Pendekar Agung

Pendekar Agung
Ch.38 - Bergabung


__ADS_3

Dua hari lagi berlalu, Xu Feng saat ini tengah duduk santai di ruang tamu Villa, beberapa poci teh dan gelas telah siap di atas meja sebagai jamuan. Xu Feng sepertinya sedang menunggu kedatangan seseorang.


Tidak lama kemudian langkah kaki tergesa-gesa terdengar dari luar.


“Pelindung, ada sosok misterius yang tiba-tiba muncul dan ingin menemui anda.” Xue Yan masuk dan melaporkan, ekspresinya terkejut dan dipenuhi keringat dingin, dia bahkan tidak menyadari kedatangan orang itu.


Jika orang itu berniat buruk, Xue Yan kemungkinan sudah mati tanpa tahu penyebabnya.


“Bagus, suruh dia masuk!” Xu Feng tidak bergeming, wajahnya sangat santai dan tidak terkejut sama sekali, dia sudah mengharapkannya.


Xue Yan merasa sedikit aneh, dia penasaran siapa orang dibalik tudung hitam tersebut yang mengharuskan Xu Feng mempersiapkan jamuan secara pribadi.


Namun Xue Yan tidak berani mempertanyakannya, ini bukanlah hal yang harus dia ketahui. Dia kemudian berbalik dan memimpin tamu menuju ruang tamu Villa.


“Kelompok mu sangat tanggap seperti yang aku harapkan.”


Xu Feng berdiri dan menyapa, dia sedikit terkejut dalam hati karena sosok itu berada di Tahap Ketiga. Meski orang tersebut tidak mengeluarkan auranya, Xu Feng dapat menilai basis kultivasinya karena tahap kultivasi dirinya lebih tinggi dari orang itu.


“Salam.”


Sosok misterius tidak bergeming, dia hanya menyapa balik dengan sederhana, nadanya tanpa emosi, dia seperti pembunuh berpengalaman.


“Silahkan..”


Xu Feng juga tidak terpengaruh oleh sikapnya, dia kemudian menyuruh Xue Yan keluar dan memberi pesan agar tidak boleh seorang pun menganggu mereka selama ini.


“Kalian adalah orang yang benci membuang waktu jadi aku tidak akan bertele-tele..” Xu Feng menuangkan teh dan menyajikannya, tindakannya sangat alami seolah sedang menjamu tamu biasa.


“Xu Feng, kehebatanmu telah diakui oleh Rumah Bayangan, kau seharusnya merasa tersanjung.”


Sosok itu hanya menatap gelas teh di depannya, dia tidak berniat meminumnya. Dia adalah pembunuh yang telah hidup di kegelapan, menerima jamuan dari orang yang baru pertama kali dia temui adalah hal bodoh terakhir yang akan dilakukan oleh pembunuh.


Kebiasaan dan tindakannya telah dipengaruhi oleh pekerjaan yang dia gumuli, Xu Feng secara alami memahaminya dan tidak tersinggung oleh tindakan itu.


“Ini, aku kembalikan.” Pembunuh melemparkan tael tembaga yang sudah setengah terpotong yang adalah milik Xu Feng sebelumnya.

__ADS_1


Xu Feng kemarin telah menyuruh seorang anggota klan untuk menguburkan tael tembaga itu di bawah pohon bambu yang berusia 20 tahun tidak jauh dari desa. Ini adalah cara rahasia yang digunakan untuk menghubungi Rumah Bayangan.


Seperti seruan kelompok itu,


----


Di bawah bambu yang rimbun,


Potongan tembaga bersinar,


Di bawah kematangan termuda,


Rumah Bayangan bersembunyi.


----


Dua baris pertama menandakan lokasi dan alat yang dibutukan, sedangkan arti kata ‘kematangan termuda’ merujuk pada usia bambu yang seperti diketahui mencapai usia matang pada umur 20-100 tahun. Kematangan termuda merujuk pada bambu yang sudah matang pada usia 20 tahun.


Tidak semua orang bisa memahami arti di balik kata-kata itu.


“Aku tidak akan menutup diri lagi, aku ingin bergabung dengan Rumah Bayangan.” Xu Feng melambaikan tangan, dia segera melontarkan tujuannya menghubungi mereka.


“Apa kau serius? Rumah Bayangan bukanlah taman bermain.”


