Pendekar Agung

Pendekar Agung
Ch.58 - Kekacauan


__ADS_3

“Ambil..”


Xu Feng membuka botol dan melemparkan satu pil ke arah Tan Shuang yang segera menyebabkan wajah cantiknya terkejut.


“Pil Penyembuhan?”


Tan Shuang memandang pil kecil di tangannya, dia adalah Tetua yang dulu sering berkunjung ke Kota Daun Jatuh sehingga Tan Shuang sangat akrab dengan berbagai macam pil. Dia secara alami juga mengetahui harga dari setiap pil.


“Senior, aku tidak pantas menerima barang berharga ini.”


Tan Shuang sedikit ragu namun segera memperoleh lambaian tangan dari Xu Feng yang menyebut bahwa dia perlu menyembuhkan tubuhnya secepat mungkin, lagipula Desa Tan masih membutuhkan sosok pemimpin untuk mengarahkan mereka ketika tiba di Desa Xue.


“Juga, larutkan sisa pil ini dengan air dan berikan kepada setiap orang yang terluka.”


Xu Feng kemudian menyerahkan satu botol pil. Pada titik ini Tan Shuang menolak namun Xu Feng memaksa sehingga dia hanya bisa menerimanya, di hatinya ada rasa syukur yang besar.


Tidak banyak orang yang bisa memberikan Pil Penyembuhan seperti sedang membagikan permen, lagipula harga dari satu pil kelas satu saja setara dengan satu Batu Spiritual Tingkat Rendah, Tan Shuang mau tidak mau merasa bahwa Xu Feng adalah orang yang sangat murah hati dan tidak pelit.


Tapi bagi Xu Feng, Pil Penyembuhan bukanlah hal yang mewah, hanya tinggal menunggu waktu sebelum dirinya maju ke profesi Alkemis, ketika itu terjadi, Pil Penyembuhan akan menjadi barang biasa baginya.


Tan Shuang kemudian menelan Pil Penyembuhan atas desakan Xu Feng. Segera pil larut ke dalam tubuhnya dan Tan Shuang merasakan kehangatan yang menyebar ke seluruh tubuhnya dan perlahan-lahan wajahnya yang semula pucat mendapatkan kembali warnanya.


Pil Penyembuhan Kelas 1 tidak menyembuhkan seseorang secara instan, itu hanya membantu seseorang mempercepat tingkat pemulihannya sendiri. Semakin kuat tubuh seseorang, semakin efektif pula Pil Penyembuhan.


Tan Shuang berada di Tahap Kedua, Xu Feng yakin hanya butuh setengah hari agar semua luka di tubuh Tan Shuang sembuh. Lagipula wanita ini tidak menderita luka dalam yang mengerikan, para bandit sengaja melakukannya karena ingin menangkapnya untuk dijadikan jamuan di malam hari.


“Anda hanya perlu istirahat yang cukup sebelum pulih total..”

__ADS_1


Xu Feng memberi saran sebelum kembali duduk bersila, dia kemudian memerintah supir untuk melanjutkan perjalanan. Tan Shuang di sisi lain memanggil beberapa pelayan dan menyuruh mereka untuk melarutkan pil ke dalam air dan memberikannya kepada setiap orang yang terluka.


Ada total sepuluh pil di dalam botol, melarutkannya ke dalam air seharusnya cukup untuk kebutuhan. Tentu saja, khasiat dari Pil Penyembuhan juga akan turun karenanya.


“Hamba mengerti..”


Para pelayan mengangguk sebelum pergi melakukan tugasnya, pada saat yang sama rombongan juga memulai kembali perjalanan.


Dalam perjalanan, Xu Feng teringat dan mengembalikan pedang yang diberikan oleh Tan Shuang, yang terakhir menatapnya dengan wajah tidak mengerti.


“Senior, apa pedang ini tidak sesuai dengan anda?”


Tan Shuang bertanya gugup karena takut Xu Feng tidak menyukai pedang yang dia berikan namun Xu Feng menggelengkan kepala dan menyebut bahwa dia sudah menemukan pedang yang sesuai dengan dirinya, Xu Feng juga tidak ingin menyimpan pedang ini lagi, akan lebih baik jika itu kembali ke Klan Tan dan tetap menjadi pusaka mereka.


