
Xu Feng merasa sedikit lucu dalam hati, orang tua bangka ini benar-benar berniat mengujinya. Xu Feng hanya tersenyum kecil sebagai balasan, dia tidak tersinggung atas tindakan Zhao Quan.
“Tetua, aku harap bawahan yang anda beri misi adalah orang yang dapat dipercaya..” Xu Feng tiba-tiba mengingatkan, dia tidak ingin apa yang telah dia rencanakan menjadi kacau karena kebocoran informasi.
“Aku tahu.. Aku akan berbicara dengan Tetua Yang Meng dan Tetua Gong Heng terkait hal ini.” Zhao Quan mengangguk serius, dia juga berpikiran sama dengan Xu Feng.
“Ini..” Xu Feng tertegun dan hendak berbicara tetapi berhenti di tengah jalan, dia sejujurnya sedikit khawatir dan ingin agar Zhao Quan saja yang melakukan misi ini, bagaimanapun bahkan Master Sekte Teratai berkhianat, siapa yang tahu jika dua Tetua Inti Sekte Elang Hutan juga melakukan hal yang sama?
Sayangnya Xu Feng tidak punya bukti yang kuat, dan juga dia tidak boleh begitu saja berbicara sembarangan, segalanya bisa menjadi bumerang jika dua Tetua Inti Sekte Elang Hutan mendengar perkataannya.
“Ada apa?” Zhao Quan menyadari perubahan wajah Xu Feng dan hendak bertanya tetapi Xu Feng terlebih dahulu memotongnya dan berkata bahwa dia hanya terpikir oleh sesuatu yang tidak terlalu penting.
“Semoga saja kedua Tetua Inti berada di sisi yang sama..” Batin Xu Feng.
Karena keterbatasan kekuatan dan status, tidak banyak hal yang bisa dirinya lakukan, dia hanya bisa tanpa daya membiarkan hal ini mengalir begitu saja.
Beberapa saat kemudian pelayan datang membawa makanan. Hidangan ini berupa nasi, berbagai daging Binatang Iblis, sayur-sayuran dan botol bir. Xu Feng menatap beragam hidangan tersebut dengan tatapan tidak mengerti, baginya makanan itu terlalu berlebihan mengingat ini adalah pasukan yang sedang bergerak menuju medan perang, seharusnya tidak perlu fokus pada kemewahan.
“Apakah karena dunia yang berbeda sehingga hal seperti ini dipandang sebagai hal yang umum?” Xu Feng menggelengkan kepala dengan pelan dan mentertawakan pemikirannya, tampaknya budaya dari Bumi masih tertanam jauh di kepalanya.
__ADS_1
“Silahkan, makanlah sebanyak mungkin, tubuhmu pasti sangat memerlukan nutrisi.” Zhao Quan mempersilahkan dengan senyum, dia bahkan mempersiapkan daging Binatang Iblis Dewasa bintang dua untuk menjamu Xu Feng dengan baik.
Xu Feng tertawa atas perlakuan Zhao Quan, memang benar bahwa Binatang Iblis Dewasa bintang dua ini sangat bermanfaat untuk tubuhnya yang berada di Tahap Keenam. Dia mau tidak mau sedikit memuji Zhao Quan dan menyebut bahwa ini adalah perlakuan terbaik yang pernah dia terima.
Mendengar perkataan Xu Feng, Zhao Quan merasa senang. Agak sulit menemukan Binatang Iblis Dewasa bintang dua, bagaimanapun monster dengan kekuatan yang setara dengan kultivator Tahap Keenam bukanlah kerikil yang dapat ditemukan di mana saja. Daging kualitas ini sudah menjadi komoditas teratas, hanya para bangsawan dan orang-orang sekelas Zhao Quan yang dapat menikmatinya.
“Xu Feng, istirahatlah sejenak, aku perlu menemui Tetua Yang Meng dan Tetua Gong Heng.” Zhao Quan berdiri setelah mereka menyelesaikan makanan, dia tidak boleh menunda masalah Ma Tao terlalu lama.
Xu Feng mengangguk kemudian pergi menuju sebuah kamar di bawah arahan seorang pelayan. Sesampainya di sana, Xu Feng duduk bersila di atas tempat tidur dan menunggu malam tiba.
Xu Feng yakin waktu di mana Ma Tao melakukan kontak dengan komplotannya seharusnya berlangsung di malam hari, lagipula tudung kegelapan dapat membantu mereka untuk bersembunyi dengan lebih baik.
