dirinya.

__ADS_1


“Tidak perlu lagi membohongi diri dan terus bersembunyi di balik kain menyedihkan itu, jadilah diri mu sendiri mulai saat ini.”


Xu Feng lagi-lagi memotongnya dan memaksanya untuk melepas tudungnya. Tidak ada ruang untuk negosiasi dalam suaranya.


“Aku akan melihat siapa lagi yang berani menganggu mu setelah itu.”


Xu Feng melanjutkan, masih ada kekesalan dalam suaranya.


“Tskk.”


Ding Xiang menggigit bibirnya ketika mendengar apa yang Xu Feng katakan sebelum mengeluarkan desa*han tak berdaya. Dia tidak punya pilihan, demi kelanjutan Desa Xue, dia harus mengikuti apa yang pemuda di depannya katakan.


“Baik..”


Hanya ada satu kata yang keluar dari mulutnya, namun hanya dengan satu kata itu, mulut Xu Feng terbuka sangat lebar.


Alasannya karena suara wanita itu berubah dari yang awalnya serak dan kasar menjadi begitu halus dan tenang, Xu Feng bahkan merasakan perasaan damai ketika mendengar suaranya.


Swoshhh..


Ding Xiang menundukkan kepalanya beberapa saat sebelum akhirnya menengadah ke arah Xu Feng.


Tindakannya yang sederhana segera menyebabkan mata Xu Feng melebar, mulutnya menganga tak percaya. Dia akhirnya bisa memastikan bahwa rumor tujuh hari tujuh malam itu ternyata benar!


Xu Feng berdiri seperti patung, tubuhnya bahkan sedikit tegang. Dia merasa ada sesuatu yang menahan tenggorokannya sehingga dia tidak bisa mengeluarkan satu kata pun. Dia awalnya sudah mempersiapkan diri tetapi ternyata kenyataan jauh berbeda dari imajinasi terliarnya sekali pun.


“Sialan!!”


Xu Feng mengumpat dalam hati, hanya satu kata itu yang terlintas dalam pikirannya.


“Ada apa senior Xu..’ Ding Xiang tertawa kecil yang segera menyebabkan Xu Feng mengumpat lebih banyak lagi dalam hatinya.

__ADS_1


Reaksinya tidak dilebih-lebihkan, apa yang terpampang di depannya sudah hampir jauh dari kata manusia.


Malaikat! Xu Feng pada dasarnya melihat seorang malaikat!


Rambut berwarna ungu yang lurus, senyum yang mampu menggulingkan satu benua, bibir yang indah dan mata yang lembut. Wajahnya seperti sebuah karya seni yang dipahat begitu hati-hati oleh penciptanya!


Setiap gerakan sederhana darinya hampir membuat tekanan darah Xu Feng naik, apalagi ketika Ding Xiang melepas jubahnya yang segera menampilkan lekuk tubuh yang kurang ajar. Gaun yang ia pakai tidak bisa menyembunyikan parasnya yang luar biasa.


Dia pada dasarnya merupakan campuran antara wajah malaikat dan tubuh iblis. Bahkan Ratu Succubus yang sering dideskripsikan di berbagai cerita akan merasa malu di depan Ding Xiang!


Xu Feng merasa ingin menangis, ini adalah pertama kalinya dia menyesali keputusan yang dia buat.


“Bisakah aku menarik kata-kataku kembali?”


Xu Feng tertawa kering, dia menghabiskan hampir semua tenaganya hanya untuk mengucapkan kalimat itu.


“Nona Ding, aku setuju dengan ayah mu, lebih baik anda menyembunyikan penampilan anda selamanya.”


Xu Feng berbicara pelan dan segera mengalihkan pandangan darinya, dia berpura-pura fokus pada tempat lain agar tidak terus terganggu.


Dia mau tidak mau memuji kebijaksanaan ayah Ding Xiang, memperlihatkan pesona gadis itu ke dunia luar hanya akan membawa masalah tak berujung.


“Senior Xu, laki-laki tidak boleh menarik kembali apa yang telah dia ucapkan!”


Ding Xiang terkekeh, suaranya yang lembut dan halus membawa lebih banyak ombak di kepala Xu Feng. Dia segera memantapkan hati batunya yang tak tergoyahkan dan mengabaikan semua tentang Ding Xiang.


“Nona Ding, anda lebih baik memakai kembali tudung dan jubah anda.“


Xu Feng tidak bergeming, dia hanya akan mati jika mendengarkan nasihat Ding Xiang. Xu Feng lebih baik memilih melanggar apa yang baru saja dia katakan.


Meski umurnya sama seperti Xu Feng, Ding Xiang sebaliknya sudah terlihat seperti wanita dewasa yang matang, Xu Feng bahkan bisa melihat aura keibuan yang dipancarkan gadis itu.

__ADS_1


Kombinasi itu bersama dengan wajah dan tubuhnya yang berapi-api hanyalah masterstoke sejati bagi semua pria.


Tidak ada yang bisa menahan pesonanya. Bahkan Xu Feng dengan dua jiwa yang menyatu hampir kewalahan.


__ADS_2