Lagipula pedang itu adalah simbol Klan Tan, meski belum mencapai senjata tingkat artefak, seseorang tidak boleh menilainya hanya dari kualitasnya saja. Ada makna simbolis yang mendalam di balik pedang biasa tersebut.


“Aku mengerti..”


Bagi seorang master Tahap Kelima untuk berbicara seperti itu, pedang yang dimaksud pasti bukanlah pedang biasa. Tan Shuang ingin bertanya namun pada detik berikutnya berhenti, dia tidak berani karena takut terlihat tidak sopan, dia hanya bisa menyimpan rasa penasarannya dalam hati.


Hari berikutnya tiba, awan gelap dan langit bergemuruh disertai turunnya hujan menjadi tema alam ketika rombongan sampai di Desa Xue.


“Langit sepertinya menangisi tragedi yang terjadi di perbatasan..”


Tan Shuang menatap langit kelabu melalui jendela kereta dan menghela napas berat, dia sudah bisa berdiri karena kondisi tubuhnya hampir pulih ke puncaknya berkat bantuan Pil Penyembuhan.


Hatinya yang selalu dipenuhi perasaan gelap perlahan tenang ketika menyaksikan Desa Xue, selama perjalanan dia selalu dibayangi ketakutan akan serangan dadakan dari para bandit, apa yang terjadi di Desa Tan sepertinya telah menjadi trauma yang besar baginya.

__ADS_1


“Apa yang terjadi?”


Tan Shuang bergumam ketika menatap ratusan kepala yang sedang berdiri di luar gerbang desa, dia bisa mendengar teriakan dan desakan dari orang-orang itu, beberapa bahkan begitu berani dan memukul gerbang dengan keras.


“Cepat buka gerbang!”


Seorang pemuda yang berpakaian seperti bangsawan berteriak dengan wajah kesal dari dalam kereta mewah berwarna merah. Ketika dia tidak mendapatkan jawaban, dia segera menoleh ke salah satu bawahannya yang tengah menunggang kuda dan memerintahkan sesuatu.


Bawahannya segera mengangguk dan mendekati gerbang sebelum mengayunkan tombaknya dan memukul gerbang kayu dengan sekuat tenaga.


Gerbang bergetar dan hampir roboh karenanya.


“Buka atau aku akan menghancurkan gerbang ini!”


Dia mendengus dingin, wajahnya penuh arogansi dan penghinaan, dia tidak berharap udik-udik desa ini tidak mengetahui tempatnya dan memperlakukannya begitu rendah.


“Bajingan!”


Xue Song menggertakkan gigi dari atas tembok, wajahnya penuh amarah. Dia ingin keluar dan memukul wajah pemuda itu tapi akal sehat mengingatkannya, bagaimanapun dia menyadari bahwa empat penjaga berkuda yang mengawal kereta itu semuanya berada di Tahap Ketiga.


Dia sejujurnya sudah panik dalam hati dan terus bertanya kepada anggota klan tentang keberadaan Xu Feng, hal seperti ini sudah diluar kemampuannya.


“Tuan Xue Song, kami sudah menyusuri setiap sudut desa dan tidak melihatnya.”


Salah seorang anggota klan berbicara, wajahnya sudah dipenuhi keringat dingin. Sejak kemarin, tiba-tiba ada banyak aliran orang yang datang ke Desa Xue, semua kondisinya mengerikan dan membawa kabar yang mengejutkan.


Keadaan secara alami menjadi kacau karena aliran orang yang tak henti dan kabar tentang penyerangan bandit, setiap orang menjadi panik karenanya. Beberapa orang yang berniat buruk mengambil kesempatan di tengah kekacauan dan menyerang anggota Klan Xue secara sembunyi-sembunyi.

__ADS_1


Apa yang terjadi selanjutnya adalah kekacauan total, Ding Xiang yang tahu Xu Feng tidak ada di desa terpaksa turun ke jalan untuk menenangkan hati orang-orang namun secara tiba-tiba diserang dan terluka.


Karena kejadian tersebut, Desa Xue kemudian menutup gerbang dan tidak membiarkan siapa pun lagi memasuki desa dan berhasil mengontrol kembali keadaan, namun siapa sangka orang-orang di luar gerbang ini tidak mendengar alasan mereka dan memaksa untuk masuk.


__ADS_2