Waktu berlalu dan kegelapan menyelimuti seluruh daratan tetapi Xu Feng belum bergerak sedikitpun, dia terus menunggu hingga waktu mendekati tengah malam. Kemudian, Xu Feng menghembuskan napas dan perlahan membuka matanya, dia menatap langit gelap melalui jendela tenda.
“Tetua Zhao belum kembali, jika tidak ada kesalahan, dia seharusnya juga sudah bergerak..” Xu Feng bergumam pelan dan perlahan turun dari tempat tidur. Ketika Xu Feng hendak keluar, seorang pelayan tiba-tiba memasuki kamarnya dan menyerahkan secarik kertas yang terlipat.
Xu Feng sedikit bingung tetapi masih menerima kertas tersebut sambil mengusir pelayan. Ketika dia membuka kertas itu, Xu Feng sedikit terkekeh, “Orang tua ini benar-benar tidak mengecewakan.. Dia tahu yang kubutuhkan.”
Di kertas tersebut tertulis identitas Ma Tao sebagai prajurit serta di unit mana dia berada. Beberapa orang yang dekat atau sering melakukan kontak dengan Ma Tao juga disebutkan, mereka semua ditetapkan sebagai orang yang layak dicurigai.
__ADS_1
“Resimen Kedua dari Divisi Pertama yahh..” Xu Feng bergumam dengan heran, jika dia tidak salah ingat, ini adalah Divisi di mana Zhao Quan menjabat sebagai Wakil Komandan Divisi. Xu Feng mau tidak mau tertawa kecil, dia yakin orang tua itu pasti sudah sangat geram sekarang.
Xu Feng mengenakan tudungnya dan berjalan keluar dari tenda. Sekarang hampir tengah malam, setiap prajurit sudah berada di tendanya masing-masing untuk beristirahat. Hampir tidak ada orang yang berkeliaran di jalan selain dari tim patroli yang bertugas, kamp saat ini berada dalam keadaan hening dan sunyi.
Xu Feng menggunakan kegelapan untuk bergerak menuju tenda Ma Tao yang lokasinya telah ditandai di dalam surat. Berkat perspesinya sebagai Tahap Keenam, setiap kali Xu Feng merasakan keberadaan tim patroli, dia akan menghindarinya dan mencari jalan memutar. Xu Feng bahkan menghindari paparan cahaya lampu minyak yang menyala di setiap tenda.
Xu Feng bergerak senyap dalam bayang-bayang, melewati jalur di mana hanya ada kegelapan tanpa cahaya sedikit pun. Seseorang bisa saja salah paham dan menganggapnya sebagai pembunuh yang mencoba menyelinap ke dalam kamp.
“Hm!?” Tiba-tiba Xu Feng menangkap beberapa sosok melalui persepsinya, dia yakin mereka adalah tim yang digerakkan oleh Zhao Quan.
“Aku tidak boleh masuk ke dalam jangkauan persepsi mereka..” Xu Feng menemukan sebuah pohon dan melompat ke atasnya, dia perlu menentukan lokasi spesifik mereka dengan pasti. Bagaimanapun Xu Feng tidak yakin apakah mereka sekutu atau salah satu dari mereka adalah komplotan Ma Tao juga.
Alasan ini jugalah mengapa Xu Feng meminta pada Zhao Quan untuk bekerja sendirian. Dia mempercayai orang tua itu tetapi bukan berarti bawahannya juga dapat dipercaya. Seseorang perlu ekstra hati-hati dalam kondisi seperti ini.
“Mereka menyebar..”
Xu Feng bergumam ketika persepsinya menangkap gerakan mereka yang menyebar ke beberapa titik. Selain dari yang bersembunyi dalam kegelapan, sisanya menjauh dan mengelilingi tenda Ma Tao dalam bentuk lingkaran. Xu Feng bahkan sedikit terkesan dalam prosesnya, dia yakin mereka seharusnya adalah tim khusus mengingat betapa ahlinya mereka dalam bersembunyi.
“Jika bukan karena persepsiku yang tinggi, akan sulit menyadari keberadaan mereka..” Xu Feng mendecakkan lidah sambil mengangguk pelan, usahanya setidaknya membuahkan hasil, para petinggi pasukan benar-benar memperlakukan masalah ini dengan sangat serius.
__ADS_1