Suara pembunuh sedikit dingin, dia menganggap Xu Feng masih tidak layak meski sudah berada di puncak Tahap Ketiga. Menjadi pembunuh bukan hanya soal kekuatan, mereka yang tidak bisa menahan ego dalam membunuh sesama manusia adalah hal paling kritis yang dibutuhkan.


Dia secara alami menganggap Xu Feng belum pernah membunuh sebelumnya mengingat usianya yang masih muda.


“Hehe..”


Xu Feng tertawa dingin dan tiba-tiba melepaskan niat membunuh yang segera mengejutkan orang itu. Xu Feng bukanlah pria yang murni, dia sudah membunuh beberapa orang kembali ketika dia masih menjadi murid Sekte Teratai.


“Bagus, kau lebih baik dari yang diharapkan.” Pembunuh segera menenangkan hatinya, ada suara persetujuan di balik suaranya, dia tidak lagi berbicara terlalu dingin.


“Kami bukanlah orang yang rumit, tidak ada syarat yang bertele-tele untuk bergabung. Kau hanya perlu menyelesaikan misi sekali dan akan secara resmi menjadi bagian dari Rumah Bayangan.”

__ADS_1


Dia melemparkan sebuah surat kepada Xu Feng beserta satu medali berwarna hitam dengan pola burung gagak.


“Medali ini adalah tandamu sebagai pembunuh terendah di Rumah Bayangan, Medali Burung Gagak.


“Kami tidak memberikan medali berdasarkan kekuatan seseorang, kami hanya memberi medali berdasarkan sepak terjangmu dalam menyelesaikan misi.”


“Kau hanya perlu menyelesaikan tiga misi sesuai dengal levelmu jika ingin menerima promosi.”


Pembunuh itu memberikan penjelasan kepada Xu Feng dengan serius, dia juga menyebut bahwa wilayah operasi Rumah Bayangan sangat luas, wilayah Kota Daun Jatuh dan Wilayah Kota Batu Hitam adalah salah satunya.


Faktanya, pembunuh itu sendiri tidak yakin seberapa besar organisasi mereka sebenarnya meski telah lama bergabung, asal-usul Rumah Bayangan sangat misterius di mata setiap anggotanya.


Hanya para petinggi saja yang mengetahui kebenaran.


“Aku sudah mengatakan semua yang perlu kau ketahui..” Pembunuh segera berdiri dari tempat duduknya, dia tidak punya niat untuk tinggal lebih lama lagi.


“Surat itu menunjukkan lokasi di mana kau bisa mengambil misi.” Dia melontarkan kalimat terakhir sebelum berjalan pergi, dia tidak menunggu Xu Feng mengantarnya.


“Dia terlalu menutup diri.”


Xu Feng tersenyum kecut menatap kepergian orang itu, dia sejujurnya masih ingin mengetahui lebih banyak dari mulutnya.


“Rumah Bayangan yah.. “


Xu Feng melihat medali di tangannya, dia sedikit bersemangat sesaat. Dia akhirnya bergabung dengan kelompok yang bisa memberinya Batu Spiritual yang stabil.


Xu Feng kemudian menyimpan medali dan membuka surat yang diberikan, lokasi pada surat itu menunjuk pada rumah bordil di salah satu desa kecil di perbatasan, bernama Desa Pang.


“Hm!? Desa ini tidak jauh dari sini..”


Alis Xu Feng terangkat, Desa Pang kemarin juga mengirim perwakilannya ke Desa Xue, siapa yang tahu bahwa dia akan mengunjungi desa itu di kemudian hari.


“Mereka menyembunyikannya dengan baik, para petinggi Desa Pang sebenarnya adalah orang-orang mereka.”


Xu Feng mendecakkan lidahnya dengan kagum, dia tidak tahu metode apa yang mereka gunakan untuk bisa menyembunyikan tempat itu tanpa diketahui oleh dunia luar. Pantas saja desa itu begitu damai dan tidak pernah terganggu.

__ADS_1


“Apakah mereka tidak takut aku mencoba membocorkannya?” Xu Feng mau tidak mau berpikir demikian tapi pada akhirnya menggelengkan kepala, tempat itu hanyalah pos kecil, tidak ada yang berubah bahkan jika diketahui oleh dunia luar.


Dan yang paling penting adalah siapa yang berani mencoba menyerang Rumah Bayangan? Hanya kematian yang akan menunggu jika menyinggung kelompok misterius itu.


__ADS_2